
Satu minggu sudah berlalu, Naures pun tidak lupa akan janjinya pada sang istri. Pagi pagi sekali keduanya sudah bersiap siap untuk pergi ke Bandara. Karena hari ini mereka berdua akan segera terbang ke Yogyakarta. Karena sesuai rencana sebelum nya. Jika setelah mereka berdua libur semester. Maka akan pergi liburan dan sekalian untuk berziarah ke Makam kedua orang tua Yuni yang ada di yogya.
Tapi saat keduanya sudah akan keluar Apartemen. Tiba tiba mereka dinkejutkan oleh kedatangan kedua orang tua Naures. Siapalagi kalau bukan Rayen dan Lea.
"Papa, mami... ".Naures pun ikut terkejut saat melihat kedua orang tuanya sudah berdiri di depan pintu Apartemen nya.
" Papa dan Mami kok pagi pagi udah ada disini??? ".
" Mami, dan Papa akan ikut mengantar kalain berdua sampai ke bandara. Boleh kan sayang??? ".Lea langsung angkat bicara.
" Ya Allah mi, nggak usah repot repot!!!. Yuni dan kak Naures bisa pergi sendiri kok".Sahut Yuni merasa tidak enak hati jika harus merepotkan kedua mertuanya itu.
"Tidak repot Yun, Mami malah tadi punya niat untuk ikut ke Yogyakarta".Celetuk Papa Rayen yang langsung mendapatkan cubitan gemas di perutnya. Siapa lagi pelakunya kalah bukan mami Lea istrinya sendiri.
" Mami mau ikutan??? ".Tanya Yuni antusias. Tapi Naures malah terlihat lesu. Naures pikir bisa kacau rencanya liburan bersama sang istri jika sampai kedua orang tuanya itu ikutan juga.
" Tidak sayang, Mami tidak mau mengganggu acara liburan kalian berdua".Jawab Lea sambil tersenyum. Karena Lea sudah bisa membaca perubahan wajah putranya saat papanya bilang jika mereka berniat ikutan terbang ke Yogyakarta.
"Tidak sama sekali kok mi. Yuni malah seneng banget kalau mami sama Papa mau ikut juga. Iya kan kak??? ".Yuni malah meminta persetujuan suaminya. Membuat Rayen malah terkekeh. Ia bisa melihat juga wajah putranya langsung berubah masam dan kecewa.
" Sayang, Papa dan Mami harus jagain Oma dan Opa disini. Kamu tahu sendiri kan kondisi Opa sekarang gimana??? "Naures berusaha memberi pengertian untuk istrinya.
" Benar sayang, Mami tidak bisa ikut karena Opa juga harus selalu dikontrol ke dokter.Opa kan sudah sering sakit sakitan ya walaupun hanya masuk angin doang sih".Jawab Lea sambil menekankan kata masuk angin. Yang membuat Naures memohon pada maminya. Bahkan Naures sampai memberikan kode pada sang mami untuk paham apa maksud nya.
Yuni hanya mantuk mantuk saja. Ia juga tidak bisa memaksa kan dirinya. Karena apa yang dikatakan oleh Mami mertuanya juga benar adanya.
"Kalian udah mau berangkat kan??? ".Naures dan Yuni hanya menganggukkan kepala mereka saja. " Yasudah ayo kita berangkat sekarang saja!!!. Biar gak terkena macet dijalan".Seru Lea sambil menggandeng tangan menantunya.
"Res, papa harap kau tetap bisa menjaga yuni istrimu dengan baik!!!. Karena sekarang dia hanya punya kamu dan keluarga kita saja. Bahkan mendiang Ayahnya juga sudah menitipkan yuni kepada kita ".Rayen menepuk bahu putranya pelan.
" Apapun yang terjadi nantinya. Papa harap kamu bisa tetap sabar dan percaya pada istrimu Res. Jangan pernah menduakan nya!!!. Jika sampai hal itu terjadi, maka kau akan berurusan langsung dengan papa".Ancam Rayen penuh penekanan.
Rayen tidak mau rumah tangga putra dan putri nya hancur. Seperti rumah tangga nya dulu. Bahkan ia sudah salah jalan. Tapi Rayen juga beruntung bisa mendapatkan wanita yang jauh lebih baik. Walaupun jalannya juga sempat salah di asal pertemuan.
"Papa tenang saja!!!. Karena aku tidak akan pernah melakukan hal bodoh seperti itu pa. Dan Naures juga berjanji tidak akan mengecewakan kalian!!! ".Jawab Naures tak kalah tegasnya.
"Papa percaya padamu res".Puji Rayen bangga. " Tapi, saran papa, kau cepat selesai kan urusanmu dengan wanita penggoda itu, Sebelum dia berbuat nekad!!! ".Sambung Rayen dengan penuh perintah.
Naures mengerutkan keningnya bingung. " Siapa wanita penggoda yang papa maksud??? ".Tanya Naures
" Siapa lagi kalau bukan sicit itu".Celetuk Rayen sambil melangkah pergi. Membuat Naures langsung terkejut karena ia tak habis pikir kenapa papa nya bisa tahu segalanya. Tapi beberapa detik kemudian Naures langsung sadar.
"Pa, ayolah sejak kapan papa terus mengawasi ku secara diam diam begini??? ".Tanya Naures yang langsung mengejar papa nya.
Tapi Rayen hanya bersikap santai tanpa ingin menjawab pertanyaan putranya. Tapi disaat Naures ingin bertanya kembali. Di urungkan oleh suara panggilan dari maminya yang sudah sampai di depan pintu lift.
" Pa, Naures... Ayo buruan nanti keburu terkena macet loh!!! ".Seru Lea sambil sedikit berteriak pada suami dan putranya itu.
" Iya sayang... Iya mi".Sahut Rayen dan Naures secara bersamaan.
"Pa come on!!!. Papa belum jawab pertanyaan Naures tadi!!! ".Seru Naures yang tak habis pikir akan sikap papanya itu. Sejak dulu mereka selalu di awasi saja. Bahkan papa nya juga sudah menyiapkan orang orang khusus untuk memantau semua aktivitas putra dan putrinya. Mungkin hanya dengan mark papa nya itu percaya jika putri nya tidak akan di usiknya kembali.