
Proses kehidupan terus saja berjalan meskipun kadang dalam hubungan rumah tangga ada pasang surutnya. Tapi di saat kita bisa mengimbangi pasangan maka selalu saja menemukan jalan untuk bersikap dewasa.
Tak terasa kini usia si kembar sudah masuk bulan ke tiga. Bahkan Yuni juga sudah kembali aktif kuliah. Saat Yuni kuliah si kembar dijaga oleh Mami Lea dan baby sitter.
Seperti hari ini pagi pagi sekali Yuni harus mengikuti praktek lapangan di salah satu klinik. Jadi si kembar harus ditinggal bersama baby sitter di rumah. Tapi Yuni juga sudah memompa asinya untuk si kembar.
"Sayang, nanti pulangnya di jemput sopir saja tidak papa kan???. Soalnya aku ada meeting dengan klien siang ini".Naures berucap sambil membantu membuka seatbelt istrinya.
"Iya yah".Jawab Yuni sambil tersenyum.
Yuni mencium punggung tangan suaminya. Lalu Naures mengecup kening dan bibir istrinya secara bergantian.
" Nanti malam katanya Naufal dan Leon akan main ke rumah kita. Karena mereka juga sudah mulai dinas sekarang. Mereka ingin bertemu si kembar".Ucap Naures memberitahu istrinya.
"Wah, benarkah??? ".Anggukan kepala Naures membuat Yuni tersenyum. " Suruh saja datang sebelum makan malam yah!!!".Sambung Yuni memberi saran.
"Siap sayang".Jawab Naures sambil memberi hormat pada istrinya. Membuat Yuni terkekeh akan tingkah suaminya itu.
🌿🌿🌿🌿🌿
Sesuai kata Naures jika malam ini rumahnya akan kedatangan tamu siapa lagi kalau bukan Leon dan Naufal. Sejak sah menjadi anggota polisi keduanya belum sempat berkunjung ke rumah Naures. Dan melihat si kembar.
Karena Naufal dan Leon di tugaskan di tempat yang berbeda. Jadi mereka sekarang jarang bertemu dan kumpul seperti dulu. Jika Naufal di polda sedangkan Leon di polres.
Kesibukan keduanya membuat mereka susah mengatur waktu untuk kumpul. Sedangkan Naures sekarang juga sibuk dengan pekerjaan dan juga anak dan istri nya.
Jam masih menunjukkan pukul tujuh malam. Yuni sudah sibuk menata makanan di meja makan bersama art. Sedangkan Naures sibuk main bersama kedua putrinya,Savina dan Sakeena. Hingga deru mesin mobil membuat Naures bangkit dari tempat duduknya. Dan menyerahkan si kembar pada baby sitter nya.
"Assalamu'alaikum... " Sapa Leon begitu ia turun dari motornya. Di ikuti oleh Naufal yang juga baru turun dari mobilnya. Malam ini Naufal sengaja membawa mobil karena jarak asramanya dengan rumah Naures lumayan jauh memakan waktu hampir 30 menit.
"Waalaikumsalam... Apa kabar bro??? ".Jawab Naures sambil berjabat tangan dan menepuk bahu Leon.
" Seperti yang loe lihat men. Gue semakin baik dan semakin tampan bukan??? ".Seloroh Leon dengan bangganya.
" Tampan sih tapi masih belum move on dari Lucia".Ledek Naufal yang disambut gelak tawa oleh Naures.
Naufal dan Naures pun saling berpelukan karena sudah lama mereka tidak kumpul dan bertemu. Meskipun keduanya adalah keluarga sepupuan malah. Tapi karena kesibukan masing masing membuat mereka jarang bertemu.
"Udah, ngobrolnya di lanjutkan di dalam saja!!!".Seru Yuni yang ikut keluar saat mendengar suara kedua pria tampan tapi jomblo didepan teras rumahnya.
"Yun... Yunita... ".Teriak Febby yang terlihat ngos ngosan karena berlari dari arah pagar sampai depan teras rumah Yuni.
Tentu saja suara Febby membuat ketiga pria itu langsung ikut menoleh ke belakang. Begitupun dengan Yuni yang di panggil.
Mata Naufal memicing saat melihat Febby memanggil nama Yuni.Begitupun dengan Leon. Sedangkan Naures sudah tahu jika Febby adalah sahabat istrinya di kampus.
"Ya Allah Febby, kenapa ngos ngosan gitu, kamu lari apa??? ".Tanya Yuni ketika Febby sampai di depan teras rumahnya. Sambil memegangi perutnya.
" Ah, gue kapok dah masuk kompleks rumah loe".Ucap Febby sambil mengelap keringat di pelipisnya. Yuni hanya terkekeh saja akan sikap sahabat nya satu ini.
Febby belum sadar dengan kedua pria yang pernah bertemu dengannya itu. "Gue nggak di suruh masuk nih. Udah jauh jauh juga datang. Tamu nih gue".Cerocos Febby tanpa jedah.
Naufal sedikit mengangkat sudut bibirnya melihat gaya Febby yang sedikit bar bar dan tak punya malu itu. Sedangkan Leon sudah terkekeh sambil menyikut bahu Naufal. Tentu saja gerak gerik Naufal dan Leon sejak tadi diperhatikan oleh Naures.
"Langsung halalin kalo demen!!! ".Ucap Naures sedikit berbisik.
" Bener tuh Fal. Halalin men... Halalin!!! ".Ledek Leon ikut menimpali.
" Bunda... Ajak masuk saja Febby sekalian kita makan malam bersama!!! ".Seru Naures membuat Yuni langsung setuju.
Dan saat itu juga Febby baru sadar jika di depan pintu utama. Ada tiga pria yang sejak tadi juga menatap dan mendengar semua ocehan nya. Febby langsung menundukkan kepala memberi salam dengan terlihat kikuk.
" Ayo masuk feb!!! ".Ajak Yuni sambil menahan tawanya.
" Kenapa loe daritadi kagak ngomong kalau ada suami loe dan dua pria itu??? ".Bisik Febby sambil mencubit lengan Yuni.
" Loe nya aja yang kagak sadar diri".Cibir Yuni sambil terkekeh. "Kenapa malu kelihatan urakan nya di depan cowok ganteng".Ledek Yuni lagi.
" Sok tahu loe Yun. Kenal aja kagak ama mereka.Lagian mereka siapa sih???. Dan kenapa juga loe nyuruh gue anterin buku malam malam gini??? *.Cerocos Febby.
"Tapi kayaknya gue pernah lihat mereka deh".Lirih Febby pelan sambil mencoba mengingat sesuatu. " Ah, tapi dimana ya??? ".Sambung Febby nampak berpikir.
" Dalam mimpi kali".Jawab Yuni
TBC