
Berbeda lagi kini ketika di hotel. Calista sedikit pun tidak beranjak dari ranjangnya. Setelah ia sarapan dan juga mandi pun dibantu oleh suaminya. Sungguh pinggang nya rasanya ingin patah saja.
Suaminya itu benar benar tidak memberinya kesempatan untuk sekedar istirahat barang sebentar saja. Dan Calista pun saat ini berhenti menggoda Barra.
Barra yang sejak tadi fokus pada layar laptopnya. Hanya melirik wanita yang kini sudah sah menjadi istrinya di atas ranjangnya itu. Wanita itu sejak tadi hanya tiduran saja tanpa ingin beranjak sedikitpun. Ia hanya sibuk memainkan ponselnya. Sambil sesekali mengangkat kakinya.
Barra yang melihat itu hanya bisa tersenyum tipis. Mungkin dengan begini Calista akan jera untuk terus menggoda nya.
"Ah, aku bosan dikamar terus begini". Pekik Calista yang memang ia adalah tipikal wanita yang mencintai kebebasan. Jadi, jika harus berada di dalam kamar tanpa melakukan apapun seharian mana tahan dia.
" Bisa kah kita pergi jalan jalan??? ". Tanya Calista lagi yang kini sudah tidur miring untuk lebih nyaman menatap wajah suaminya. Yang saat ini masih fokus pada layar laptopnya dan duduk di sofa yang ada didalam ruangan kamar itu.
" Tidak". Jawab Barra singkat.
"Ah, ayolah!!!. Aku benar benar bosan dan jenuh di kamar seharian tanpa melakukan apapun begini". Rengek Calista memohon pada pria yang berstatus suaminya itu.
Barra pun bangkit dari tempat duduknya setelah ia menutup layar laptopnya. Lalu berjalan menghampiri Calista.
" Siapa bilang tidak akan ada aktifitas di dalam kamar seharian ini?. Hm? ". Barra mulai mendekatkan tubuhnya. Membuat Calista bisa menebak jika suaminya itu pasti akan melahabnya kembali.
" No... Jangan sekarang!!. Please!!. Pinggang ku masih sangat pegal. Lagian itu nya juga masih perih ".
" Benarkah??? ". Calista pun hanya menganggukkan kepalanya memohon.
Sungguh ia tidak akan tahu lagi. Apa yang akan ia rasakan jika sampai sekarang suaminya malah ingin meminta hak nya kembali. Bisa bisa ia tidak akan mampu untuk berjalan dalam satu minggu kedepan.
Tapi, Barra tetaplab Barra. Pria hiper yang selalu kurang. Apalagi ia baru menemukan seorang perawan seperti Calista. Tidak akan membuatnya dirinya diam saja.
Tubuh istrinya itu sudah benar benar menjadi candu untuknya. Bahkan sejak tadi ia sudah berusaha untuk menahan gejolak di dadany. Namun, sia sia saja.
Barra mulai membuka bajunya. Ia juga mulai menangggalkan celana pendek nya. Hal itu membuat Calista kembali melongo menatap deretan roti sobek yang berjejer di perut suaminya.
Gleegg...
Melihat ekpresi wajah istrinya yang berubah penuh damba. Barra tersenyum licik, Dengan santainya ia malah ikut berbaring di samping Calista.
"Pegang saja kalau mau!!! ". Tutur Barra menarik sudut bibirnya.
Wanita itu berulang kali menggeleng kan kepalanya. Tapi, hasratnya malah semakin naik. Pikiran kotornya kembali datang. Melihat pemandangan indah yang sangat langkah. Dan belum pernah ia lihat sebelum nya.
" Oh, Astaga Calista sadarlah!!!. Kau ingin menyiksa dirimu sendiri? ".Calista berguman dalam hatinya. Ia pun sambil terus menggeleng kan kepalanya menepis Kemesuman nya sendiri.
" Kemarilah!!! ".Barra menepuk lengan tangannya yang kekar. Memberi isyarat agar Calista mau tidur di lengan nya itu.
" Aku tidak akan macam macam ". Sambung Barra sambil tersenyum penuh arti. Saat istrinya mulai ragu untuk menurutinya.
Dengan sedikit ragu Calista pun tak bisa menolak untuk meletakkan kepalanya di lengan kekar Barra. Dan awalnya hanya sebatas rebahan biasa saja. Tapi lama kelamaan. Tangan Barra mulai menyentuh bagian bagian sensitif milik istrinya.
" Barra... ". Lirih Calista yang mulai tak bisa mengelak saat tangan suaminya sudah menjalar dibawah selimut nya sana.
" Tenanglah! .Hanya pegang saja". Jawab Barra menyeringai licik.
"Akhhh.... ".
Barra semakin tersenyum saat tiba tiba suara ******* istrinya kembali terdengar dengan mendayu dayu di telinganya. Dan selanjutnya sudah bisa di tebak apa yang akan terjadi?. Keduanya kembali hanyut dalam kobaran api hasrat membara tiada hentinya.
Menuntaskan semua keinginan yang membuat tubuh semakin lemas tak berdaya. Dan hanya peluh serta keringat lah yang mengiringi permainan panas mereka.
Skip...
Skip...
SKIPPP...
OTHOR LAGI JADI ANAK BAIK DAN SHOLEHUTTT DULU HARI INI GENGS ðŸ¤ðŸ¤ JANGAN LUPA VOTE DAN LIKE, COMEN NYA YA!!! BIAR OTHOR SEMANGAT BIKIN KALIAN PANAS LUAR DALAM LAGI🤪🤪🤪ðŸ¤