
Esok harinya wajah Barra tampak begitu ceria. Tak seperti seminggu yang lalu. Selalu saja emosi tak karu karuan. Bahkan asisten joe adalah orang pertama yang menjadi sasaran empuknya. Untuk meluapkan kekesalan dan amarahnya. Karena tidak dapat jatah dari istrinya.
Sejak Joe menjemput bosnya tadi sewaktu dimension. Joe terus menatap heran pada bosnya itu. Meskipun Joe tahu betul siapa Barra sebelum menikah dengan Calista. Pria itu adalah pria yang hobby gonta ganti wanita setiap Malam nya.
Bahkan ada banyak wanita single. Yang rela di tiduri tanpa harus dibayar oleh Barra. Mereka menawarkan tubuhnya secara gratis. Hanya untuk merasakan bagaimana keperkasaan Barra di atas ranjang. Namun, sejauh itu Barra tetaplah Barra. Ia hanya ingin menyentuh wanita yang memang sudah biasa melakukan hubungan badan dengan pria.
Barra tidak ingin menyentuh perawan. Karena Barra pikir itu sangat beresiko. Dan tak jarang wanita yang sudah biasa melayani banyak pria pun. Hanya ia gunakan untuk memuaskan bagian Lobaknya saja. Tanpa harus di celupkan kedalam milik wanita bayarannya.
"Tuan, apa anda baik baik saja??? ". Joe memberanikan diri untuk bertanya. Karena ia merasa ada yang aneh dari bosnya itu pagi ini.
" Yah, saya baik baik saja. Malah jauh lebih baik ". Jawab Barra dengan santainya bahkan ia tampak tersenyum pada sang asisten.
" Joe".
"Iya Tuan". Asisten Joe melihat Barra lewat kaca spion depan mobil. Karena ia saat ini sedang menyetir mobil bosnya untuk menuju keperusahaan.
" Sudah berapa lama kau bekerja untuk saya???". Tanya Barra terdengar serius.
"Kurang lebih hampir 10 tahun tuan". Jawab Asisten joe jujur. Karena ia sama sekali tidak pernah meninggalkan Barra sekalipun Barra kala itu terancam bangkrut. Bahkan Asisten Joe sempat meminjam kan uang hasil kerjanya untuk membayar sisa gaji karyawan.
Joe juga rela menjual apartement hanya untuk membayar semua hutang Barra pada Bank. Dengan sisa uang yang ada mereka menyewa sebuah rumah sederhana. Dan tinggal bersama selama kurang lebih hampir satu tahun lamanya.
Dan tak di sangka waktu itu Barra bertemu kembali dengan rekan kerjanya. Yang tak lain dan tak bukan adalah Papanya Calista. Yaitu Revan mantan asisten Rayen , Yang telah berhasil menikahi sepupu Rayen Reva.
Hubungan kerjasama Revan dan Barra dulu cukup terjalin baik. Bahkan ketika mendiang Daddy Barra masih hidup. Namun, Revan dan keluarga besarnya memutuskan pindah ke Australia. Sedangkan perusahaan nya yang ada di Jakarta di urus oleh orang kepercayaan keluarga dari istrinya.
Dari pertemuan tak disengaja itulah Revan mulai kembali membantu Barra untuk membangun kembali perusahaan nya. Bahkan Revan tak tanggung tanggung untuk mengeluarkan dana yang cukup besar.
" Istri ku sedang hamil Joe".
Cekit...
Joe langsung menginjak rem nya tiba tiba. Membuat Barra hampir saja terbentur jok mobil di depan nya. Kalau saja ia tidak sigap untuk berpegangan pada ujung jok.
" Maaf tuan. Saya hanya terkejut saja". Joe langsung meminta maaf karena dia juga sangat terkejut. Atas apa yang baru saja di katakan oleh Barra.
"Apa benar Nyonya sedang hamil tuan??? ". Joe hanya ingin memastikan jika apa yang ia dengar tadi tidak salah.
" Ya, sekarang usia kandungan sudah jalan tiga minggu. Tapi, sepertinya anakku yang ini akan sedikit merepotkan banyak orang". Barra masih saja ketus.
"Bukankah anda juga sering merepotkan banyak orang tuan?? ".
" Maksudmu, Apa joe???. Kau sudah bosan terima gaji dariku??? ". Mark lagi lagi mengancam asisten nya itu.
" Ah, tidak tuan. Saya hanya bercanda ". Joe mulai kalang kabut sendiri saat Barra lagi lagi membahas masalah gaji. Bisa gagal nikah si Joe kalau sampai ia di pecat oleh Barra.
" Cepat jalan kan kembali mobilnya!!!. Kita akan terlambat meeting kalau begini ceritanya ".
" Baik tuan". Joe pun kembali menyalakan mesin mobilnya. Dan kembali fokus menyetir. Setidaknya Joe sudah lega. Akhirnya Barra bisa menemukan wanita yang tepat untuk Celine. Setidaknya jauh lebih banyak dan lebih segalanya dari mantan istrinya yang dulu. Sudah di pungut dan di angkat derajatnya. Tapi lupa diri dan tidak tahu cara berterimakasih.
"Joe, tetap awasi ****** itu!!. Aku tidak mau kalau sampai ia kembali mendekati istri dan putriku! ".
" Baik tuan".
Barra selalu saja kesal saat berurusan dengan mantan istrinya yang tak tahu diri itu. Bahkan sekarang wanita itu sudah berani mengancamnya. Ia juga bilang ingin merebut Celine darinya dan akan membawa Celine pergi dari hidupnya.
Jika ia tidak ingat hukum di Negara ini. Mungkin sudah sejak lama. Barra akan menghabisi wanita sialan itu. Hanya saja, Barra masih bisa berpikir waras. Dan Barra pun tidak mau gegabah dalam urusan seperti ini. Lagian, Jika melihat dari sikap Calista. Istrinya itu tidak akan pernah bisa di bodohi oleh Mantan istrinya dengan mudah.
TBC
AYO GENGS MAMPIR DI CERITA BRIAN YA. UDAH RILIS TUH SILAHKAN DI CEK!!!
OTHOR TUNGGU COMENTNYA YA!!
DAN OTHOR PUN MEMPERSILAHKAN UNTUK MEMBERIKAN HUJATAN SESADIS SADISNYA 🤪🤪ðŸ¤