
Velyn saat ini tengah menikmati moment nya menjadi seorang ibu dengan dua orang anak. Dimana salah satu di antara nya sudah bisa melakukan beberapa aktivitas nya sendiri. Sedangkan Marchel lagi gemes gemes nya. Karena baby Marchel juga baru MPAsi.
Velyn pun lebih memilih untuk jadi ibu rumah tangga pada umumnya. Apalagi Jery juga tidak pernah setuju jika istrinya kembali bekerja. Velyn yang kini semakin berpenampilan anggun dan adem. Karena hijab yang selalu menutupi auratnya.
Meskipun penampilan Velyn belum syar'i. Tetapi, Velyn sekarang tidak pernah lagi membuka hijabnya di depan umum. Bahkan ia membuka hijabnya saat dirinya berada di dalam kamarnya saja.
Suaminya sudah pergi bekerja. Sedangkan Mayra juga masih sekolah. Saat ini tinggal Velyn dan baby Marchel saja dirumah dengan para pelayan dan babysitter nya.
" Assalamu'alaikum ". Lea langsung tersenyum saat sang menantunya menoleh karena mendengar salamnya.
" Waalaikumsalam, Wah ada Oma sayang". Velyn pun bangkit dari kursinya yang memang saat ini mereka berada di teras belakang. Sembari menyuapi baby Marchel makan.
" Maaf mi!. Velyn gak tau kalo Mami mau kerumah. Dan malahan Velyn gak denger suara mesin mobil Mami". Ucap Velyn merasa tidak sopan karena sama sekali tidak mengetahui jika Mami mertuanya akan datang.
" Gak papa sayang. Mami juga tadi naik taxi kok. Papa lagi ke bengkel , mobilnya tiba tiba mogok di jalan". Ucap Mami Lea menjelaskan.
" Kenapa gak telpon Velyn saja Mi?. Kan Velyn bisa jemput Mami".
" Kamu kan pasti repot, lihat saja cucu Oma juga masih fokus makan kok". Lea langsung mengecup pipi Marchel yang memang sangat mirip dengan Bundanya. Marchel memang keturunan Chinese asli. Bahkan matanya juga terlihat sipit.
" Si Koko ya, MasyaAllah tampan sekali ". Marchel hanya tersenyum saat di puji oleh Oma nya. Dan ia juga mulai meraih tangan Lea sembari terus memperhatikan wajah sang Oma.
" Mami dan Papa, besok akan ke Bangkok sayang. Grandpa sedang di rawat di rumah sakit. Uncle Raka dan aunty Kinan juga sudah disana sejak kemarin". Lea mulai membuka obrolan nya.
" Grandpa masuk rumah sakit lagi Mi?". Tanya Velyn yang memang sudah tahu jika ayah dari Mami mertua nya itu sekarang lebih sering keluar masuk rumah sakit.
" Iya sayang, Mami sih maunya Grandpa sama Grandma pindah ke Jakarta saja!. Biar Mami dan Aunty Kinan lebih mudah ngerawatnya. Tapi, ya kamu tahu sendiri Grandpa sangat sayang meninggalkan tanah kelahiran nya". Lea kadang juga tidak mengerti pikiran orang tua. Sama hal nya dengan mertua nya yang lebih memilih tinggal di rumah mereka sendiri.
Dengan dalih tidak ingin menyusahkan para anak, menantu dan juga cucu cucunya. Padahal, anak itu akan tenang dan nyaman jika mereka bisa mengurus para orang tua mereka dengan baik.
" Dan nanti kalau Mami sama Papi gak sempet ngomong dan pamit sama Jery. Tolong sampaikan ya Ve!. Soalnya Mami gak bisa pulang terlalu sore juga hari ini. Mau packing buat besok pagi".
Velyn pun hanya mengangguk kan kepalanya saja sambil tersenyum. Sebenarnya ia juga kasihan dengan Mami Lea. Mereka rela bolak balik satu bulan sekali untuk terbang ke Bangkok. Hanya untuk mengunjungi kedua orang tuanya.
Ya meskipun mereka memiliki jet pribadi sendiri. Namun, jika bolak balik terus pasti capek lah. Apalagi mereka juga tidak muda lagi. Sudah punya cucu banyak. Masih bersyukur mereka semua bisa di beri umur yang panjang.
Dalam keadaan begini Velyn jadi ingat kakeknya juga. Dimana sang kakek malah memilih tinggal di Beijing. Dengan dalih yang sama dengan para orang tua Mami mertuanya.
TBC