Married Accident

Married Accident
Penolakan Velyn



Setelah menyiapkan bekal dan menemani Mayra sarapan. Velyn langsung mengantarkan Mayra ke depan teras karena semenjak ia hamil Jery tidak mengizinkan istrinya terlalu capek dan juga bolak balik antar jemput Mayra lagi ke sekolahnya. Dan Mayra pun sangat mengerti kondisi Bunda nya.


"Hati hati sayang!!! ". Velyn melambaikan tangannya pada sang putri dan begitu pula dengan Mayra.


" Assalamu'alaikum Bunda ".


" Waalaikumsalam sayang".Sahut Velyn sambil tersenyum kearah putrinya.


Tak ada lagi yang membuat Velyn merasa sebahagia saat ini. Memiliki suaminya yang mencintainya. Dan putri sambung yang sangat care dan juga welcome padanya.Apalagi mereka sebentar lagi akan menambah anggota keluarga baru. Baby boy yang saat ini sudah berusia empat bulan lebih.


"Nyonya handphone nya sejak tadi bunyi".Seorang Art menyodorkan ponsel milik Velyn yang ternyata sejak tadi ketinggalan di meja makan.


"Dari siapa bik??? ".


" Walah, bibi gak bisa baca Nyonya ".Jawab art tersebut sambil nyengir kuda.


Velyn pun ikut terkekeh lalu mengambil alih ponselnya dari tangan Art tersebut. Dahi Velyn terlihat mengkerut saat melihat nama si penelpon memenuhi layar ponselnya.


Karena sudah lama sekali ia tidak pernah lagi menjalani komunikasi dengan si penelpon saat ini. Dan itu di sebabkan si penelpon yang memang menjaga jarak serta menganggap Velyn bukan bagian dari keluarga besarnya.


"Halo, ada apa Verren??? ". Velyn langsung bertanya setelah panggilan telpon nya tersambung.


Velyn tampak menghela nafasnya pelan. Tidak mungkin juga ia mengizinkan sepupunya itu untuk tinggal satu atap bersama dirinya dan juga suaminya. Apalagi Velyn sangat tahu bagaimana karakter dan sikap Verren selama ini.


Mau menolak pun Velyn masih sedikit ragu. Karena wanita yang bernama Verren ini pasti akan selalu punya alasan untuk membuatnya menyerah dan mengalah. Namun, rasanya kali ini Velyn tidak bisa membiarkan Verren masuk kedalam rumah suaminya. Bukan apa apa, Velyn hanya menghindari hal hal yang tidak di inginkan.


"Maaf Verren. Sepertinya tidak etis jika kamu harus menumpang di rumah suamiku. Bukankah rumah Akong juga kosong disana juga masih ada para pelayan".Jawab Velyn menolak dengan halus.


" Rumah Akong jauh dari pusat keramaian. Lagian tidak ada teman ngobrol. Loe itu pelit sekali Ve. Orang gue juga sepupu loe kan? ".Wanita itu mulai. nyolot membuat Velyn sedikit kesal dan jengah. Karena lagi lagi Verren memulai keributan lagi dengannya.


" Sekali lagi maaf Verren. Aku tidak bisa memberimu izin untuk tinggal dirumah ini. Lagian aku juga harus meminta izin mas Jery terlebih dahulu. Kalau kamu mau kau bisa tinggal di Apartemen ku saja. Lokasinya sangat dekat dengan Mall dan di pusat kota".Saran Velyn dengan lembut.


Velyn tahu pasti Verren sudah mengetahui siapa suaminya. Jadi, sepupunya itu yang notabene nya sering suka mengambil hak orang lain. Mungkin penasaran dengan suami Velyn.


Padahal selama ini hubungan mereka tidak begitu dekat. Dan juga sering cekcok. Karena Verren dan juga Maminya Verren yang sebenarnya adalah tante dari Velyn. Tidak pernah ingin akur dan menganggap Velyn bagian dari keluarga mereka.


"Kapan kau akan datang??? ".Tanya Velyn masih dengan nada bicara selembut mungkin. Karena Velyn juga orangnya tidak pernah berkata kasar.


Wanita itu selalu menjaga ucapannya dan juga bahasanya. Ia tidak pernah sekali pun menyakiti perasaan orang lain. Meskipun orang tersebut sudah menyakiti dirinya.


Karakter Velyn memang tidak beda jauh dengan Almarhuma Manda. Dan Jery sungguh beruntung memiliki istri yang sama sama baik dan juga berhati tulus seperti kedua istrinya.