Married Accident

Married Accident
Kedatangan Velyn



Meskipun waktu terus berganti, siang menjadi malam. Dan malam menjadi siang. Semuanya tak membuat keadaan Manda membaik. Sekarang ia lebih sering mimisan dan juga tak sadarkan diri tiba tiba.


Hery sebagai suami selalu berusaha melakukan yang terbaik untuk kesembuhan istrinya. Namun, sepertinya usahanya tak berhasil. Pikiran Hery semakin runyam. Karena desakan istrinya yang terus memintanya untuk mencari wanita yang akan ia jadikan istri, Dan yang lebih gilanya lagi. Manda malah meminta ia ikut menjadi saksi pernikahan suaminya. Dengan alasan yang sama yaitu permintaan nya yang terakhir.


Raden dan Lea sebagai orang tua sekaligus mertua pun tidak setuju akan permintaan Manda. Namun, mereka juga di lema oleh keadaan. Satu sisi permintaan Manda adalah permintaan konyol. Dan disisi lain mereka takut jika itu memang benar permintaan Manda yang terakhir. Maka, mereka akan sangat menyesal jika tidak sampai bisa mewujudkan nya.


Tapi apalah daya, semua kembali pada Jery.Karena pernikahan bukan lah sebuah permainan. Yang bisa di anggap lelucon semata. Sedangkan Jery sangat mencintai istrinya. Tak ada niat sedikit pun untuk berpaling dari wanita cantik itu. Meskipun kini wajah cantiknya nampak semakin pucat. Apalagi tubuhnya semakin kurus saja.


Inilah adalah hal terberat untuk Jery. Ia sungguh tak akan bisa hidup jika istrinya sampai meninggalkan nya untuk selamanya. Namun, mereka juga tak bisa menentang takdir Tuhan. Karena setiap yang hidup pasti akan mati. Dan kembali pada sang pemilik nya.


Manda mendongakkan kepalanya. Memandangi langit biru diatas sana. Sambil menitikkan air matanya. Jika bisa memilih mungkin ia akan memilih untuk tetap sehat dan menemani suami serta membesarkan putrinya sampai dewasa.


Menjadi pendamping hidup untuk suaminya sampai tua sama sama.


Namun, apa hendak dikata takdir berkata lain. Ia sadar jika semua yang ada di dunia ini tidak ada yang kekal. Jalan takdirnya memang sangat berat tapi Manda berusaha untuk tetap ikhlas. Ia juga ingin melihat suaminya hidup bahagia bersama seorang wanita yang layak menjadi penggantinya kelak.


Tepukan tangan pelan dibahunya membuat Manda menoleh. Senyum Manda langsung terbit saat melihat wajah cantik seorang wanita yang kini juga sedang tersenyum padanya.


"Velyn... Kenapa baru nongol???. Kemarin kemana aja?. Aku jadi kesepian gak ada kamu".Manda seperti sangat merindukannya. Membuat Velyn terkekeh


" Yaa Ampun mba, Velyn itu baru satu Minggu gak kesini. Karena Velyn juga kurang enak badan. Makanya Velyn gak keluar rumah".Jawab Velyn sambil tersenyum.


Ya Velyn adalah orang yang selama ini selalu rutin mengunjungi Manda. Sejak Manda dirawat di rumah sakit. Semua yang Velyn lakukan hanya ingin menghibur Manda. Apalagi Velyn tahu jika Manda sering sendirian di dalam ruangan rawatnya. Karena semua orang mungkin mempunyai kesibukan masing masing. Hanya seorang perawat dan juga seorang art nya selalu ada disana.


Hingga akhirnya sudah hampir satu bulan ini Velyn dan Manda nampak akrab. Apalagi dengan sikap Manda yang menurut Velyn terlalu baik. Bahkan saat pertemuan pertamanya di Bandara waktu itu. Yang tak sengaja Velyn bertabrakan bahu dengan Manda.


"Mba kok sendirian disini???. Susternya mana??? ".Tanya Velyn lembut sambil mengedarkan pandang nya.


" Lagi beli minum. Tadi mba sama suami mba disini. Tapi tiba tiba di kantor ada meeting dadakan. Jadi, Mas Jery harus ke perusahaan ".Jawab Manda jujur.


" Yaudah, Velyn bantu mba masuk saja ya. Disini sudah hampir terik mba".Velyn tersenyum sembari mendekati kursi roda Manda. Karena jam di pergelangan tangan Velyn sudah hampir menunjukkan pukul sebelas siang.


Wanita cantik berambut panjang itu. Dengan tubuh tinggi semampai, kulit putih mulus dan juga mata sipit khas wanita Tionghoa pada umumnya. Hari ini adalah jadwal nya periksa kandungan. Jadi, Velyn menyempatkan diri untuk mengunjungi Manda.


Rasa bersalah nya akan sesuatu membuat Velyn tak bisa berpaling. Ia akan semakin bersalah jika nanti Manda benar benar pergi, Namun ia tidak melakukan sedikitpun usaha untuk membuatnya sedikit bahagia dan memiliki teman.


Velyn mendorong kursi roda Manda. Masuk kedalam kembali. Dengan mulai menyusuri lorong rumah sakit. Dari jauh sepasang mata nampak terus memandangi dua wanita yang saat ini sedang mengobrol kan sesuatu. Tapi bisa membuat Manda tertawa sambil terus melangkah.


Velyn membantu Manda untuk kembali berbaring di ranjang nya. Wanita itu sangat bisa di andalkan. Ia bahkan dengan sangat sabar menuntun Manda yang memang tak kuat lagi untuk berdiri karena pinggangnya yang sering linu.


"Mba mau makan atau ngemil sesuatu??? ".Tawar Velyn setelah ia juga ikut duduk di kursi yang ada di samping brankar Manda.


Tapi Manda hanya menggeleng kan kepala saja. Akhir akhir ini ia makan semakin tidak enak. Rasa makanan baginya semuanya hambar. Lidahnya sangat susah membedakan mana makanan manis atau pedas. Hal itu membuat Manda jadi enggan untuk makan.