Married Accident

Married Accident
Sindiran Ketus Velyn



Jery keluar dari kamar mandi dengan keadaan yang nampak sudah segar. Lalu ia kembali mendekati ranjang. Untuk melihat istrinya yang masih tetap memejamkan matanya. Tapi dengan posisi membelakangi nya.


Tak mau mengusik tidur Velyn. Jery kembali melangkah menuju ruangan walk in closet dan mengambil setelan kerjanya sendiri. Saat ia sedang memakai kemejanya. Terdengar suara air kran dari wastafel kamar mandi. Membuat Jery menyembulkan kepalanya melihat kesana. Dimana pintu kamar mandinya tidak di tutup.


Punggung Velyn terlihat jelas oleh Jery dari arah belakang. Saat ini wanita itu tengah mencuci wajahnya di wastafel.


"Kamu sudah bangun??? ".Tanya Jery sembari mengacingkan kemejanya.


Velyn masih fokus mencuci wajahnya dan tidak menoleh sedikitpun pada suaminya. Lalu setelah selesai dengan ritual cuci mukanya. Velyn menyambar handuk kecil yang ada di samping wastafel. Kemudian ia berjalan mendekati Jery.


" Kalau masih lemes, istirahat saja dulu!!!. Biar Mayra nanti di antar sopir saja kesekolahnya".Ucap Jery lembut.


Velyn menatap Jery dengan tatapan kecewanya. Tapi, ia masih bisa bersikap manis pada Jery. Seperti saat ini, tangannya malah terulur untuk membantu mengacingkan kemeja suaminya. Membuat Jery membiarkannya saja. Dan tak menolak nya.


"Aku sudah jauh lebih baik. Daripada harus terus terusan tidur di ranjang seperti orang habis menjalani operasi saja".Ketus Velyn sambil tersenyum miris.


Jery menuatkan kedua alisnya bingung akan jawaban yang lebih terdengar sebagai sindiran itu yang di ucapkan oleh Velyn.


" Bukan seperti itu konsepnya Ve.Tapi kamu juga masih butuh istirahat, semua ini demi kesehatan kamu juga".Jawab Jery masih saja ingin menutupi kebenaran yang ada.


Velyn kembali tersenyum dan beranjak masuk ke ruangan walk in closet. Untuk mengambilkan dasi serta jas suaminya.


"Jangan khawatirkan aku mas!!!. Aku baik baik saja. Lagian aku juga sudah terbiasa di cuekin bahkan di bohongin".Senyum Velyn tetap terlihat meskipun kata katanya terdengar ketus.


" Mau yang mana mas??? ".Tanya Velyn sambil mengangkat kedua tanganya. Dimana ada dua dasi yang berada di tangannya dengan warna yang sama tapi berbeda coraknya.


" Yang kiri".Sahut Jery


Senyum Velyn kembali mengembang. Sambil kembali berucap".Lagi lagi kau salah mengambil pilihan mas".Ucap Velyn dengan nada sindiran kembali.


Velyn menoleh kemudian mulai memasangkan dasi untuk suaminya. Dengan dasi yang ia pilih sendiri. "Kalau mas pakai dasi yang tadi mas pilih. Maka tidak akan sesuai dan cocok dengan jas yang akan mas pakai".Ucapnya sambil merapikan kerah kemeja suaminya.


Jery hanya diam dengan tatapan sedikit curiga. Karena sejak tadi Velyn bersikap tak seperti biasanya. Ia selalu bicara seolah sedang melayangkan sindiran nya.


"Apa pun pilihan kamu mas akan pake".Jawab Jery mulai menimpali.


Velyn terkekeh dan mengambil jas suaminya di dalam lemari".Jangan main setuju setuju aja dong mas!!. Karena semuanya butuh pertimbangan".Jawab Velyn


"Mas yakin akan terus menyetujui pilihanku??? ".Tanya Velyn sambil tersenyum. Bibir gadis itu mungkin bisa tersenyum. Tapi yakinlah saat ini ia sedang berperang batin. Berusaha untuk tetap tegar dan kuat itu jauh lebih sulit daripada menahan amarah.


" InsyaAllah mas yakin. Karena apapun itu pasti kamu sudah mempertimbangkan nya dengan baik. Dan satu lagi pilihan kamu tidak akan salah".Jawab Jery yang belum paham akan pembicaraan Velyn.


Lagi lagi wanita itu tersenyum sambil merapikan jas Jery. Di usapnya pelan bahu suaminya. Dengan senyum yang semanis mungkin ia perlihatkan.


"Jadi, kalau aku minta pisah?. Apa mas juga akan menyetujuinya??? ".


Deg....


Jery dibuat bungkam akan pertanyaan Velyn saat ini. Ia merasa jika Velyn tidak main main saat ini. Nampak jelas dari wajah wanita itu. Jika dia sedang menahan sesuatu. Sesaat Jery mulai sedikit gugup, karena inilah yang di takutkannya selama ini. Dimana Velyn malah memintanya untuk bercerai. Tiba tiba Jery ingat kembali akan musibah yang menimpa Velyn. Dimana ia juga kehilangan calon anak yang di kandung nya.


"Hehhe... Gak usah tegang gitu mas!!!. Aku hanya bercanda".Velyn malah terkekeh pelan. Melihat wajah tegang Jery.


" Jangan ulangi lagi!!!. Mas tidak suka kau mengucapkan kata itu".Ucap Jery tegas.


"Makanya setiap hubungan itu butuh yang namanya KEJUJURAN mas!!! ".Velyn sengaja menekankan kata Kejujuran pada suaminya. Membuat Jery menautkan kedua alisnya.


" Ayo mas, kita turun untuk sarapan!!!. Mayra pasti udah nungguin kita".Velyn langsung mengalihkan pembicaraan dengan mengajak suaminya yang tidak peka dan juga belum paham itu. Dengan dalih mengajaknya sarapan.