Married Accident

Married Accident
Perasaan Lega



"Nih dompet loe!!! ".Leon langsung menyodorkan dompet Hani setelah ia sampai di restoran tempat Hani membeli makanan. Dan benar saja gadis itu masih tetap setia ditempat duduknya. Dan belum beranjak pergi karena belum bisa membayar semua pesanan nya.


Hani langsung tersenyum manis pada Leon. Karena pria itu mau mengantarkan dompetnya. Hani pun ingin beranjak dari tempat duduknya untuk membayar semua total pesanan nya. Tapi Leon langsung menahan nya.


" Kita langsung pulang saja!. Semunya sudah gue bayar".Ucapnya sambil meraih tangan Hani.


Hani pun sempat terkejut secepat itukah Leon datang. Dan sudah membayar semua total pesanannya. Tanpa ia sadari sama sekali. Karena ia sejak tadi sudah bingung untuk membayar semuanya. Dan terus saja menggerutu kesal karena Leon malah menutup telpon nya begitu saja. Hani juga merutuki kebodohan nya sendiri tidak memeriksa isi tasnya sebelum pergi.


"Ayo masuk!. Biar gue anterin sekalian loe pulang".Ucap Leon sambil membukan pintu mobilnya. Dan dengan langkah gontai nya Hani pun menurut langsung masuk kedalam mobil Leon.


Sedangkan dari dalam mobil yang lain saat ini Clara nampak tersenyum. Saat melihat Kakak nya dekat dengan seorang gadis lain."Syukurlah kakak sudah sadar dan memutuskan perjodohan itu".Guman Clara dengan menarik sudut bibirnya. Nampak dari tatapan nya jika Clara saat ini merasa lega.


"Ra, mau sampe kapan kita disini???".Tanya seorang gadis yang usianya lebih dewasa darinya. Dia adalah manager Clara, wanita yang mengatur semua jadwal Clara di dunia entertainment.


" Kita jalan saja dan ikuti mobil kak Leon!!!. Tapi ingat jangan terlalu dekat!!! ".Clara memberi instruksi pada sopir pribadinya dan sekaligus bodyguard nya itu.


" Baik Nona".Jawab pria yang kini duduk di kursi sopir. Membuat sang manajer menghela nafasnya saja.


"Kenapa loe gak ngaku aja sih ra?. Bilang ke keluarga loe, biar mereka nggak salah paham begini!!!".Wanita itu menasehati Clara.


" Gue gak harus buktiin apa apa Ci pada semua orang termasuk keluarga gue sendiri. Biarkan mereka menilai gue sesuai dengan apa yang mereka lihat dan dengar saat ini!!!. Ini akan jauh lebih baik".Jawab Clara sambil menatap arah jendela kaca mobilnya. Pikirannya menerawang jauh dan entah apa yang sedang ia pikirkan selama ini.


Setelah hampir sepuluh menit dalam perjalanan. Kini Leon dan Hani sudah sampai di Apartemen Hani kembali. Leon mulai memarkirkan mobilnya di halaman parkiran depan. Tanpa masuk kedalam Basement Apartemen tersebut.


"Gak mau mampir dulu??? ".Tawaran Hani membuat Leon mengerutkan keningnya. Karena Hani tidak seperti biasanya yang selalu mengusir nya sebelum ia menawarkan diri untuk singgah.


" Makan siang dulu gitu. Anggap aja itu sebagai ucapan terimakasih gue ke loe. Karena loe udah nganterin dompet gue".Sambung Hani lagi.


" Gue bisa masak terlebih dahulu kok, Itupun kalo loe mau sabar nunggunya !! ".Jawab Hani sambil menaik turunkan alisnya.


Dan tanpa di duga Leon pun langsung membuka pintu mobilnya. Membuat Hani manarik sudut bibirnya membentuk senyum.


Keduanya pun langsung turun dari mobil. Dan Melangkah bersama menuju gedung tinggi menjulang itu.


" Ini bukannya kawasan apartemen milik keluarga Om Rayen ya".Batin Clara sambil memperhatikan sekitarnya.


Karena ia sangat hafal kawasan ini. Dimana pemilik nya adalah orang tersohor dan juga keluarga yang sangat berkuasa.


"Gila apartemen disini pasti mewah banget ya Ra?".Celetuk sang Manajer Clara saking takjub nya akan kemewahan kawasan itu. " Ra, kenapa loe gak beli aja salah satu apartemen disini?. Kayaknya keamanan nya lebih terjaga deh dari pada Apartemen leo itu".Sambung sang manajer lagi.


"Kalau gue tinggal disini terus entar Udin mau pindah kontrakan juga gitu?. Kan kasian udin harus bolak balik buat antar jemput gue doang. Malah nanti gue bisa bisa telat melulu lagi".


Clara masih memikirkan sopirnya. Karena tidak mungkin juga ia egois dan hanya memikirkan dirinya sendiri. Sedangkan untuk menjadi sopirnya saja hanya memiliki jam istirahat sebentar.


" Ayo kita langsung ke lokasi syuting saja!!!".Perintah Clara.


"What???. Loe gak mau turun dulu gitu buat nyapa kakak Loe yang tampan itu?. Dan sekalian aja kenalan dulu gitu sama calon kakak ipar loe tadi!! ".Goda Sang Manajer membuat Clara langsung menatap nya dengan tajam.


" Kakak gue galak ci. Mau loe di telan hidup hidup sama Leon??? ".Sentak Clara sedikit kesal.


Clara masih saja sedikit dongkol akan perlakuan kakaknya. Bahkan ia tidak diberi kesempatan untuk berbicara sedikit pun. Padahal niatnya Clara datang menemui Leon tadi adalah untuk menjelaskan semuanya. Tapi niat itu ia urungkan ketika Leon malah kembali emosi. Namun Clara juga tidak bisa menyalah kan Leon juga, sebab, Clara tahu bagaimana perasaan kakaknya saat mendengar kabar tentang adiknya yang menjual diri demi popularitas nya. Jika itu ada di posisinya mungkin juga Clara akan bersikap sama seperti Leon saat ini.


TBC