
Bara memijat pelipisnya saat tubuhnya malah terasa panas. Sejak tadi ia jadi tidak fokus untuk memimpin meeting siang ini dengan para petinggi perusahaan. Mata Bara terus terfokus pada satu wanita cantik yang ada di kursi pojokan ruangan. Dimana disana Calista sedang asyik menikmati es krim yang hampir meleleh di tangannya.
Calista tidak tahu jika aksinya itu malah memecah konsentrasi suaminya. Bara meneguk salivanya sendiri. Ketika lidah Calista terjulur menyesap manisnya lelehan es krim yang berpindah dari sisi kiri dan kanannya.
Gleg...
Pikiran Bara travelling kemana mana. Ia malah membayangkan es krim itu adalah lobak kebanggaan nya. Yang dibasahi dengan benda tak bertulang milik istrinya. Hingga menciptakan geli dan nikmat secara bersamaan.
Bara menjadi menyesal mengizinkan istrinya untuk masuk kedalam ruangan rapat siang ini. Hingga konsentrasi nya menjadi buyar. Melihat atasannya sedang tidak fokus. Membuat Asisten joe langsung memberikan kode pada petinggi perusahaan. Yang merupakan karyawan Bara sendiri.
Paham akan kode dari Joe. Semua orang langsung bangkit dari tempat duduk nya masing masing. Dan mengosongkan ruangan hingga tersisa mereka bertiga. Bahkan Bara masih tidak sadar jika semua orang telah keluar.
" Tuan, anda boleh menghampiri nyonya!! ". Ucapan Joe seolah menyindir Bara yang melihat dari tatapan matanya. Jika saat ini Bara sedang berpikiran mesum akan istrinya itu.
Bara terkejut dan langsung menatap sang Asistennya dengan tatapan tajam. Namun, ia lebih terkejut lagi saaat melihat semua orang sudah tidak ada di dalam ruangan itu.
" Saya terpaksa menunda meeting tuan. Karena sepertinya tuan akan ikut makan es krim bersama Nyonya". Lagi lagi Asisten Joe sengaja menekankan ucapannya untuk meledek Bos nya itu.
" Kau...
" Saya permisi tuan. Silahkan di nikmati acaranya!! ". Joe langsung ngibrit lari keluar ruangan dan ia juga langsung menutup pintu ruangan dengan cepat.
Calista baru menoleh saat pintu ruangan di tutup oleh Joe. Dengan sisa es krim yang masih tetap di jilati. Calista menghampiri suaminya yang saat ini juga sedang menatap kearahnya.
Bara tak menjawab dia hanya merapikan jas nya lalu berdiri. Hingga kini tubuhnya sejajar dengan Calista yang memang ada di hadapan nya. " Apa es krim nya enak? ". Tanya Bara tiba tiba. Dan sontak membuat Calista menganggukkan kepalanya. Meskipun ia sempat bingung akan pertanyaa Bara suaminya itu.
Bara menarik sudut bibirnya. Lalu meraih remot kontrol untuk mengunci ruangan tersebut. Kemudian ia kembali menatap Calista sangat dalam. Menyeka bibir istrinya yang masih ada sisa sisa es disana. Dengan menggunakan ibu jarinya. Hal tak terduga Bara malah memasukkan jempolnya kedalam mulutnya sendiri. Membuat Calista melongo tak percaya. Sisa es di bibirnya malah kembali di makan oleh suaminya.
" Manis". Lirih Bara menarik sudut bibirnya licik.
" Tapi, akan lebih manis jika langsung dibersihkan menggunakan ini... ".
Bara pun langsung menyambar bibir istrinya. Menyesap dan menyapu bagian bibir Calista menggunakan lidahnya. Hingga es krim yang masih tersisa ikut ia bersihkan menggunakan benda tak bertulang miliknya.
Di dorongnya pelan namun menuntut. Tubuh Calista, hingga kini Calista telah bersender pada ujung meja. Bara pun mulai mengangkat tubuh istrinya. Mendudukkan bokong bulat berisi itu ke atas meja panjang yang ada di belakang nya.
Dengan buru buru Bara langsung menyingkap dres yang di pakai oleh istrinya. Apalagi saat Calista ikutan membalas ciuman panasnya. Des-ahan Calista meluncur dengan jelas.
Bara memang sangat aktif sekali sampai sampai jarinya kini ikut menerobos duluan dibawah sana. Menusuk pelan rongga kenikmatan surganya dunia. Lagi lagi lenguhan manja Calista selalu berhasil membuat seorang Bara khilaf dan kalab. Bara buru buru menanggalkan celana panjangnya. Membuka bungkusan lobak yang sudah padat berisi dan berontak di dalam sana.
Lalu Bara kembali mendorong tubuh istrinya agara Calista bisa terlentang setengah duduk di meja panjang itu. Lalu dengan cepat Bara mulai memposisikan dirinya. Pada akhirnya lobaknya kembali masuk kedalam rongga kenikmatan itu lagi. Dan mulai memacu tubuhnya.
Suara des-ahan Calista dan erangan Barra saling bersahut sahutan . Saat terjadinya pertempuran memabukkan itu. Bahkan Bara telah menanggalkan jas nya dan melemparnya ke sebelah istrinya. Ia masih sibuk menikmati pacuan tubuhnya yang semakin panas dan nyata hingga hanya rasa nikmat dalam dirinya yang lebih dominan.
Entah akan berapa lama keduanya berpacu di dalam sana. Sehingga di ruangan lain Asisten Joe dan Sekretaris nya Bara. Hanya bisa membujuk Celine untuk tidak menyusul kedua orang tuanya yang sangat lupa diri itu.