Married Accident

Married Accident
Lintah Darat Berotak Pengemis



" What??? ". Calista langsung melotot tak percaya akan ucapan Melly mantan istri suaminya itu. " Satu Milyar? ".Ulang Calista masih dengan tatapan terkejut nya.


" Uang segitu bukan nominal yang berat untuk kalian bukan?. Dan aku yakin asset kalian belum ada apa apanya dengan nominal itu". Melly semakin besar kepala saja dan bicara seolah Bara akan dengan mudah memberikan apa yang dia inginkan.


" Heh, kau pikir suamiku mau kasih kamu uang cuma cuma. Dan memang benar kata bibir busukmu itu. Kalau uang satu Milyar tidak ada apa apanya bagi kami. Tapi, bagiku daripada di kasih buat kamu, mending buat sedekah aja atau gak kasih makan anak yatim yang jauh lebih bermanfaat. Daripada harus kasih ke lintah darat berotak pengemis seperti kamu ".


" Apa kamu bilang?. Kamu berani ngatain aku apa??? ".


Melly sangat emosi saat mendengar kata makian dari Calista sampai sampai wajahnya sudah merah padam. Melly ingin maju tapi Calista lebih dulu maju dan malah seolah menantang Melly. Bara masih diam sembari mengulum senyumnya saja. Istrinya itu benar benar tidak takut sama sekali.


" Sini apa?. Gak terima dikatain otak pengemis?. Itu artinya kau itu tidak sadar diri. Kasian ya udah kere sekarang?. Hem?. Makanya minta minta ke suami gue? ". Calista terus saja memancing Melly.


" Kau... ".


" Melly...! ".Bara mulai angkat bicara dengan nada tegasnya saat Melly akan mengangkat tangannya. Mungkin pikir Melly ia akan menampar Calista.


Melly tidak tahu saja istri Bara itu seperti apa?. Yang jelas Melly bukan tandingan Calista, Karena bumil itu tidak akan takut pada siapapun . Selagi ia di jalan yang benar.


Melly langsung menurunkan tangannya dan kini membuat Calista tersenyum mengejek. Calista kembali menempel pada suaminya. Dan memeluk Bara dengan posesif. Membuat Melly semakin muak saja.


" Sayang, masuk mobil sekarang!! ". Perintah Bara pada istrinya. Membuat Calista langsung mendongakkan kepalanya untuk menatap suaminya.


Cup...


Bara mengecup bibir Calista saat istrinya itu ingin kembali melayang kan protesnya. Hal itu justru membuat Melly semakin kesal dan emosi saja. Perlakuan Bara saat ini. Membuat Melly terbakar api cemburunya. Tak dapat Melly pungkiri jika dirinya sebenarnya masih sangat menginginkan Bara. Hanya saja dulu ia malah terbujuk rayuan pria yang hanya membuat hidup nya semakin susah saja.


" Tunggu di mobil saja!. Aku janji tidak akan lama". Ucap Bara begitu lembut sampai sampai Calista hanya langsung mengangguk kan kepalanya saja. Karena ia terhipnotis akan kelembutan Bara saat ini.


" Awas saja jika papi keluarkan uang sepeserpun untuk pengemis itu". Seru Calista dengan sengaja nya meninggikan suaranya. Agar Melly bisa mendengar nya dengan jelas. Bahkan Calista sampai melirik sinis pada Melly. Wanita yang selalu berpenampilan terbuka dan juga make up yang sangat tebal.


Calista sampai tak habis pikir kenapa dulu Bara bisa menikahi ondel ondel seperti Melly. Bahkan sampai merasakan sakit hati segala.


" Ayo sana sayang!! ". Berkali kali Bara memanggilnya dengan kata sayang. Membuat Calista mengangguk kan kepalanya sambil tersenyum senang. Calista pun langsung beranjak. Namun, sebelumnya ia masih sempat meninggalkan kecupan singkat di bibir suaminya.


" Jangan lama lama ngobrolnya!. Aku bisa rindu menunggu di dalam mobil sendiri ". Seloroh Calista mengulum senyum jahilnya. Bara hanya berdehem ria. Lagi lagi ucapan dan gerakan tubuh Calista membuat Melly semakin muak saja.


Ingin sekali rasanya Melly membuat perhitungan pada Calista. Namun, apalah daya dia tidak memiliki keberanian akan hal itu. Apalagi saat ini Bara selalu menatapnya dengan tatapan mengerikan.


Calista pun melangkah dan dengan jahilnya malah menyenggol bahu Melly sedikit kasar. " Uupsss... Sorry, sakit ya?. Aku sedikit oleng karena perutku gerak saat aku jalan". Ucap Calista menahan tawanya saat wajah Melly sudah merah padam, Namun tidak bisa melakukan apapun padanya.


" Enak saja minta uang satu Milyar. Dia pikir suamiku ATM berjalan apa?. Awas saja jika Bara berani kasih dia uang sepeserpun. Aku akan berhenti membuka kakiku lebar lebar". Gerutu Calista seraya melangkah menuju mobil yang sudah terparkir di halaman depan mension mewah itu.