Married Accident

Married Accident
Keterkejutan



Siang ini saat jam sudah menunjukkan pukul 11 siang. Mobil mewah milik Barra mulai memasuki perkarangan rumah mewah yang sangat di kenal oleh Calista. Bahkan sejak mobil Barra memasuki kawasan elit itu tadi. Calista terus bertanya dalam hatinya.


"Tunggu... Tunggu... Kenapa kita malah kesini??? ". Calista bertanya dengan raut wajah bingung nya.


Tapi bukannya menjawab Barra malah turun lebih dulu dan sekarang malah menyuruhnya untuk ikut turun dengan kode kepalanya.


" Hei , kau belum menjawab pertanyaan ku". Teriak Calista kesal. Beruntung mereka pergi tidak membawa Celine karena Celine ada les musik hari ini.


"Lista... Kenapa teriak teriak begitu dengan calon suamimu sendiri". Seru seorang wanita paruh baya yang masih sangat terlihat cantik berdiri di depan teras dan menatap kearahnya dengan tatapan penuh kekesalannya.


" Mama... ". Calista tampak terkejut melihat wajah Mamanya yang saat ini ada dihadapan nya. Dan ia lebih terkejut lagi saat melihat wajah Papanya yang baru keluar dari dalam rumah.


" Barra ayo masuk!!! ". Reva tampak begitu ramah pada sosok pria menyebalkan bagi Calista. Bahkan Calista melotot tidak percaya saat Mamanya bisa bicara selembut itu dengan orang asing.


" Reva, mau sampai kapan kau berdiri di situ?. Jangan membuat kesabaran Papa habis! ". Revan menatap tajam pada putri semata wayangnya yang saat ini hanya bisa pasrah dan mulai ikutan masuk kedalam rumah mewah itu. Dengan helaan nafas kasarnya dan juga dengan tanda tanya yang besar.


🌿🌿🌿🌿🌿


" What???". Calista langsung tercengang dengan mata yang melotot tak percaya. "Calon suami? ". Ulang Calista belum yakin.


" Jadi pria yang selama ini Papa dan Mama jodohkan itu adalah dia". Tunjuk Calista pada Barra dengan rasa tak percaya nya. Bahkan Calista rasanya ingin pingsan saja saat ini.


"Aww... Mama sakit ". Pekik Calista saat Reva malah mencubit perut putrinya yang tak bisa bicara dengan nada pelan itu. Bahkan Calista dengan tidak sopan nya malah menunjuk Barra. Pria yang terkenal sangat dingin dan juga sangat arogant yang juga sangat menjunjung tinggi kehormatan dirinya.


"Kenapa kamu tidak jujur saja sama Papa dan Mama. Kalau kamu kabur ke Jakarta hanya ingin untuk menemui calon suami kamu sendiri Lista??? ". Tanya Reva mulai angkat bicara.


" Ma, Lista bukan kabur untuk itu". Jawab Calista kesal karena lagi lagi Mamanya malah menuduhnya dengan alasan tidak benar.


"Mana aku tahu kalau dia pria yang ingin dijodohkan dengan ku. Kalau aku tahu dari awal, pasti aku tidak akan kabur dan malah berujung di tiduri olehnya. " Calista terus saja berguman dalam hatinya.


" Untuk pernikahan saya sudah menyiapkan semuanya. Dan kami akan menikah lusa".


"What???". Pekik Calista lagi yang sangat terkejut akan penuturan Barra bahkan pria itu sangat serius sekali.


" CALISTA SERLY WIDYATAMA ". Revan yang sudah sangat kesal dan juga sejak tadi hanya diam karena tidak ingin ia terbawa emosinya. Saat ini kembali menatap wajah putrinya dengan penuh amarahnya.


" Ya pa Sorry ". Ucap Calista lirih ia kini menatap tajam kearah Barra yang tampak tersenyum licik.


" Aku tidak akan menolak untuk menikah denganmu Tuan Barra. Tapi lihat saja nanti apa yang akan aku lakukan padamu setelah kita sah menjadi pasangan suami istri ". Kini giliran Calista yang menyeringai licik. Dan itu bisa dilihat oleh Barra.


Akhirnya obrolan serius antara kedua orang tua Calista dengan Barra berakhir dengan kedua pihak yang sama sama setuju jika. Calista dan Barra akan menikah lusa.


Bahkan hari ini Calista dan Barra harus fitting baju pengantin. Beruntung Mama Reva pun sudah menyuruh keponakan nya yaitu Jeny untuk mendesain baju pengantin khusus untuk Calista dan juga Barra.


Bahkan tak berselang lama Rayen dan Lea ikut datang kerumah adik sepupunya itu. Karena mereka juga sudah sangat lama tidak bertemu. Begitu pula dengan Rayen dan Revan mantan asisten pribadinya yang kini menjadi bagian dari keluarga nya. Yang menikahi adik sepupunya hingga Reva melahirkan Calista.


Calista yang sejak tadi hanya manyun tiba tiba senyumnya terbit saat ia melihat kedatangan para sepupunya. Terutama ketika ia melihat Naura sedang menggendong seorang bayi perempuan yang tampak menggemaskan itu.


"Naura... I miss you". Teriak Calista yang langsung ingin bangkit dari tempat duduknya tapi langsung ditahan oleh Barra.


" Lepaskan!!!. Aku ingin menemui sepupuku". Kesal Calista sambil menatap pergelangan tangannya yang masih di pegangi oleh Barra.


" Kita belum selesai fitting baju pengantin kita sayang". Jawab Barra dengan suara lembutnya membuat Calista melongo karena baru kali ini selama mereka bertemu Barra bisa berkata selembut ini padanya. Biasanya pria itu selalu saja ketus dan datar.


TBC