Married Accident

Married Accident
Kejahilan Calista



Malam harinya di sebuah hotel mewah bintang lima. Yang tentunya hotel itu adalah milik suami Calista sendiri. Karena Barra ingin semua biaya pernikahan nya ia sendiri yang tanggung. Bahkan kalau di bilang keluarga Calista tidak mengeluarkan biaya sedikitpun salah. Sebab, semua biaya yang keluar real Barra yang bayar.


Pria itu begitu jumawanya , Sampai sampai keluarga istrinya yang juga sangat tajir tidak di perbolehkan untuk mengeluarkan uang sepeser pun juga. Namun, dibalik itu semua para keluarga besar juga tak tanggung tanggung untuk memberikan kado dan hadiah pernikahan untuk mereka berdua.


Bahkan Al sampai bilang kado yang ia berikan sebagai rasa syukurnya karena seorang Calista ada juga yang mau menjadikan nya istri. Dengan begitu kini mereka bisa bernafas lega. Biang kerok yang masih single telah sold out juga.


" Kamu kenapa??? ". Rayen sejak tadi memperhatikan wajah adik sepupunya itu yang selalu saja kelihatan kesal saat menatap putrinya yang saat ini sedang berselfie ria bersama dengan para sepupunya di atas pelaminan.


" Kenapa aku bisa melahirkan anak seperti Calista itu kak??? ". Reva malah bertanya pada Rayen. Terang saja langsung membuat Rayen terkekeh geli.


" Kau bertanya padaku??? ". Ejek Rayen mengulum senyumnya.


" Huh... ". Helaan nafas kasar Reva terdengar begitu jelas oleh Rayen ".Aku rasa dulu aku tidak sebegitu bar bar nya". Sambung Reva lagi yang tak sadar diri.


" Masih mending Calista ada otak cerdasnya. Lah kamu lupa, jika kamu juga pernah menyakiti hati seseorang Re". Rayen mengingatkan adik sepupunya tentang masa lalunya dulu. " Untung saja dia masih waras untuk tidak melakukan kebodohan. Hampir 10 tahun kalian dekat, tapi malah kau tinggalkan menikah begitu saja".


" Kak Ray... Itu semua sudah berlalu. Jangan di ungkit lagi!. Lagian dia sendiri yang tidak pernah memberikan ku kepastian. Tidak seperti Revan yang langsung melamar tanpa ada kata ingin pacaran". Jawab Reva memuji suaminya.


Rayen pun hanya terkekeh karna Rayen bisa yakin jika Reva memang benar benar sudah mencintai Revan. Mantan asisten pribadinya dulu yang Rayen sangat tahu betul bagaimana karakter Revan. Pria itu adalah pria yang bertanggung jawab dan sangat bisa di andalkan. Revan juga adalah orang yang berjasa dalam hidup Rayen.


Tapi bukan berarti Rayen juga ikut menyalah kan Anton sahabatnya. Karena kedua pria itu juga sama sama bertanggungjawab. Hanya saja mungkin takdir lebih memilih Revan untuk menjadi suami dari adik sepupunya itu.


Bahkan sekarang saja Rayen tidak memiliki hak untuk ikut mengundang keluarga Anton. Di acara pernikahan Calista. Sebab, Rayen juga hanya ingin menjaga hati masing masing. Agar tak ada kecanggungan antara adik sepupunya dan juga sahabatnya itu.


Sedangkan di atas panggung pelaminan Calista terus saja menggoda Barra. Sampai sampai tangan Calista di hempaskan oleh Naura. Karena pengantin wanita itu sungguh sangat genit sekali.


"Iihh, Apaan sih Ra? ". Kesal Calista karena kesenangan di gangguin oleh sepupunya itu.


" Kau itu bisa tidak diam sebentar saja?. Ini moment langkah tau. Harus banyak banyakin foto keluarga. Tapi tanganmu itu malah sibuk mencari burung sejak tadi". Naura tak kalah kesalnya dan menatap wajah sepupunya dengan tatapan tajam nya.


" Kau itu mentang mentang sudah jadi emak emak cerewet sekali. Terserah aku dong mau cari burung kek, mau cari telur kek. Itu kan punya suamiku juga bukan punya suami mu".


"Hei, aku bisa membunuhmu jika kau berani mencari burung suamiku". Sentak Naura melotot tajam. Tapi yang Calista malah menjulurkan lidahnya. Sedangakan Barra hanya bisa mengulum senyum nya saja. Ia sebenarnya tahu dan bisa mendengar dengan jelas apa yang sedang dibicarakan oleh istri dan juga sepupu istrinya tersebut.


"Aku akan membuatmu tidak akan bisa berjalan lagi setelah ini". Ucap Barra namun hanya di dalam hatinya saja.


Barra benar benar sudah menahan dirinya sejak tadi. Apalagi tangan istrinya itu dengan jahilnya malah sempat sempatnya meraba raba pangkal paha nya. Orang sibuk selfie ia sibuk juga mencari mainannya.


Andai saja tadi sore tidak kedatangan Mama mertuanya. Dan mereka tidak lupa mengunci pintu, mungkin hasratnya sangat puas tersalurkan. Tapi, Baru saja masuk kepala lobaknya. Pintu kamar sudah di dorong oleh Mama Reva. Karen ingin menyuruh mereka untuk siap siap ke hotel.


Beruntung Calista masih memakai baju kebaya modern nya lengkap. Hanya saja sedikit terbuka dan tersingkap. Karena posisi Calista yang duduk di atas pangkuan nya. Namun, dapat di pastikan jika Mama mertuanya itu tahu apa yang sedang mereka lakukan di atas sofa kamar istrinya itu.