Married Accident

Married Accident
Butuh Pemanasan



"Sore sayang".Naures tersenyum manis saat melihat istrinya sudah mulai membuka matanya.


"Hm".Yuni malah menduselkan kepalanya lagi didada bidang suaminya. Seakan ia malas untuk bangun.


" Capek banget ya??? ".Naures terkekeh karena sejak habis membersihkan tubuhnya tadi yuni langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang. Malah dia pun tidak mengganti bajunya lagi. Ia masih memakai kimono handuknya yang saat ini bahkan tidak sadar jika Yuni tidak memakai sehelai benang pun.


"Jam berapa sekarang kak??? ".


" Jam Empat sore sayang".


Yuni membuka matanya lebar".Boleh aku tidur lima menit lagi sayang??? ".Tawar yuni sambil tersenyum.


" Kenapa masih ngantuk juga, hm??? ".Naures mencubit gemas hidung mancung istrinya itu.


" Kayaknya butuh pemanasan agar mataku melek kembali kak".Yuni malah menggoda suaminya.


"Kau sudah berani menggoda ku sayang??? ".Naures langsung memiringkan tubuhnya menatap wajah cantik istrinya yang kini tidur di lengan kekarnya.


Yuni menggeleng kan kepalanya sambil tersenyum. Membuat Naures gemas sendiri. Dan dengan serjngai licik Naures pun langsung menurunkan tangannya dibawah selimut sana.


"Kak... " Yuni terkejut karena baru sadar jika ia tidak memakai apapun saat ini. Karena tangan suaminya langsung bisa menyentuh miliknya.


Saat jari Naures mulai bermain di bawah sana. Bibirnya pun sudah memagut manjah bibir istrinya. Hingga membuat yuni melebarkan kakinya sendiri. Seakan memberi akses untuk suaminya agar lebih mudah bergerak.


"Akh.... ".


Yuni kembali melenguh ketika gerakan jari suaminya semakin lama semakin cepat saja. Bahkan membuat tubuhya menggeliat sempurna. Saking menikmatinya gerakan suaminya itu.


Dan saat Yuni sudah pelepasan pertamanya. Kini giliran Naures yang minta di enakkan. Yuni yang paham pun langsung bangkit dan menurunkan kepalanya dibawah sana. Tak usah dijabarkan lagi apa yang dilakukan yuni pada benda tumpul dan berurat itu. Sudah pasti yuni tak kalah lincah nya dengan suaminya. Semakin hari semakin pintar saja yuni membangunkan benda itu dari tidurnya. Sehingga tak butuh waktu lama ia kembali on fire lagi.


Dan saat dirasa sudah cukup. Yuni dengan santainya malah duduk diatas tubuh suaminya. Hingga benda itu kini sudah menancap sempurna dengan miliknya.


"Sa... ya... ng... ".


Naures dibuat semakin greget dan tak bisa berkata kata lagi akan kelincahan istrinya itu. Dan ini adalah permainan ketiga mereka. Sore ini keduanya kembali larut dalam pesona kabut gairah. Berbagi peluh dalam buaian kenikmatan surga dunia yang selalu memabukkan.


๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ


Naures keluar kamar mandi dengan penampilan yang lebih segar. Begitu pun dengan yuni, bahkan jam sudah menunjukkan pukul 18.00 wib.


"Tidak usah masak sayang!!!. Kita makan diluar saja".Ucap Naures saat istrinya sedang mengganti pakaian didalam ruangan walk in closet.


" Makanya jangan menggoda ku seperti tadi sayang".Naures berucap sambil mengambil baju gantinya yang disodorkan oleh sang istri.


"Isss... Dasar suami yang mau menang sendiri".Cibir Yuni sambil memanyunkan bibirnya.


Membuat Naures terkekeh dan mengusuk rambut panjang istrinya gemas. "Oh ya sayang, besok Naura dan suaminya akan pulang ke Jakarta. Papa dan Mami bilang kita disuruh menginap di rumah utama".


" Benarkah??? ".Anggukan kepala suaminya membuat yuni terlihat senang. "Kandungan Naura pasti sudah membuncit ya kak".Seru Yuni sambil tersenyum.


Naures pun mendekap tubuh istrinya dari belakang saat yuni baru memakai dress nya. " Kelak perut kamu juga akan membuncit seperti Naura ssyang. Karena saat ini baby juga sedang proses berkembang didalam sini".Naures mengelus perut datar istrinya. Karena usia kandungan yuni juga masuk masuk bulan ke 3 jadi masih belum terlihat.


Yuni tersenyum dan ikut mengelus perutnya. "Besok jadwal periksa kandungan sayang".Ucap Yuni mengingatkan suaminya.


"Sebelum kerumah mami, kita kerumah sakit dulu sayang untuk periksa perkembangan baby ya!!!. Aku juga tidak sabar untuk segera tahu jenis kelamin nya ".Naures pun terlihat semangat.


" Usinya masih jalan bulan ketiga kak. Jadi, kita belum bisa melihat jenis kelamin nya. Kalau sudah bulan keempat baru kelihatan sayang".


"Aku akan sabar menunggu sayang. Sekarang asalkan Istri dan dia sehat saja. Aku sudah sangat bersyukur dan sangat bahagia".Jawab Naures sambil mengecup pipi istrinya.


" Apa kakak menginginkan anak pertama seorang laki laki??? ".Tanya yuni penasaran.


Naures menggeleng kan kepala nya. "Aku malah menginginkan anak perempuan sayang".


" Kenapa???. Kan kebanyakan seorang suami itu pengennya anak pertama mereka laki laki sayang".


"Kalau aku beda sayang. Sebab, aku ingin anak pertama ku kelak bisa cantik seperti bunda nya. Dan juga bisa bantuin istriku buat masak setiap harinya jadi istriku ini tidak kesepian lagi kalau suaminya pergi bekerja".Sahut Naures sambil tersenyum.


" Kak, aku ini calon dokter loh. Mana mungkin aku selalu ada didapur".Gerutu Yuni sambil mengulum senyumnya.


"Aku tahu sayang. Tapi aku juga tidak akan membiarkan istriku ini bekerja tanpa mengenal waktu lagi. Dan yang lebih penting lagi aku tidak akan pernah mempermasalahkan apapun jenis kelamin anak kita nanti sayang".


" Kau calon Ayah yang sangat baik sayang".


"Dan kau calon bunda yang super baik sayang".Naures lalu mengecup bibir istrinya.


**TBC


Absen dulu dong udah hari senin nih gengs๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚Boleh ya naik sedikit bunda minta 500 vote aja ๐Ÿคช๐Ÿคช๐Ÿคช**