
Barra membiarkan Calista mengotak atik ponselnya. Karena memang tidak ada hal yang ia sembunyikan di ponsel itu. Bahkan foto foto pernikahan nya dengan Melly sekalipun tidak ada yang ia simpan lagi. Baik di dalam mension nya, ponsel ataupun hatinya. Barra benar benar sudah mengubur semua kenangan pahit bersama ibu biologisnya Celine.
" Panggil Celine sana!!. Sudah waktunya makan siang. Putrimu itu masih saja asyik panas panas Mi". Ucap Barra yang mulai menyematkan kalimat mi di akhir kalimat nya.
" Apa kau tidak... ". Ucapan Barra menggantung saat ia melirik ke pahanya. Ternyata Calista malah tertidur pulas dengan ponsel Barra yang masih berada di genggaman tangannya.
Wajar saja jika Calista tidak menjawab dan bahkan sejak tadi hanya diam. Ternyata bumil itu sudah masuk ke alam mimpi siangnya. Beruntung Barra tidak diminta aneh aneh. Dan juga Calista tidak mengalami morning sickness seperti ibu ibu hamil pada trimester pertama pada umumnya.
Calista malah sama sekali tidak pernah mual. Hanya saja, terkadang Calista malah jijik akan suamimya sendiri. Namun, kadang juga dia sendiri yang mencari keberadaan suaminya itu.
Barra mulai menyingkirkan anak rambut Calista yang menutupi separuh wajah cantiknya. Lalu Barra mendaratkan kecupan singkat pada kening dan juga bibir Calista. Jika di tanya apa Barra bahagia?. Jawaban Barra pasti. Karena ia selalu bahagia saat Calista masuk kedalam hidupnya. Bahkan ia jauh lebih bahagia dari sebelumnya.
Kini ia bisa merasakan bagaimana dicintai dan mencintai dengan cara yang tulus. Tanpa ada niat terselubung di dalamnya. Bahkan Celine pun jauh lebih nyaman dan bahagia saat bersama Calista.
Barra pun mengusap pelan perut istrinya. Ia begitu bahagia saat tahu Calista hamil. Itu artinya ia akan segera menjadi seorang Papi yang sesungguhnya. Darah dagingnya sendiri, meskipun demikan kasih sayang Barra terhadap Celine tidak akan pernah berkurang sekalipun.
Karena dulu saat Melly pergi dan mengkhianati dirinya. Hanya Celine yang dia punya selain sang asisten pribadinya itu. Celine juga penyemangat hidupnya. Hingga ia kembali bangkit dan jaya kembali seperti sekarang ini.
Barra pun menganggukkan kepalanya. Lalu berkata".Lebih baik Celine mandi dulu gih sama suster!. Setelah itu kita makan siang ya! ".
" Siap Papi". Jawab Celine yang langsung beranjak pergi dan melangkah bersama pengasuh nya ke arah dalam rumah.
Sedangkan Barra kini mulai memindahkan kepala Calista pada bantal bulu yang empuk dengan sangat pelan dan hati hati. Lalu Barra malah ikutan berbaring di samping istrinya. Menarik selimut yang juga telah di siapkan disana.
Barra tak ingin melupakan momen nya. Ia kembali meraih ponselnya dan mulai membuka Cameranya. Lalu dengan konyol ia mulai berfoto selfie. Layaknya pasangan alay pada umumnya. Barra tak pernah melakukan hal konyol ini sebelumnya. Tapi, sejak bersama Calista Barra jadi mulai ketularan virusnya Calista.
Sekarang galeri ponselnya mulai di penuhi akan foto mereka berdua. Bahkan Barra juga mengambil ponsel Calista. Lalu mengganti DP WA istrinya. Dengan foto mereka berdua sepertinya layaknya sepasang kekasih yang sedang tertidur pulas. Padahal Barra hanya sedang berakting saja.
Dan tak berselang lama, ponsel Calista langsung banjir komentar. Hal itu karena Calista tak pernah mempublikasikan pernikahan nya dengan Barra sebelumnya. Bahkan, ada beberapa sahabat Calista langsung menelpon. Tapi, di rijeck oleh Barra.
" Shiiitt... , Kenapa jadi ramai begini? ". Batin Barra yang tak paham dunia selebgram seperti istrinya. Karena Calista merupakan chef ternama di Negaranya. Bahkan banyak penghargaan yang telah ia raih sampai ke Eropa sana.
Dan Calista juga dulu terkenal Playgirl. Jadi, ia Sa sekali tidak pernah mempublis masalah pribadinya sekecil apapun. Karena tidak di public saja semua orang akan membuat gosip tentang nya. Apalagi kalau di publis. Seperti sekarang ini contohnya. Pusing dengan suara ponsel Calista yang tak berhenti henti berdering. Barra pun akhirnya memilih untuk mematikan ponsel istrinya. Dan meletakkan benda itu kembali pada tempatnya semula.