
Setelah melihat Velyn dan putrinya menyeberang jalan . Kini Jery berbalik badan dan menatap David dengan tatapan tidak sukanya.
"Velyn sekarang adalah istriku. Jadi, saya harap anda bisa lebih bersikap sopan pada istri orang!!! ".Ucap Jery tegas dengan tatapan yang dingin.
Mendengar penuturan Jery membuat David dan juga Lily tampak terkejut. Karena mereka berdua tidak tahu jika Velyn sudah menikah. Belum lagi David sangat mengenal siapa pria yang ada di hadapan nya saat ini. Begitu juga dengan Lily yang memang bekerja di sebuah perusahaan sebagai seorang sekretaris. Bahkan perusahaan tempatnya bekerja itu pun mengadakan kerja sama dengan perusahaan Jery.
David hanya diam tanpa menjawab sepatah kata pun juga. Karena ia sudah merasa sangat kalah.Sedangakan Jery nampak begitu santai membayar satu botol air mineral dengan uang seratus ribuan. Dan tidak mengambil uang kembali annya lagi.
"Saya harap ini kali terakhir kalian berdua untuk menampakkan wajah kalian di hadapan istri saya!!! ".Ucap Jery lagi sebelum ia meninggalkan kedua manusia itu.
🌿🌿🌿🌿🌿
"Kita langsung pulang saja jika kamu capek!!! ".Ucap Jery pelan ketika ia sudah masuk kedalam mobilnya. Dan melihat Velyn nampak sedang memikirkan sesuatu.
" Kita sudah janji dengan Mayra mas, Lagian aku baik baik saja kok. Tak perlu khawatir!!! ".Jawab Velyn sambil tersenyum.
" Kita lain kali saja Bunda jalan jalan nya kalau Bunda capek".Sahut Mayra dari kursi belakang.
Velyn langsung menoleh begitu pun dengan Jery. Menatap wajah cantik Mayra yang sedang memakan coklatnya tadi.
"Bunda belum capek sayang. Dan lagian hari ini sangat jarang terjadi. Jadi, Bunda juga tidak akan menyia nyiakan kesempatan sayang". Velyn berucap seolah sedang menyinggung Jery.
" Papa janji selanjutnya papa akan berusaha meluangkan waktu lebih buat kalian sayang ".Sahut Jery yang merasa jika dirinya sedang di singgung secara sengaja.
Velyn hanya mengulum senyumnya saat mendengar ucapan Jery. Sedangkan Mayra langsung berjingkrak riang.
Jery sangat merasa bahagia kala melihat putri nya bisa sebahagia ini. Padahal itu baru rencana saja. Sekarang Jery paham jika kebahagiaan itu tak seharusnya selalu dengan kemewahan. Karena hal sederhana seperti ini saja bisa membuat orang bahagia.
Velyn juga sampai heran sendiri. Bagaimana bisa ia memiliki suami setampan ini. Dan setiap kali Jery memanggilnya Bun. Rasanya Velyn dibuat terbang hingga ribuan kupu kupu berterbangan di dalam dadanya.
"Aku nurut aja mas".Jawab Velyn yang seketika di buat gugup akan tatapan Jery yang nampak tak biasa padanya. " Mayra sayang kamu mau jalan jalan kemana sayang??? ".Sambung Velyn bertanya pada Mayra untuk menghilangkan rasa gugupnya.
" Hemm... Mayra ikutan Bunda sama Papa saja deh, mau kemana ".Sahut Mayra membuat Jery mengulum senyumnya. Karena Mayra begitu sangat pengertian pada kedua orang tuanya.
" Baiklah, sekarang Papa yang putuskan sendiri. Akan membawa istri dan putri Papa jalan jalan kemana".Seru Jery sambil melirik kearah Velyn.
Degupan jantung Velyn serasa tidak normal hari ini. Apalagi ketika ia melihat tatapan Jery. Bahkan ingatan Velyn malah kembali flashback pada malam panas mereka . Seketika otak Velyn dibuat berpikir mesum jika mengingat hal itu.
Berulang kali Velyn menggeleng kan kepalanya. Berusaha untuk membuang pikiran kotornya. Namun, tiba tiba tangannya di genggam oleh Jery. Tapi fokus pria itu masih pada jalananan di depan sana serta setir mobilnya.
Sungguh Velyn berharap ini seperti mimpi saja. Dimana Jery mulai menerima kenyataan jika dirinya juga istri sah nya. Tak pernah Velyn bayangkan akan secepat ini Jery berubah dan memulai hubungan layaknya suami istri pada umumnya dengan dirinya.
Nyatanya baru seperti ini saja. Velyn sudah sangat bahagia. Dan Velyn bisa merasakan ketulusan Jery. Meskipun pria itu belum memiliki perasaan cinta padanya. Setidaknya Jery sudah mau mulai berusaha.
Velyn jadi ingat dimana dulu ia dan David menjalani hubungan secara diam diam. Karena pihak keluarga Velyn menentang hubungan mereka.Meskipun keduanya saling mencintai. Tapi Velyn tidak pernah merasa sebahagia sekarang. Saat bersama Jery rasanya sangat berbeda.
Padahal Jery sama sekali belum memiliki rasa apapun padanya. Mungkin karena Velyn selalu mensyukuri hal sekecil apapun dalam hubungan rumah tangga nya dengan Jery. Makanya ia selalu saja merasa puas dan bahagia. Velyn juga tak pernah menuntut hal apapun selain kebahagiaan Mayra.
Dalam waktu selama hampir tiga minggu ini. Velyn tak pernah menyesal memilih jalan seperti ini. Jalan yang ia pilih memang awalnya membuat hatinya tersakiti. Karena suaminya hanya mencintai satu wanita yaitu istri pertamanya saja. Tapi semakin kesini, Velyn sudah sangat beruntung. Ternyata jika lebih dekat dengan Jery. Pria itu tak seseram aura nya. Jery adalah sosok suami siaga dan juga seorang ayah yang sangat perhatian pada anak nya.
TBC