Married Accident

Married Accident
Berniat Jualan Pembalut



Sedangkan didalam kamar saat ini Naures dan juga Yuni sedang asyik asyiknya, perang kenikmatan. Keduanya sudah sama sama di penuhi oleh kabut gairah.


Baik Yuni maupun Naures saling menyerang satu sama lainnya. menikmati aroma cerry dan juga mint yang saling bergantian saling sesap.


"Mau gaya apa?. Sayang? ".Bisik Naures setelah pagutan dan serangan bibirnya terjeda.


" Biar aku yang memulainya!!! ".Jawab Yuni dengan beraninya. Tentu saja Naures langsung tersenyum senang. Dan menganggukkan kepalanya setuju.


"Lakukanlah sayang!!!. Aku sudah tidak sabar lagi melihat sisi liar dirimu".Jawab Naures dengan tersenyum bangga.


Betul saja tanpa menunggu lebih lama lagi. Kini sudah membalikkan keadaan. Dengan ia yang ada di atas tubuh suaminya. Yuni menatap dalam mata indah suaminya. Dengan tatapan menggodanya. Lalu ia mulai beringsut turun dari atas tubuh suaminya.


Naures hanya memperhatikan sambil meneguk salivanya dengan sangat susah. Ketika istrinya mulai membuka piyama tidurnya. Dan melemparkannya dengan asal ke sembarang arah.


" Kenapa ini semakin terlihat padat dan mengembang sayang??? ".


Naures malah dengan sengajanya menyentuh dan meremas dua gundukan yang terpampang nyata di di depan matanya saat ini. Bukit sintal kembar itu memang selalu bisa membuat Naures tidak bisa untuk menghindari nya.


" Apa dulu mereka terlihat kecil?. Hm? ".Goda Yuni sambil memberikan tatapan menggodanya.


Naures mengulum senyum nakalnya. Saat lagi lagi Yuni dengan sengaja menyentuh bagian terong panjang yang memang sudah mulai keras dan berontak di dalam sana.


" Sayang... Bantu saja dia untuk muntah di dalam sini!!! ".Naures malah lebih gila. Ia menyentuh almond dengan ujung jarinya. Membuat Yuni menggigit bibir bawahnya.


Tapi dengan sengajanya Naures malah semakin menekankan jarinya kedalam sana. Dan Yuni pun malah refleks mengangkat bokongnya. Membuat Naures leluasa menjalarkan jarinya masuk ke area Almond.


"Akh.... ".


Pada akhirnya sekuat apapun Yuni bertahan untuk tidak mengeluarkan suara nya. Tapi sepertinya percuma saja. Saat Yuni berusaha menahan nya. Naures malah semakin gencar memainkan jarinya dibawah sana.


" 69,Sayang...!!!! ".Lirih Naures dengan suara beratnya.


Senyuman Yuni terbit begitu saja. Karena ia sudah paham apa yang dimaksud oleh suaminya itu. Dan beberapa detik kemudian Yuni pun mulai memakai cara itu serta memposisikan dirinya.


" Uuhhh... Akhh... ".


Suara lenguhan dan suara suara erangan mulai saling bersahut sahutan. Ketika Naures melainkan lidahnya dengan bermain bersama si Almond. Yuni malah tidak mau kalah menyesap dan ikut menghisap ujung terong panjang itu.


Bayangkan saja jika bermain pada bibir saja. Rasanya sudah aduhai. Apalagi bermain pada Almond yang sudah sensitif akan sentuhan Naures. Banjir banjir dah itu benda. Membuat jiwa kelelakian dan jiwa kejantanan Naures semakin meronta tinta saja.


Puas akan pemanasan ala Yuni dan Naures. Kini keduanya sudah akan memulai penyatuan nya. Dengan Yuni yang berada di atas tubuh suaminya.


"Akh... ".


Suara ******* tertahan saat Yuni mulai menyatukan Almond bertemu si terong ungu panjang. Rasanya selalu nano nano, tidak berubah sedikit pun. Kadarnya tidak berkurang, Namun malah semakin nikmat saja.


Naures dibuat bertekuk lutut oleh Yuni malam ini. Jika sebelum nya Yuni selalu kalah tenaga oleh Naures . Tapi entah kenapa malam ini kehebatan dan tenaga istrinya malah maju dari biasanya. Atau mungkin pengaruh semangat nya Yuni. Hingga sedikit pun wanita itu belum merasa lelah. Padahal sudah berkali kali ia mencapai puncaknya.


Hampir empat puluh lima menit. Keduanya saling berbagi peluh dan keringat kenikmatan. Hingga akhirnya Naures pun ikut kembali memuntahkan isi terong panjang itu kedalam sana. Yang rasanya menjalar sampai dinding rahim istrinya.


"Aaakkkhhh.... ".


Naures memegang erat kedua bahu istrinya. Dan Yuni pun menggigit menjah leher suaminya. Tanpa sadar membuat sebuah lukisan hak kepemilikan nya disana.


Naures mengembuskan nafasnya. Membuangnya perlahan. Begitu pun dengan Yuni yang masih terus terengah engah di atas tubuh suaminya.


"Apa kau baru saja minum jamu sayang??? ".Tanya Naures yang masih saja heran akan semangat istrinya malam ini.


" Aku tidak butuh jamu untuk menumbangkan milikmu ini sayang".Jawab Yuni dengan nakalnya malah kembali menyentuh terong ungu di bawah sana.


Naures langsung terpingkal pingkal menahan geli dan juga mendengar jawaban konyol istrinya.


"Hentikan sayang!!!. Itu sangat geli".Teriak Naures sambil ingin menepis tangan istrinya dari pusaka terong bertuah miliknya itu.


" Kenapa???. Bukankah tadi kau tidak mau berhenti?. Hm? ".Yuni malah semakin gencar saja memainkan nya membuat Naures hanya bisa tertawa sambil meringis.


" Sayang... Apa kau berniat jualan pembalut??? ".


Deg...


Yuni langsung mengerutkan keningnya bingung dan refleks menghentikan gerakan tangannya.


TBC