Married Accident

Married Accident
Kesialan Leon



Di Apartemen Hani juga tak kalah hebohnya dengan apa yang terjadi di kediaman Kinan dan Raka pagi ini. Jika disana Febby yang membuat gencar isi rumah. Sedangkan di sini Leon yang membuat Hani emosi jiwa.


Bagaimana tidak emosi dan terkejut. Ketika bangun tidur Hani malah melihat Leon yang tertidur di sofa ruang tamunya.


"Oh Tuhan... ".Hani menepuk jidad nya sendiri saat ingat jika semalam ia lupa kalau Leon pun ikut masuk ke Apartemen nya.


Ketika selesai mandi Hani tidak keluar kamar lagi. Kelamaan berendam di dalam bathin membuat Hani lupa jika di ruang tamunya masih ada Leon. Selesai mandi Hani malah langsung merebahkan diri di kasur empuk nya. Sambil memainkan ponselnya dan akhirnya ketiduran.


Dengan menghela nafasnya berat Hani berjalan mendekati sofa. Dimana Leon masih tertidur dengan pulasnya.Tangan Hani terulur untuk membangunkan pria itu. Yang hanya memakai selimut dari jaketnya.


Tapi seketika Hani malah terpaku dan tak bergeming. Ia melihat wajah tampan yang damai dalam tidurnya. Bahkan saat tertidur begini Leon malah terlihat berkali kali lipat tampannya.


Hingga Hani tak sadar bibirnya terangkat membentuk sebuah senyuman. Tak ingin melewatkan momen itu Hani pun kembali masuk kedalam kamarnya. Lalu ia keluar dengan menggenggam ponselnya.


Beruntungnya Leon masih tetap pada posisi tidurnya semula. Belum bergerak sama sekali. Dan tentunya Hani tidak membuang buang waktu lagi untuk memotret Leon yang sedang tertidur lelap itu.


"Dia memang tampan sejak dulu. Tapi sayang sedikit oleng".Guman Hani sambil mengulum senyumnya.


Hani terus memperhatikan foto Leon yang ada di dalam ponselnya. Dengan senyam senyum sendiri. Tapi sedetik kemudian ia sadar dari sikap bodohnya. Yang tak tahu kenapa malah mengagumi Leon.


" Uhhh... "Hani menarik nafasnya panjang lalu menghembuskan nya perlahan. " Sadar Hani.. Sadar!!!. Dia itu bukan tipe kamu, dia banyak cem ceman nya. Calon laki laki hidung belang".Lirih Hani berusaha menyadarkan dirinya sendiri sambil memukul mukul pelan kepala nya.


"Oke... Relax Hani!!!!. Jangan jatuh cinta dengan pria yang salah!!! ".Ucap Hani pelan.


Setelah kembali menarik nafasnya. Hani langsung menggoncang lengan Leon. " Hei... Bangun!!!. Udah siang nih".Seru Hani berusaha menormalkan kembali detak jantungnya yang tiba tiba saja berdetak kencang.


"Leon masih ngantuk Bun. Lima menit lagi".Jawab Leon dengan suara seraknya. Malah ia merubah posisi tidurnya membelakangi Hani.


" Bun... Bun... Palak loe peyang. Gue Hani bukan bunbun".Sentak Hani kesal. Ia malah duduk di samping Leon tidur saking kesalnya karena tadi Leon menyebut kata Bun. Yang Hani pikir malah sebutan untuk wanitanya.


"Bangun... Gue siram air baru tahu rasa loe".Bentak Hani sambil mengguncang kasar bahu Leon.


Brakkk....


Beruntung saja Leon langsung membuka matanya dan melihat Hani hampir jatuh. Niatnya ingin meraih tangan Hani. Malah ia juga yang ikutan jatuh.


Sejenak keduanya sama sama terdiam. Saling tatap satu sama lain.Bahkan Leon pun tak berkedip menatap mata indah Hani.


"Minggir...!!! ".Hani langsung mendorong tubuh Leon untuk menjauh dari atas tubuhnya. Karena ia tidak bisa bergerak dibawah sana. Belum lagi detak jantungnya yang semakin berdegup kencang seperti ingin keluar dari tempatnya.


Bukannya menjauh Leon malah semakin mengunci pergerakan Hani. Membuat gadis itu menatapnya dengan sangat tajam.


"Jangan bergerak Hani!!!. Loe kalau terus terusan bergerak begitu nanti ada yang bangun. Mau??? ".Bisik Leon dengan seringai mesumnya.


" Makanya buruan minggir!!!. Loe itu bau ".Ucap Hani kesal sambil melotot tajam.


" Benarkah??? ".Leon menaik turunkan alisnya. " Banyak yang bilang gue itu semakin tampan jika bangun tidur loh".Godanya dengan senyum jahilnya.


"Cih... Hanya orang buta yang bilang begitu".Sahut Hani mencelos dan berusaha kembali mendorong tubuh Leon. Tapi sayangnya tenaganya kalah dengan tenaga Leon. Jadi percuma saja ia mengerahkan seluruh kekuatan nya yang juga baru bangun tidur.


Glekk...


Lagi lagi Leon malah meneguk salivanya dengan sangat susah ketika dua gundukan padat sedikit menyembul keluar. Dan berada tepat dibawah matanya. Karena piyama tidur yang dipakai Hani terlepas talinya. Sebab, piyama itu berbentuk kimono.


Hani pun ikut melihat kearah tatapan Leon. Dan...


"Dasar mesum.... Lepasin gue brengsek!!! ".Pekik Hani yang sadar jika Leon menatap gunung kembar miliknya.


" Makanya kalau pakai baju itu yang bener!!! ".Ucap Leon sambil melepaskan diri dari atas tubuh Hani.


Sedangkan Hani kembali menatap tajam kearah Leon sambil membenarkan piyama tidurnya. Lalu ia langsung bangkit dan berlari masuk kedalam kamarnya kembali. Meninggalkan Leon yang saat ini juga tak kalah gemetaran.


"Sial... Lama lama gue bisa khilaf juga kalau begini caranya".Gerutu Leon sambil menjambak rambutnya prustasi.


TBC