
"Hoaammm... "
Febby mulai menggeliat dan membalikkan tubuhnya.Tanpa membuka matanya sama sekali. Karena ia begitu Nyaman di ranjang empuk itu semalam. Membuatnya enggan untuk beranjak.
Tapi setelah bolak balik menggeliat. Dan berguling kekiri dan kekanan. Ia mulai merasakan jika kasurnya ada yang beda. Hingga ia mulai membuka matanya perlahan.
"Hah... "
Febby sangat terkejut dan langsung membelalakan matanya . Menelisik seluruh ruangan yang sama sekali tidak pernah ia lihat sebelum nya.
"Gue ada dimana???. Kenapa gue bisa tidur disini???. Pakaian gue.. "
"Oh ya Tuhan... Apa yang sebenarnya terjadi???.Baju gue udah ganti nih. Punya siapa ini???".Febby memeriksa seluruh tubuhnya bahkan sampai hampir saja ia ikut membuka piyama tidur yang dikenakan saat itu juga.
" Ayo Febby... Sadar!!!. Apa yang terjadi semalam??. Ingat ingat!!! ".Febby mengetuk ngetuk kepalanya sendiri. Berusaha mengingat kejadian semalam. " Ah, bang Naufal... Mungkin... Aww.... "
Febby malah terpekik saat otak gresek nya tiba tiba traveling kemana mana. Dan ia ssmakin melotot sempurna saat ia melihat foto Naufal di atas nakas ketika ia masih SMA.
"Dimana polisi cabul itu???. Sial, awas saja kalau dia berani macam macam sama gue".
Febby langsung turun dari ranjang empuk itu. Dan ia kembali menoleh ke arah ranjang saat ia ada di depan pintu kamar.
" Uh... Kagak rela gue turun ,kasurnya empuk banget sih".Guman Febby sedikit tidak rela untuk beranjak dari tempat tidur itu.
Dan saat Febby sibuk dengan keraguan nya dan merasa tidak rela untuk meninggalkan kasur empuk milik Naufal. Tiba tiba pintu kamar itu di buka dari arah luar.
Ceklek....
Febby langsung menoleh dan memasang wajah sangarnya saat melihat wajah Naufal. Yang sejak tadi memang ingin ia temui.
"Kamu sudah bangun??? ".
" Abang semalem ngapain aja??? ".Seru Febby langsung bertanya membuat Naufal mengerutkan keningnya bingung.
" Maksud kamu?. Ngapain gimana??? ".
Febby menarik nafasnya kasar sambil menatap Naufal penuh selidik. " Abang mesti tanggung jawab pokoknya titik!!! ".Ucap Febby tegas.
" Tanggung jawab apaan??? ".Naufal semakin bingung saja dibuatnya.
"Abang itu udah... " Febby kembali menutup mulutnya membuat Naufal semakin bingung.
"Apaan???".Desak Naufal kembali membuat Febby langsung membusungkan dadanya.
"Aku sudah tidak suci lagi... hiks... hiks... ".Seru Febby sambil terisak . " Abang sudah melecehkan aku semalam. Bahkan abang melakukan nya saat aku tertidur pulas ".Sambung Febby sambil memukul mukul dada bidang Naufal.
" Hahahha... "Bukannya tersinggung Naufal malah tertawa terbahak bahak. Membuat Febby semakin geram dan kesal. " Oh jadi kalau aku memintanya dengan cara baik baik apa kamu akan mengizinkannya begitu??? ".Goda Naufal sambil menaik turunkan alisnya.
" Dasar polisi cabul, mesum... Sudah berbuat tidak bertangungjawab... Hiks... hiks...".Pekik Febby lagi membuat Naufal tidak bisa menahan tawanya lagi hingga pecah dan Febby pun semakin kesal.
"Fal... Naufal... ".
Febby langsung berhenti seketika kala mendengar suara Kinan yang memanggil manggil Naufal. Lalu Febby kembali menatap Naufal. Dengan tatapan bingung nya.
" Sayang, kenapa kalian belum turun juga?.Bunda udah nungguin loh daritadi".Kinan lalu menatap kearah Febby yang posisinya terlihat hampir menempel pada Naufal. Bahkan Kinan melihat Febby yang masih meneteskan air matanya.
"Febby sayang... Kamu kenapa???. Kok nangis ??? ".Kinan pun langsung menghampiri Febby dan menariknya masuk kedalam pelukan nya.
" Naufal??? ".Kini malah giliran Naufal yang mendapatkan tatapan tajam dari Bunda nya.
" Febby ngebet kawin Bun. Makanya dia ampe nangis histeris gitu".Ledek Naufal sambil mengulum senyumnya.
"Bunda... Bukan gitu bunda tapi...
" Tapi apa?. Hm??. Bukannya tadi kamu yang bilang sendiri agar aku harus tanggung jawab".Ledek Naufal lagi membuat Febby melotot tajam pada Naufal.
"Habisnya tadi waktu bagun Febby kaget bunda, Febby udah ganti baju aja padahal semalam...
" Sayang, semalam Bunda dan bik nah yang bantuin kamu ganti baju. Untung bunda masih ada piyama yang belum ke pake dan ukurannya pas di badan kamu. Makanya Bunda bantu kamu buat ganti daripada tidur pake gaun pesta gitu".Potong Kinan menjelaskan.
"Tuh dengerin!!!. Makanya otak nya jangan mesum melulu. Mentang mentang calon dokter".Naufal sedikit menyindir membuat Febby memanyunkan bibirnya.
Padahal aslinya Febby sangat malu sekali pagi ini. Bisa bisa nya dia berpikiran begitu. Sedangakan ia tahu bagaimana sifat Naufal selama ini ke dia. Febby merutuki kebodohannya sendiri. Dan tidak berani menatap wajah Naufal. Namun berbeda dengan Naufal yang terus saja gemas melihat tingkah Febby saat ini.
"Jadi giman?. Mau langsung nikah sekarang atau nanti nih??? ".
" Naufal... ".Kinan langsung menggeleng kan kepalanya sambil mengelus rambut panjang Febby yang masih ada dalam peluk kan nya.