Married Accident

Married Accident
Baru Sadar



Calista melangkah dengan gontai ingin mengikuti sang Mama yang tampak sudah merah padam karena menyimpan amarahnya. Namun, langkah Calista tertahan saat tangan nya di cekal oleh Barra. Pria yang akan menikah dengannya.


"Tunggu disini saja! . Biar aku yang jelaskan dengan orang tuamu! ". Barra langsung melangkah pergi setelah mengatakan hal itu.


"Tapi...


" Jangan membantah!! ". Potong Barra dengan tegas. Karena walau bagaimana pun juga. Semua masalah ini juga gara gara dirinya.


Jika saja malam itu ia tidak menggoda Calista. Mungkin semua ini tidak akan terjadi. Dari sini Barra mulai merutuki kebodohan nya juga. Jika saat Revan menginginkan dirinya untuk menikahi putrinya waktu itu. Barra mau melihat foto Calista lebih dulu mungkin ia masih bisa menjaga kehormatan gadis itu.


Tapi di lain sisi Barra juga sedikit lega karena wanita yang ia tiduri malam itu ternyata adalah wanita yang dijodohkan dengannya. Dan sekaligus wanita yang sudah berani menolaknya. Bahkan sampai mengatai ngatai miliknya tidak bisa berdiri lah, kecil lah dan tidak mampu membuatnya puas. Padahal sudah dia kali disentuh Calista malah menikmati nya.


Intinya Barra dan Calista sama sama belum mengetahui wajah masing masing. Karena baik Barra maupun Calista mereka berdua mengabaikan berkas yang di berikan oleh Revan. Jika Barra mengabaikan karena ia percaya dan yakin jika putri Revan dan Reva tidak akan membuatnya kecewa.


Sedangkan Calista mengabaikan karena ia menganggap pria yang akan dijodohkan dengannya itu bukanlah tipe dirinya.


Reva menatap bingung saat ia malah melihat Barra bukannya putrinya Calista yang masuk kedalam ruangan kerja suaminya. Disana juga sudah ada Revan yang menatap istri serta calon menantunya dengan tatapan bingungnya.


"Ada apa honey??? ". Revan bertanya pada sang istri yang dapat ia tebak jika Reva sedang menahan kekesalan nya.


" Ini masalah saya dan Calista Om". Ucap Barra mulai angkat bicara.


"Sudah berapa kali saya bilang panggil saja saya Papa sama seperti Calista memanggil kami!!!. Kau itu akan jadi menantu kami, jadi sudah seharusnya panggilan itu juga berlaku untukmu! ". Revan mulai menyandarkan kepalanya di badan kursinya.


" Honey, Calista dan Barra sudah...


" Jadi, mas sudah tahu apa yang terjadi dengan mereka berdua?. Kenapa hanya aku yang jadi orang bodoh disini? ". Reva tak habis pikir ia bisa kecolongan seperti ini. Dan yang lebih parahnya lagi suaminya malah ikut ikutan menyembunyikan masalah sebesar ini darinya.


Barra hanya menatap datar calon mertuanya itu. Pria paruh baya yang sangat ia kenal dengan ketegasannya dan juga penuh wibawa. Bahkan karena Revan juga ia bisa bangkit membangun kembali perusahaan nya yang telah di ambang kehancuran.


Jasa Revan begitu banyak bagi Barra. Oleh sebab itulah Barra tak bisa menolak saat Revan datang padanya. Dan meminta dirinya untuk menikahi putrinya.


Revan menjodohkan Calista putri semata wayangnya dengan Barra Bukan karena untuk meminta balas budi semata. Melainkan ia sangat mengenal Barra. Pria yang sangat bertanggungjawab dan dikenal cerdas serta tegas.


Dengan begitu putrinya yang selalu membuat onar dan doyan bikin ulah. Pasti akan cocok dengan sosok Barra yang sangat posesif serta tidak mau dibantah. Meskipun Revan juga tahu bagaimana sifat Barra di luar sana. Tapi, Revan pikir itu masih wajar karena masa lalu Barra yang memang membuatnya sedikit trauma akan cinta.


"Barra kamu boleh lanjutkan fitting baju nya!. Karena semua yang terjadi juga sudah terjadi. Saya tidak akan menyalahkan kamu maupun Calista".. Ucap Revan santai.


" Mas... ".


Reva langsung menutup mulutnya saat ia melihat tangan suaminya bergerak memberi kode untuk diam. Lalu Barra pun langsung pamit dengan sopan. Pada kedua calon mertuanya meninggal kan ruangan kerja Revan.


" Bagaimana, aman bro??? ". Ledek Satria yang tiba tiba saja muncul dari balik dinding pembatas sambil tersenyum mengejek.


" Aku hampir lupa jika berurusan dengan keluarga siapa". Jawab Barra datar.


"Hahaha... Bahkan dulu aku lebih parah lagi dari kamu". Sahut Satria mulai curhat tentang masa lalunya bersama sang istri.


TBC