
"Sayang... ".Naures berteriak sambil menurunkan kaca mobilnya. Membuat Yuni langsung menoleh ke arah mobil suaminya kembali.
" I love you... ".Ucap Naures dengan senyum menggodanya.
Yuni pun hanya bisa mengulum senyumnya. Bahkan yuni nampak menggeleng saja akan tingkah suaminya itu. Jika ingat saat pertama bertemu dulu, seolah tidak akan pernah hubungan mereka seperti sekarang. Karena dulu yuni juga merasa takut kalau Naures akan menelantarkan nya setelah ia dinikahi.
Mungkin dulu yuni juga berpikiran jika perbedaan kasta antara dia dan juga Naures sangatlah berbeda. Yuni bisa melihat dari penampilan Naures, dan yuni lebih terkejut lagi ketika kedua orang tua Naures datang. Mereka sangat terlihat modis dan mewah. Apalagi saat Naures dengan mudahnya menyanggupi perminy terkahir Ayahnya. Untuk menikahinya dulu.
Yuni melambaikan tangannya saat mobil suaminya mulai melaju dan meninggalkan area parkiran kampus.
"Ciee... yang di antar suami".Goda Feby yang tiba tiba saja berdiri di belakang nya.
" Feby... Ngagetin aja deh".Yuni sampai mengelus dadanya sendiri. Melihat itu feby hanya bisa nyengir kuda.
"Sorry... ".Ucap feby sambil tersenyum.
" Kelas yuk, udah mau mulai nih jam pelajaran nya!!! ".Yuni menarik tangan feby melangkah menuju arah kelas mereka.
🌿🌿🌿🌿🌿
Satu mata kuliah sudah selesai. Kini yuni dan feby pun bergegas untuk pergi ke kantin kampus. Keduanya meninggalkan kelas dengan langkah lebar dan juga senyum merekah. Karena feby selalu saja bisa membuat suasana menjadi hidup. Bahkan saat bersama feby Yuni selalu terhibur akan tingkah konyolnya itu.
"Mau pesan apa Nyonya??? ".Feby menyodorkan buku menu pada yuni sambil tersenyum .
" Mie ayam aja deh, sama air jeruk hangat!!! ".
" Yakin cuma itu, gak mau yang lain nih???? ".Feby menaik turunkan alisnya menggoda yuni dengan tingkah konyolnya itu.
"Mbak yuni... " Belum juga sempat menjawab pertanyaan Feby. Yuni sudah dikejutkan oleh kedatangan Naura adik iparnya.
"Naura... Kamu kok bisa ada disini???? ".Yuni menatap bingung kearah adik iparnya itu. Bahkan disana juga asisten pribadi Naura ,Anggun yang selalu ada disamping nya.
" Adik ipar gue".Sahut Yuni pelan. Karena Naura sudah mendekat kearahnya.
Naura duduk di samping yuni setelah Anggun menarik satu kursi untuk nya. Setelah itu Naura juga menjelaskan pada yuni kakak iparnya. Jika dia sekarang sudah kuliah di kampus yang sama dengannya. Yuni juga mengenalkan feby dengan Naura. Sedangkan asisten anggun hanya jadi pendengar setia para Nyonya muda nya.
Feby hari ini seperti orang bodoh saja. Ia sampai melongo melihat kecantikan putri bungsu tuan Rayen. Bahkan ia berasa mimpi bisa sedekat ini dengan keluarga Bagaskara.
Apalagi saat Naura bilang akan mengajak dirinya ikut shoping setelah pulang kampus nanti. Feby akan menolak karena ia malu merasa tidak setara dengan mereka. Tapi Yuni terus memaksanya untuk ikut begitu juga dengan Naura.
Bagi feby jangankan untuk shoping ke Mall. Beli baju di pasar saja ia kadang harus mikir. Karena perekonomian keluarganya tidak mendukung. Ayah feby hanya seorang sopir taksi sedangkan ibunya ibu rumah tangga yang setiap pagi berjualan nasi uduk didepan teras rumahnya.
Tapi walaupun keadaan perekonomian keluarga feby jauh dibawah rata rata. Feby beruntung bisa melanjutkan kuliahnya dengan mengandalkan beasiswa. Sedangkan kakak feby saat ini masih bekerja di luar negeri sebagai TKI. Kakak feby memutuskan untuk menjadi TKI sejak dua tahun lalu. Karena ia melihat perekonomian kedua orang tuanya yang tidak mendukungnya untuk melanjutkan ke perguruan tinggi.
Tapi saat ia mendengar kabar dari kedua orang tuanya. Jika sang adik mendapatkan beasiswa,Kakak feby semakin semangat untuk melanjutkan kontrak kerjanya menjadi TKI. Karena dia ingin membantu meringankan biaya orang tuanya. Sebab kuliah kedokteran tak cukup hanya dengan mengandalkan beasiswa saja.
"Udah gak usah pusing!!!. Naura memang begitu orangnya. Ia juga bukan orang susah feb. Suaminya tajir melintir".Seru Yuni memberitahu lagi feby sahabat nya.
Karena saat ini mereka berdua sudah berada didalam kelas kembali setelah tadi makan siang dikantin kampus bersama istri sultan.
" Yaa Allah Yun, bukan masalah itu. Gue kan baru kenal sama Naura. Lagian gak etis banget sih kalau gue mau mah aja di traktir shoping sama dia. Gue juga malu tahu".Jawab Feby jujur.
"Iya iya gue paham maksud loe feb. Tapi tidak ada salahnya sekali kali saja. Lagian ini juga gratisan feb, loe bantuin gue kek icip icip uangnya Sultan".Goda Yuni sambil terkekeh.
".Emang setajir apa sih suaminya Naura itu Yun???".Selidik Feby mulai penasaran.
" Gue aja kagak tahu. Tapi yang jelas kekayaannya melebihi kekayaan keluarga suami gue katanya".
Feby melotot sempurna saking terkejutnya. Ia merasa keluarga Bagaskara saja sudah sangat tajir. Apalagi kalau bisa melebihi itu. Feby sampai bingung sendiri membayangkan kekayaan suami Naura.
"Pusing gue Yun".Celetuk Feby sambil memijit keningnya.