
Yuni pun hanya tersenyum jengkel. Tapi ia tidak mau menunjukkan sikap buruknya didepan tamunya. Walaupun ia tidak tahu siapa wanita yang menjadi tamunya siang ini.
Wanita itu pun dengan santainya mulai mengelilingi Apartemen tempat tinggal Yuni dan Naures. Membuat Yuni tidak bisa lagi bersikap lembut. Karena menurut Yuni tamunya itu begitu tidak sopan nya. Dan dengan lancang nya menyentuh setiap barang yang ada di Apartemen mereka.
"Maaf mbak. Sepertinya tidak akan sopan jika mbak berkeliling seperti ini. Sedangkan tuan rumahnya belum memberi izin terlebih dahulu. Dan anda juga main nyelonong begitu saja".Seru Yuni mulai mengeluarkan suara nya.
" Ups... Sorry... Seperti nya kita perlu berkenalan dulu ya mbak".Jawab Wanita itu sinis. Ia mulai mengulurkan tangannya pada Yuni. Tapi belum sempat Yuni menyambutnya. Wanita itu sudah lebih dulu menatik tangannya kembali.
"Nama saya citra Monica... Saya kekasih Naures sejak duduk di bangku SMA".Ucapnya dengan bangganya. Membuat Yuni bagai disambar petir di siang bolong.Mendengar pengakuan wanita itu. Tapi Yuni sungguh bisa menahan emosi nya ia tetap berusaha tersenyum.
" Kekasih??? ".Senyum Yuni terlihat mengejek. Saya rasa ada yang perlu diluruskan disini mbak".Ucap Yuni santai ia bahkan langsung menatap wanita yang bernama citra itu dengan tatapan yang sulit di tebak.
" Apanya yang perlu diluruskan lagi???. Bukankah sudah jelas jika kami menjalin hubungan sejak SMA. Kami LDR karena saya sekolah di luar negeri tapi sekarang saya sudah putuskan untuk kembali pulang ke Jakarta dan tidak ada salahnya dong kalau saya ingin menemui kekasih saya".Jawab Citra dengan bangganya.
Yuni tersenyum sinis. "Jika mbak masih di anggap kekasih kak Naures kenapa mbak tidak datang saja ke rumah orang tuanya Naures. Kenapa mbak malah mencari Apartemen kak Naures??? ".
Deg...
Citra langsung tersentak akan pertanyaan yang dilontarkan oleh Yuni. Tidak mungkin juga ia jujur jika dia juga tidak tahu dimana rumah orang tua Naures. Karena hubungan dulu dengan Naures juga belum sempat dimulai. Tapi Naures sudah menghilang begitu saja. Lagipula Dia mendapatkan alamat Apartemen Naures dari temannya. Yang ternyata tinggal di seberang Apartemen Naures dan Yuni.
" Memangnya kamu siapa sih???. Jangan sok tahu deh tentang kehidupan Kekasih orang. Atau kamu hanya pembokat saja di Apartemen ini. Iya kan??.. Ngaku deh loe!!! ".Bentan Citra dengan kasarnya.
Yuni pun hanya menanggapi dengan senyuman nya saja. Ia juga lebih tahu mengahadapi wanita sepeti citra itu dengan cara apa tepatnya. Karena Yuni tidak suka main otot atau fisik. Yuni lebih suka main otak. Itulah bedanya Yuni dengan wanita lain di luar sana saat menghadapi bau bau pelakor seperti citra ini.
"Mbak mendingan pergi aja deh sebelum Kak Naures datang dan menjelaskan siapa saya ini!!! ".Usir Yuni halus membuat Citra mulai naik pitam karena ada orang yang berani mengusir nya. Bahkan wanita itu tidak satu level baginya. Tanpa ia tahu jika wanita yang ada dihadapan nya saat ini adalah istri sah dari pria yang pernah ia cintai dimasa lalu.
" Kau berani mengusir ku dari rumah kekasihku sendiri. Hah???. Loe belum tahu siapa gue??? ".Bentak Citra penuh emosinya. Bahkan saat ini ia tidak terlihat Anggun lagi dari pertama ia datang tadi.
" Sialan loe ya... "Bentak Citra lagi dan ia pun benar benar emosi akan penuturan Yuni barusan. Hingga Citra berniat akan mendorong tubuh Yuni. Tapi gerakan Citra terhenti saat mendengar bariton suara tegas Naures.
" Stop...!!! ".Sentak Naures dengan sangat tegas. Bahkan kini tatapan Naures terlihat tajam kearah Citra. " Jangan berani coba coba menyakiti istri dan calon anakku!!! ".Sambung Naures dengan tegasnya kembali.
Deg...
Lagi lagi Citra langsung lemas saat mendengarkan sebutan istri dan anak. " Apa maksudnya semua ini res???? ".Lirih Citra tidak percaya dengan apa yang ia dengar barusan.
Naures melangkah mendekati Yuni dan memeriksa seluruh tubuh istrinya. Membuat Yuni mengerutkan keningnya bingung. Tapi Yuni juga sambil tersenyum licik.
" Apa ada yang luka sayang???. Apa saja yang diperbuat wanita itu padamu sebelum aku datang tadi, hm???. Katakan sayang!!! ".Naures terlihat sangat khawatir pada keadaan istrinya.
" Dia hanya membentak ku saja sayang. Dan dia juga belum sempat berbuat kasar karena kamu udah datang".Jawab Yuni manja membuat Citra melongo tidak percaya.
Gadis yang ia pikir dan ia sangka hanya seorang pembantu tadi karena Yuni masih memakai celemek masaknya. Bahkan Yuni belum sempat mandi karena sejak tadi ia sibuk masak untuk makan siang nya bersama sang suami.
"Kau... ".Naures kembali menatap Citra dengan tajam. " Keluar dari Apartemen ku sekarang juga!!!. Dan jangan pernah kau berani kembali lagi kesini!!. Atau kau akan menyesalinya nanti".Ancam Naures dengan tegas.
"Res.. Aku ini Citra apa kau lupa denganku???. Kita sempat dekat dan kau pernah bilang jika kau mencintai ku, bukan???. Tapi kenapa kau malah menghilang begitu saja???. Dan sekarang kau sudah menikahi wanita kampungan ini hah???. Apa karna dia kau pergi begitu saja dariku??? ".Citra seakan belum puas dan tidak Terima jika Naures sudah benar benar menikah sesuai dengan gosip yang dikatakan oleh teman temannya sekolah dulu.
" Ck... Aku tidak perlu menjelaskan apapun padamu. Karena kita tidak memiliki hubungan apapun dimasa lalu. Dan ingat dulu kita hanya pernah berteman dekat dan belum sampai ada hubungan sama sekali. Satu lagi ku ingatkan padamu Citra Monica. Wanita yang ada disampingku ini adalah istri sah ku dan dia telah mengandung anakku. Jadi jika sekali lagi kau berani menghinanya. Berarti kau juga menghinaku".Ucap Naures dengan tegasnya dan penuh penekanan. "Kau tahu kan jika kau berani mengusik hidupku???. Apa yang akan aku perbuat selanjutnya. Karena didalam kamusku tidak ada toleransi sedikitpun".Sambung Naures dengan seringai iblisnya.
Hal itu justru membuat Citra bungkam. Dan dengan rasa kesalnya Citra akhirnya pergi begitu saja meninggalkan Apartemen Naures dan Yuni. Meskipun ia sangat kesal dan geram tapi Citra lebih takut lagi melihat wajah Naures saat ini. Jika marah Naures terlihat sangat mengerikan dan seakan ingin menelan nya hidup hidup saja.
TBC