
Setelah pembicaraan Velyn dan Manda tadi siang. Manda pun langsung berbicara pada suaminya. Setelah Jery pulang dari perusahaan. Hal itu justru membuat Jery emosi kembali. Tapi, Jery juga tidak bisa berbuat apapun lagi.Karena Manda selalu mengucapkan ini permintaan terakhirnya.
Jery mengusap wajah nya kasar, sesekali ia juga menjambak rambutnya. Pikiran nya begitu kalut kali ini. Bahkan yang lebih parahnya lagi Manda sang istri sudah memiliki calon untuknya.
"Aku mohon mas!!!. Tolong nikahi dia. Dia adalah gadis baik hanya saja hidupnya tak seberuntung diriku".Lirih Manda sendu.
Perubahan sikap istrinya mengundang perhatian Jery. Jery yang sejak tadi memilih duduk di sofa. Dan menjauh dari sang istri. Kini ia malah kembali mendekati ranjang pasien istrinya.
" Aku hanya berpikir jika itu ada di posisiku. Apa mungkin aku bisa sekuat dia".Lirih Manda kembali sambil menyeka air matanya.
"Sayang, kau tahu kan jika aku sangat mencintaimu??? ".
Manda kini menatap wajah suaminya. Mata Jery terlihat memancarakan kejujuran hatinya. Dan Manda pun tahu jika suaminya selalu setia dan selalu menjaga perasaannya untuknya.
" Jika mas memang benar benar tulus mencintaiku, Maka mas pasti akan menuruti semua permintaan ku bukan??? ".Tanya Manda pelan, Manda juga sambil mengusap pelan punggung tangan suaminya.
. " Sayang, aku pasti menurutinya tapi tidak untuk menikah lagi".Jawab Jery yang sudah bisa menebak arah pembicaraan istrinya itu menuju kemana.
"Tolong pikirkan lagi mas!!!".
" Sampai kapan pun aku tidak akan sekonyol itu Manda".Bentak Jery kembali emosi.
"Kenapa???. Kenapa mas???. Apa mas tidak mau menerima dia karena dia adalah teman ku???. Mas hanya mau menikah lagi jika wanita itu Karin??? ".Manda tak kalah membentak dari suaminya.
" Sayang, bukan begitu maksud ku tapi....
"Sudahlah mas!!!. Aku ingin istirahat, aku lelah. Jika mas ingin menikah dengan Karin, maka aku tidak akan pernah ikhlas".Potong Manda, lalu ia langsung berbaring kembali membelakangi suaminya.
Dengan helaan nafas beratnya dan berkali kali Jery mengusap wajahnya kasar. Hingga akhirnya ia mulai mengambil keputusan. Karena tidak ingin selalu berdebat dengan istrinya. Jery khawatir keadaan Manda kembali memburuk karena terlalu banyak pikiran.
"Siapa dia??? ".Tanya Jery pelan. " Siapa wanita yang akan kau jodoh kan dengan suamimu ini??? ".Sambung Jery lirih.
" Untuk apa mas tahu jika mas tidak berniat untuk menikah dengannya??? ".Jawab Manda ketus.
Dengan mengucap basmalah, Akhirnya Jery benar benar memutuskan " Aku bersedia menikah dengannya sesuai keinginan mu sayang".
Manda langsung menoleh dan menatap wajah suaminya. "Benarkah??? . Mas tidak sedang berbohong kan??? ".
Wajah Manda istrinya yang beberapa saat lalu sendu. Kini berubah drastis menjadi ceria. Layaknya seorang anak yang baru saja mendapatkan mainan barunya.
" Tapi mas harus janji!!!. Agar mas mau menerima bayi yang ada di dalam kandungan nya juga!!! ".Tutur Mand pelan. Membuat Jery kembali menatap nya heran.
" Jangan bilang dia sedang hamil??? ".Anggukan kepala Manda membuat Jery mengusap wajahnya kembali".Astaga Manda, kenapa kau menyuruh suamimu yang tanggung jawab???. Dia bisa meminta pertanggungjawaban dari kekasihnya, atau pria yang berani menghamili nya".Sambung Jery tak habis pikir dengan jalan pikiran istrinya saat ini.
"Jangan gila Manda!!!. Apa kau tega memisahkan janin itu dengan ayah biologis nya??? ".Tanya Jery sambil menahan emosinya.
" Tapi dia mengandung anak ka.... "Manda menggantung ucapan nya. Membuat Jery menautkan kedua alisnya. "Kasian dia mas, Dia harus menanggung ini semua sendiri. Dia juga anak yatim piatu. Kedua orang tuanya sudah meninggal sejak ia masih kecil".
" Terus apa kata orang nanti???. Jika semua orang tahu jika aku menikahi seorang wanita yang tengah hamil disaat istrinya sedang tak berdaya seperti ini???".Sahut Jery kembali menjambak rambutnya kasar.
"Kehamilannya baru jalan enam minggu Mas. Tidak ada yang tahu dia sedang hamil. Kecuali keluarga nya sendiri".Manda begitu detail menjelaskan agar suaminya tidak berubah pikiran.
" Kapan aku harus menikahinya??? ".Tantang Jery prustasi.
" Besok".
"Apa???. Kenapa harus secepat ini?? ".Protes Jery. Padahal tadi dia sendiri yang bertanya.
" Semakin cepat semakin baik mas. Ini demi kebaikan kalian".Jawab Manda lagi.
"Kebaikan kamu yang benar. Bukan kebaikan ku Manda".Sahut Jery yang tetap emosi saja.
" Aku akan meminta bantuan Evi untuk mengurus nya".
. "Terserah kau saja Manda!!!. Aku pusing".Jery pun langsung beranjak keluar ruangan dengan membuka pintu dengan sedikit kasar.
Manda tahu jika suaminya itu pasti sedang kesal padanya. Karena permintaan konyolnya itu. Tapi semua ini demi kebaikan suami dan juga Velyn.
" Kalian berhak bahagia mas, meskipun tanpa aku nantinya di sisimu. Dan aku yakin jika Velyn memiliki hati yang baik dan tulus. Hanya ini yang bisa aku lakukan untuk menebus semua kesalahan ku selama ini. Lagian semua permasalahan ini adalah murni kesalahan ku juga".Lirih Manda sambil menyeka air matanya.
Lalu Manda pun langsung menghubungi asisten evi. Wanita yang selama ini menjadi orang kepercayaan suaminya.