
Calista semakin memanyunkan bibirnya saat Barra tak mengizinkan nya untuk menemui sepupunya. Padahal ia ingin sekali menyapa para sepupunya itu. Tapi calon suaminya itu malah menahan dirinya.
Tapi setelah beberapa detik manyun kini senyumnya kembali terbit ketika Jeny datang menghampiri nya. "Kak Jeny". Seru Calista yang langsung bangkit dari sofa empuknya dan merentangkan kedua tangannya ingin memeluk sepupunya itu.
" Wah, akhirnya kau menikah juga". Seru Jeny dengan senyum dibibirnya.
"Terpaksa". Jawab Calista dengan santainya sambil melirik pria yang menjadi calon suaminya itu. Tapi yang di lirik hanya memasang wajah datarnya saja.
Namun, Barra langsung bangkit ketika ia melihat wajah seorang pria yang tak asing baginya. Begitupula dengan Pria yang di tatap oleh Barra. Membuat kedua wanita yang merupakan sepupu itu. Sama sama menatap bingung antara Barra dan juga Satria.
"Wilson... Barra". Seru kedua pria itu secara bersamaan.
Dan tak berselang lama keduanya malah saling berpelukan. Bak teman lama yang baru bertemu saja.
" Ternyata kau masih hidup juga Bar". Seru Satria dengan tawa meledek dibibirnya.
"Kupikir kau juga sudah kampus Wil". Ucap Barra tak mau kalah.
" Kalian saling kenal??? ". Tanya Calista dengan tatapan tak percaya nya. Begitupula dengan Jeny yang ikut menatap suami dan calon suami sepupunya itu.
" Barra ini sahabat ku sewaktu kami sekolah dulu. Tapi kami berpisah setelah lulus SMA. Dan setelah itu kami sudah tidak pernah bertemu lagi. Karena pria ini sudah menikah dengan seorang iblis betina ". Jelas Satria yang sembari meledek Barra. Membuat Barra hanya menatap tajam pada sahabat nya itu.
" Aku juga sempat mendengar kabar jika kau tak lebih sial dariku Wilson . Bukankah mantan istri mu yang dulu juga seorang psikopat gila". Balas Barra dengan santainya.
Satria pun langsung bungkam akan ucapan Barra. Apalagi ketika melihat tatapan istrinya yang saat ini sudah menatap wajahnya dengan sedikit kesal.
"Ah ternyata dunia ini sangat sempit sekali. Kedua pria pecundang kembali bertemu dan sedang reunian ". Mark datang dengan meledek kedua pria yang menurut nya sama sama bernasib sama. Karena keduanya sama sama menjalani pernikahan yang gagal.
" Kenapa dia ada disini??? ". Tanya Barra pada Satria.
" Dia itu suami dari adik istriku ". Jawab Satria jujur.
" What...???. Jadi kalian jadi sepupu yang jadi kakak ipar juga??? ". Barra menggelengkan kepalanya.
" Tak hanya itu saja. Bahkan Sherly pun menjadi adik iparku juga".
Barra sangat tahu bagaimana Mark dan juga Sherly. Sejak ia kenal dan menjadi sahabat Satria. Sejak itulah Barra tahu bagaimana keluarga besar Mark. Mereka yang selalu di didik kejam sejak kecil. Dan memang keluarga Mark adalah keluarga mafia yang berkompeten.
"Vian... Tolong pegang cici dulu tanganku sudah pegal sejak tadi dia tidak mau di tidurkan ". Melihat seorang Mark yang langsung menurut pada seorang wanita cantik yang saat ini tengah memberikan baby mungil pada Mark.
Membuat Barra mengulum senyumnya. " Apa dia masih menjadi pimpinan para mafia dunia??? ". Tanya Barra pada Satria.
" Tentu saja masih. Dunia ini ada pada genggaman nya. Tapi dunianya ada di genggaman istrinya ". Jawab Satria sambil meledek sepupunya itu.
" Wilson Barra... Jika kalian sudah bosan hidup katakan saja!!! .Maka aku akan dengan senang hati menghabisi kalian berdua.". Seru Mark yang bisa menebak jika kedua pria itu sedang mengghibah kan dirinya.
" Enak saja mau dihabisi. Aku belum puas bercinta dengan Barra". Sahut Calista dengan gamblang nya.
"What???. Jangan bilang kau dan calon suami itu sudah... ".Naura menutup mulutnya tak percaya. " Calista kau sudah tidur dengan Pria itu???". Pekik Naura yang memang tidak bisa memelankan suaranya.
Prangggg.... Cetarrrrr....
Suara gelas yang jatuh membuat mereka menoleh kearah pintu. Dimana disana ada Reva yang sedang berdiri sambil menatap putrinya dengan tatapan tajamnya.
"Habislah aku". Cuman Calista menundukkan Kepala nya.
Barra pun hanya bisa menghela nafasnya pelan. Ia benar benar masuk keluarga yang salah. Apalagi sekarang Barra bisa melihat jika Calista memiliki sifat yang sama persis dengan wanita cantik yang berstatus istri Mark itu.
Satria mengulum senyumnya mengejek sahabatnya. " Selamat datang di keluarga penuh aksi gila kawan. Persiapkan dirimu untuk moment moment selanjutnya!.". Lirih Satria yang langsung beranjak pergi dari ruangan itu.
Sedangkan Mark sudah beranjak pergi sejak tadi. Ia tidak mau terlihat dalam masalah yang dibuat oleh Barra. Dan yang telah dibocorkan oleh calon istrinya sendiri. Serta di publikasikan oleh suara cempreng istrinya itu yang merupakan sepupu calon istri Barra.
"Aunty, tenang saja Barra akan mempertanggung jawabkan semua perbuatan nya". Ucap Satria saat melewati Reva yang masih berdiri tepat di depan pintu kaca tempat fitting baju pengantin Barra dan juga Calista.
" Upss... Sorry". Naura menatap iba pada sepupunya itu.
"Mam, Lista bisa jelaskan semuanya". Calista berusaha membujuk Mamanya agar tidak memberitahu kan semuanya pada sang Papa.
" Ikut Mama sekarang juga!!! ".