
"Dari mana saja kamu Velyn??? ".
Bariton suara seorang pria tua yang terdengar tegas membuat gadis cantik bernama Evelyn itu menghela nafasnya berat. Baru satu minggu ini ia sedikit tenang karena sang kakek sedang pulang ke kampung halaman nya di Negara Tirai Bambu.
Tapi seperti nya mulai pagi ini ia kembali akan mendapatkan wejangan dari sang kakek kembali. Dimana pria tua itu selalu menuntutnya untuk melanjutkan pernikahan nya dengan Yohanes. Pria yang sama sekali tidak pernah ia sukai ataupun cintai.
" Kapan Akong pulang??? ".Tanya gadis itu balik.
Pria tua itu pun langsung bangkit dari tempat duduknya. Dan menghampiri cucu satu satunya. Tatapan pria tua keras kepala itu membuat Velyn sedikit aneh dan bingung.
"Kenapa berhenti bekerja???. Bukankah pekerjaan itu adalah cita cita kamu dari kecil Velyn???. Kamu pernah bilang pada Akong jika menjadi pramugari kamu bisa berkeliling dunia naik pesawat. Dan itu membuatmu berasa hidup di atas awan bukan??? ".
Senyum Velyn terbit, sudah lama ia tidak pernah melihat kakeknya berbicara pelan seperti ini. Bahkan saat baru pulang tugas saja. Biasanya Velyn selalu di jemput oleh pengawal pribadi kakeknya. Kadang sampai membuatnya harus kejar kejaran dengan para pengawal pribadi sang kakek.
Tapi, entah kenapa pagi ini. Kakeknya berubah sikap seperti ini. Membuat Velyn sedikit bingung. Dan was was akan sikap kakeknya. Velyn takut kakeknya sedang merencanakan sesuatu.
"Akong itu semua adalah kata kata Velyn sewaktu masih kecil. Sekarang Velyn sudah punya pemikiran yang berbeda".Jawab Velyn berusaha untuk tetap tersenyum.
" Bukankah Velyn juga harus menikah???. Sekarang Velyn sudah menyerah Kong".Ucap Velyn sambil menatap wajah sang kakek. Orang yang telah membesarkan nya sampai ia tumbuh menjadi gadis cantik seperti sekarang in.
"Velyn akan menerima perjodohan ini Akong. Tapi sebelumnya, izinkan Velyn berbicara dengan Yohanes terlebih dahulu Kong!!! ".
Pria tua itu langsung terkejut karena tiba tiba cucunya mau menerima Yohanes sebagai suaminya. Di saat ia baru saja mengetahui kebenarannya sesungguhnya.
" Tidak Velyn. Akong sudah membatalkan perjodohan kalian ".Jawaban tak terduga oleh Velyn yang keluar dari bibir sang kakek.
" Maafkan Akong Velyn!!!. Akong salah karena telah memaksa kamu untuk menikah dengan Yohanes. Seandainya Akong lebih teliti dan tahu rencana mereka dari awal. Mungkin Akong tidak akan pernah menjodohkan kalian berdua".
"Akong.... " Velyn pun nampak terkejut mendengar nya.
"Kenapa kamu tidak pernah memberi tahu Akong kebenarannya Velyn???? ".Pria tua itu kembali menatap Velyn dengan perasaan yang selalu merasa bersalah.
Pria tua bernama Avie Fang pria bermata sipit dengan ciri khas orang Tionghoa pada umumnya. Ia kehilangan putra dan juga menantunya karena sebuah kecelakaan. Hingga ia harus membesarkan cucu perempuan nya sendiri.
Tapi ia hampir saja membuat kesalahan. Dengan menjodohkan Velyn dengan pria yang mempunyai tujuan tersendiri. Setelah berhasil menikahi Velyn. Dan sayangnya ia baru mengetahuinya saat ia sedang pulang ke kampung halamannya. Di Negara tirai bambu tersebut.
"Apa karena bayi itu kau resign dari pekerjaan mu Velyn??? ".
Deg...
Tubuh Velyn mendadak tegang. Ia sampai lupa jika kakeknya pasti mengetahui apapun yang ia lakukan di luaran sana. Jadi, sangat mustahil Velyn bisa mengelak kali ini.
" Akong... Velyn moh...
"Akong tidak akan sejahat itu Velyn. Biarkan cicit Akong tetap hidup dan tumbuh besar!!!!. Dan Akong juga tidak akan mendatangi pria itu. Jika itu sudah menjadi keputusan mu".Ucap Sang Kakek serius.
" Maafkan Velyn Akong!!!. Velyn tidak berpikir panjang sebelum nya.Maafkan Velyn karena sudah membuat Akong malu!!! ".
Velyn langsung memeluk tubuh tua itu dengan sangat erat. Ia juga merasa bersalah pada kakeknya. Apalagi saat ini sang kakek sudah bisa mengerti posisi nya.
" Akong yang seharusnya minta maaf padamu Velyn. Selama ini Akong samgat keras dalam mendidik mu. Tanpa memikirkan perasaan kamu. Akong gagal jadi seorang Kakek yang baik. Mungkin Papi dan Mami kamu sangat kecewa dengan Akong".
"Akong... Jangan bicara seperti itu. Velyn yakin Papi dan Mami pasti bisa memahami semua ini".
Kakek dan Cucu itu pada akhirnya bisa saling terbuka. Dan terlihat lebih menghangat. Tidak seperti sebelumnya. Selalu nampak tidak akur.
Velyn bersyukur meskipun kehadiran janin di rahimnya tidak tepat. Tapi setidaknya ia bisa merasakan kehangatan dari keluarga nya.
TBC