
Ke esokan paginya, Barra mulai membuka matanya karena ia merasakan ada sesuatu yang menempel pada lobaknya. Dan benar saja, ketika Barra menyibak selimut nya. Ternyata tangan Calista yang bertengger nyaman di area itu.
Lagi lagi Barra menghembuskan nafasnya kasar. Istrinya itu benar benar aneh, masih tertidur pulas saja tangannya malah kemana mana. Dan malah menetap di tempat yang tidak tepat.
Barra mulai menyingkirkan tangan istrinya. Dengan sangat pelan, agar tidur Calista tidak terganggu. Karena semenjak di nyatakan hamil, Calista beberapa hari ini sering sulit tidur. Jadi, harus olahraga dulu dan dibikin capek. Agar istrinya bisa langsung pules.
Barra membenarkan selimut untuk sang istri. Sebab, tubuh Calista juga masih polos. Hari ini adalah hari wekeend. Barra sengaja tidak menganggu tidur Calista. Karena semalam mereka habis memompa kembali.
Belum juga beranjak ponsel Barra sudah berdering. Pria itu langsung meraih benda pipih tersebut dengan cepat, Agar suara dering ponselnya tidak mengusik tidur Calista.
Barra memilih menjauh dari ranjang dan kini membuka pintu balkon kamar nya. " Iya, ada apa Joe??? ".
" Ada hal penting yang harus anda lihat tuan!. Dan saya sudah kirim silahkan di cek terlebih dahulu. Mungkin ini akan menambah bukti agar nona muda bisa tetap berada di tangan anda tuan".
Barra pun mulai mengecek ponselnya. Dan menjeda telpon Joe sang asisten. Senyum licik Barra terbit setelah ia melihat video yang di kirimkan oleh Joe.
" Kerja bagus Joe. Dan terus awasi dia!!! Jangan sampai ****** itu menang di pengadilan nanti! ".
" Siap tuan".
Barra sangat mengagumi cara kerja sang asisten. Dimana ia mampu membuat Melly tidak bisa mengelak lagi. Dan mungkin dengan ini , Barra akan tetap bisa merawat dan menjaga Celine. Barra tidak sudi jika Celine sampai jatuh ke tangan Melly. Karena wanita itu pasti tidak akan mengurus Celine dengan baik.
Hidupnya saja sampai saat ini masih belum berubah. Bagaimana jika Melly bersamanya?. Mungkin Celine hanya akan di jadikan sebuah alat bagi Melly untuk mengeruk habis kembali asset atas nama Celine.
" Kau tidak tahu sekarang kau berurusan dengan siapa?. Karena Barra yang dulu telah sirna oleh semua ulahmu sendiri Melly ". Tatapan Barra begitu tajam bahkan Barra sampai mengepalkan kedua tangannya.
" Good morning sayang". Barra terkejut saat toha tiba Calista telah memeluk tubuhnya dari arah belakang. Tanpa ia sadari kedatangannya.
" Morning, kau sudah bangun? ".Barra berusaha untuk tenang meskipun ia tidak tahu. Calista mendengar atau tidak obrolan nya dengan Joe tadi.
" Aku lapar ". Ucap Calista dengan sangat manja.
Barra pun melonggarkan pelukan tangan istrinya. Lalu ia membalikkan tubuhnya menatap sang istri yang kini hanya memakai kimono tidurnya dengan bahan kain tipis cenderung transparan itu.
" Lebih baik kita mandi dulu!!. Setelah itu baru sarapan!! ".Ucap Barra pelan bahkan Calista tampak melongo akan perubahan sikap suaminya. Yang biasanya selalu ketus padanya, Tapi pagi ini ia begitu tampak berbeda dari biasanya.
" Apa kau sedang kerasukan ??? ". Tanya Calista mulai memandangi Barra dengan dahi mengkerut. Bahkan Calista sampai memegangi jidad suaminya. Memastikan badan Barra panas atau tidaknya.
Barra menyingkirkan tangan Calista dari jidadnya. Lalu ia malah langsung membopong tubuh istrinya masuk dan melangkah menuju arah kamar mandi.
" Tidak usah banyak protes!! Lebih baik kita mandi saja sekarang! ".Ucap Barra menyeringai licik.
" Aku sudah sangat lapar, jangan lama lama mandinya!!! ". Calista lebih dulu mewanti wanti suaminya.
" Hem". Barra hanya berdehem saja . Dan entah itu ia paham atau tidak akan ucapan istrinya.
MASIH ADA YANG BELUM MAMPIR YA DI CERITA BARRA, KALIAN UDAH TAKUT DULUAN ATAU GIMANA NIH??? . 😂😂😂😂