
Jam masih menunjukkan pukul tiga sore dimana Jery baru saja turun dari mobilnya. Saat ia sudah sampai di halaman depan rumahnya. Di tangan kanan dan kirinya menenteng dua kantong kresek yang berisikan semua pesanan istrinya.
Jery melihat ada mobil Papanya yang terparkir di depan samping mobilnya. Dan sudah bisa menebak jika di dalam pasti ada kedua orang tuanya. Tapi satu mobil yang lain nya. Membuat Jery menautkan keningnya bingung.
Karena ia juga mengenali dengan jelas siapa pemilik mobil tersebut. Jery melangkah dengan langkah lebarnya. Lalu langsung mengucapkan salam nya.
"Assalamu'alaikum, Sayang aku pulang".Serunya sambil sedikit berteriak.
Karena tak ada orang sama sekali di ruang tamu. Tak berselang lama Rayen dan dokter keluarga mereka baru menutuni anak tangga dari lantai atas. Membuat Jery langsung mengerutkan keningnya bingung.
" Pa, Ada apa???. Kenapa ada Om Wisnu disini???. Siapa yang sakit pa?? ".Tanya Jery mulai panik.
Tapi malah membuat Rayen tersenyum dan begitu pun dengan sang dokter." Tidak yang sedang sakit Jer".Jawan Rayen dengan santainya.
"Tapi kenapa Papa dan Om Wisnu baru dari lantai atas???. Mami dan Velyn baik baik saja kan Pa??? ".Tanya Jery lagi
Belum juga Rayen menjawab dari lantai atas Mayra sudah berteriak memanggil Papanya. " Papa... Buruan sini naik!!!" Teriak Mayra sambil tersenyum. Bahkan wajah Mayra tampak begitu senang sekali. Membuat Jery semakin heran dan bingung dengan apa yang sebenarnya terjadi.
"Sudah sana temui istrimu!!!. Dan jangan lupa ucapkan terimakasih padanya".Goda Rayen sambil mengulum senyumnya.
Jery pun langsung melangkah kan kakinya ingin menaiki anak tangga. Namun, sebelum nya, Jery menyerahkan kantong kresek yang ia bawa tadi pada Papanya. " Titip sebentar pa!!! ".Seru Jery tanpa menunggu persetujuan dari Rayen terlebih dahulu.
Lalu Jery langsung berlari kecil menaiki anak tangga. Membuat Rayen hanya bisa menghela nafasnya pelan. Lalu kembali mengantarkan dokter Wisnu untuk kedepan teras. Dan tak berselang lama seorang wanita cantik ikut turun bersama Lea. Sedangkan Jery sudah di dalam kamar menemui istri.
"Bunda... Kamu kenapa???".Tanya Jery terlihat mulai khawatir akan kesehatan istrinya karena ada dua dokter sekaligus yang baru memetiksa sang istri.
Velyn yang baru akan keluar kamar sambil merapikan kembali pakaian nya. Menatap wajah suaminya yang penuh kekhawatiran itu dengan sudut bibir yang terangkat membentuk sebuah senyuman.
Tak lama Mayra juga ikut masuk dan langsung berlari kearah Velyn. Memeluk pinggang Velyn dengan posesif. "Bunda, kapan adik bayi nya keluar??? ".Tanya Mayra dengan polosnya.
" Adik bayi??? ".Ulang Jery membelo. Ia belum ngeh dengan apa yang dikatakan oleh Putrinya.
" Iya Papa, Kata Oma dan Bu Dokter Bunda lagi mengandung adik nya Mayra sekarang. Iya kan Bunda??? ".Mayra meminta pembenaran dari Velyn.
Velyn langsung menganggukkan kepalanya saja. Membuat Jery tak bisa berkata kata. Bahkan ia tidak melanjutkan ucapan nya lagi. Jery langsung tampak berkaca kaca dan memeluk tubuh istrinya. Mengecupi seluruh wajah istrinya. Membuat Mayra menggeser tubuhnya kesamping Bunda nya.
"Hentikan Mas. Mayra juga ingin memeluk ku!!! ".Lirih Velyn sambil mendorong pelan dada bidang suaminya.
Jery pun langsung menatap putrinya yang saat ini sedang cemberut padanya. " Oh, anak Papa. Maaf sayang, Papa begitu senang mendengar kabar kalau Bunda sedang mengandung adik bayi. Dan itu tandanya sebentar lagi Mayra akan punya adik".Tutur Jery sangat bahagia. Akhirnya doa nya terkabul juga.
Padahal awalnya Jery mengira jika Velyn akan sedikit susah untuk hamil lagi. Tapi Allah malah langsung memberikannya rezeki kembali. Untuk menanamkan benihnya di rahim Velyn lagi.
"Adiknya cewek apa cowok Pa??? ".Tanya Mayra penasaran.
" Sayang, kita belum tahu adik bayinya cewe apa cowo soalnya usianya baru sembilan sepuluh minggu sayang".Jawab Velyn memberitahu.
"Sepuluh Minggu??? ".Ulang Jery lagi sembari menautkan keningnya heran. " Itu artinya ...
"Anak kamu udah ada disini setelah kita pulang dari Surabaya Mas".Potong Velyn cepat.
" Papa aneh".Celetuk Mayra membuat Velyn langsung terkekeh saja.
"Papa hanya terkejut sayang".Sahut Jery sambil menggaruk teruknya yang tidak gatal.
Rasa bahagia yang tak bisa di ungkapin lagi. Mungkin saat ini Jery merasa menjadi pria yang sangat beruntung. Harapan nya adalah bayi yang dikandung istrinya bisa semakin menjadikan hubungan dengan Velyn semakin harmonis.
Jery tidak berharap lebih mau laki laki ataupun perempuan baginya sama saja. Yang penting janin nya sehat tanpa kurang satu apapun saat lahir nanti. Begitu pula dengan sang istri nya.
"Oh ya mas, mana pesanan ku??? ".Tanya Velyn yang masih saja ingat apa yang ia inginkan tadi.
" Ada dibawah sayang. Ayo kota turun sekarang!!! ".Jery pun menggandeng kedua tangan perempuan yang sangat berarti dalam hidupnya saat ini. Membuat Velyn tersenyum penuh rasa syukur dengan apa yang Allah berikan padanya.
TBC