
Setelah beristirahat satu jam lebih kini Naures dan Yuni sudah bersiap siap kembali. Karena sore ini mereka akan langsung berziarah ke makam kedua orang tua Yuni.
"Kamu gak capek sayang??? ".Naures bertanya sambil menantap pantulan wajah istrinya dari cermin. Karena saat ini Yuni sedang memoles sedikit wajah cantiknya dengan make up tipis terkesan natural.
" Aku tidak selemah itu kak. Aku juga masih kuat untuk berjalan ".Jawab Yuni sambil tersenyum.
" Kalau masalah suntik menyuntik masih kuat tidak sayang???".Goda Naures yang malah membuat Yuni menatap nya tajam.
"Kalau itu aku akan membayarnya nanti malam sayang".Yuni malah memberi lampu hijau tentang adegan Perkasuran ny pada suaminya.
Tentu saja hal itu membuat Naures senang bukan kepalang. Tidak diberi lampu hijau saja dia selalu tancap gas. Apalagi diberi dukungan, berbunga bunga. Berseri seri tiada tara si Naures nya.
"Aku pegang janjimu sayang".Seru Naures sambil tersenyum senang.
Yuni hanya mengangguk kan kepala nya saja. Karena dia juga tidak ada niat untuk menolak suaminya itu. Sebab, menolak juga hanya buang buang tenaga dan buang buang waktu saja. Naures pasti akan tetap melancarkan aksinya walaupun dirinya menolak.
"Ayo kita pergi sekarang saja!!!. Lebih cepat lebih baik".Naures langsung menggandeng tangan istrinya untuk segera keluar dari kamar hotel itu.
Yuni yang digandeng hanya bisa menggeleng kan kepalanya saja melihat semangat yang menggebu di wajah suaminya itu.
🌿🌿🌿🌿🌿
Hanya dengan memakan waktu sekitar 10 menit. Kini mobil Naures sudah sampai di rumah lama yuni. Bahkan yuni nampak terkejut dan tak mengenali rumahnya lagi. Sebab, rumah itu sekarang sudah di sulap menjadi rumah minimalis. Dengan bangunan yang kokoh, dan nampak bewarna. Bahkan dulu rumah yang lebih pantas disebut gubuk itu. Kini benar benar sudah layak huni.
"Kak... Sejak kapan rumah Ayah dan ibu di renovasi begini??? ".Tanya Yuni penasaran dan sekaligus terharu.
"Kamu tenang saja sayang!!!. Semua isi rumah tidak akan berubah. Bahkan semua barang peninggalan kedua orang tuamu masih ada semua didalam. Hanya saja ada beberapa barang yang disimpan di satu ruangan khusus agar tidak hilang. Sebab, yang di tata hanya barang barang yang masih bagus saja ".Naures menjelaskan sebelum mereka masuk kedalam rumah minimalis yang sudah nampak rapi dari luar itu.
Bahkan didepan rumah sudah banyak tumbuhan hias. Pohon mangga, rambutan yang sudah mulai berbuah.
" Yuni... Kamu yunita kan anaknya pak Almarhum pak Danu??? ".Tanya bu Tejo yang dulu adalah ibu Rt . Mereka juga berjasa besar bagi yuni karena bantuan bu tejo dan suaminya pak tejo juga, Yuni dan keluarga nya mampu bertahan hidup.
" Bu tejo... Apa kabar bu. Iya aku yuni bu".Seru Yuni sambil menanyakan kabar wanita yang sudah mulai menua itu.
Dulu bu tejo usianya juga tak kalah jauh dari orang tuanya. Tapi sekarang bu tejo terlihat lebih lusuh dan tak terurus. Mungkin karena dia sering pergi ke ladang.Karena pak tejo suaminya sudah tidak menjabat sebagai ketua RT di lingkungan tempat tinggal Yuni lagi.
"Baik nduk, Alhamdulillah".Jawab Bu Tejo tersenyum senang saat melihat yuni kembali. Karena mereka sejak dulu telah menganggap yuni sebagai putri mereka sendiri juga. Sebab, pak tejo dan istrinya tidak memiliki anak. Mereka hanya mempunyai anak angkat yang kini entah kemana. Sebab, yuni sudah lama tidak berhubungan dengan orang kampung halamannya.
" Yaa Allah nduk, kamu saiki semakin ayu nduk".Puji Bu tejo nampak berkaca kaca setelah yuni memeluk tubuh lusuhnya.
"Bu tejo bisa aja. Yuni masih sama kok bu sama yang dulu".Tutur yuni sambil terkekeh. " Oh ya bu, Ini kak Naures suami yuni, masih ingat kan??? ".Yuni juga memperkenalkan kembali suaminya pada bu tejo.
" Duhh... Gusti... Nak Naures juga makin ganteng ya. Wes cocok tenan kalian berdua iki".Seru Bu tejo yang tak henti hentinya memuji Naures dan yuni.
Naures hanya tersenyum ramah pada bu tejo. Tapi bu tejo juga yang notabene adalah orang yang sangat cerewet dan bahkan bicara tidak bisa pelan. Membuat warga sekitar ikut heboh saat melihat bu tejo mengobrol dengan orang yang tidak mereka kenal itu.
Tapi bu tejo dengan semangat nya menjelaskan jika Yuni adalah putri pak Danu yang sudah menikah dengan Naures orang Jakarta. Seluruh warga memang tidak pernah tahu tentang pernikahan Naures dan Yuni waktu itu. Karena Pak Tejo dan Bu Tejo memang sengaja merahasiakan nya dari warga agar tidak terjadi kesalah pahaman.
Banyak warga yang nampak pangling dan cuma iri dengan nasib yuni. Apalagi saat mereka melihat suami yuni sangat tampan. Dan juga membawa mobil mewah. Dari penampilan yuni saja warga bisa tahu jika yuni pasti hidup enak di Jakarta. Saat rumah kedua orang tua yuni djbangun satu tahun yang lalu saja. Mereka sudah bisa menebaknya. Apalagi sekarang sudah melihat langsung diri yuni dan Naures suaminya.