Married Accident

Married Accident
Kesiangan



Keesokan harinya saat sinar matahari mulai memperlihatkan cahayanya. Meniti lewat sela pentilasi udara hingga mengusik Velyn yang masih tetap tertidur dengan pulas padahal jam di dinding sudah menunjukkan pukul tujuh pagi.


Mungkin karena efek kelelahan karena sehabis sholat subuh Velyn kembali di lahan oleh suaminya. Sehingga Velyn kembali tertidur lagi. Padahal biasanya ia sudah sibuk berkutat di dapur membuat sarapan untuk anak dan juga suaminya. Velyn mulai menggeliat dan mengerjapkan matanya.


"Selamat pagi Bunda". Velyn terkejut ketika matanya terbuka dan melihat Mayra yang sudah tampak rapi dengan seragam sekolahnya.


Dan juga suaminya yang tak kalah rapi sudah tak kalah rapi dengan putrinya. Yang membuat Velyn lebih terkejut lagi ketika ia melihat jam di atas nakas.


" Astaghfirullah, Bunda kesiangan sayang ". Pekik Velyn dan langsung ingin bangkit dari tidurnya. Tapi Jery langsung menahan istrinya dengan gerakan cepat.


" Lanjutin saja istirahat nya sayang!!!. Biar Mayra berangkat sekolah sama aku saja". Ucap Jery sambil tersenyum.Karena Jery tahu saat ini Velyn masih belum memakai bajunya kembali. Ia masih polos.


"Tapi Mas... ".


" Bunda kenapa Bunda tidur gak pake baju???".


Deg...


Velyn langsung sadar jika ia masih polos tanpa sehelai benang pun. Dan itu membuat Jery langsung menatap wajah putrinya.


"Bunda semalam kepanasan sayang. Makanya bunda gak pake baju". Bohong Jery memberikan penjelasan pada putrinya. velyn pun hanya tersenyum kikuk saja. Menahan malunya di depan Mayra.


Ia hampir saja ceroboh di depan putrinya. Andai saja tadi ia langsung bangkit dari ranjangnya. Mungkin Mayra akan melihat tubuhnya yang jauh lebih polos lagi. Beruntung suaminya cepat bergerak dan menghentikan dirinya.


" Tapi kan kamar Papa dan Bunda ada AC nya??? ".


" Oh itu sayang. AC nya mati dari semalam sepertinya harus di service ulang". Kali ini Velyn yang angkat bicara. Meskipun ia sedikit gugup karena pertanyaan Mayra.


"Mayra ayo pamit sama Bunda. Kita berangkat sekarang !!. Nanti telat loh". Jery mulai mencegah kembali agar Putrinya tidak kembali bertanya hal hal yang akan semakin menyudutkan Velyn.


Sebab, Mayra adalah anak yang sangat ingin tahu banyak hal. Dan dia juga tidak akan puas kalau pertanyaan nya belum terjawab


Ataupun menerima jawaban yang tak sesuai dengan pertanyaan nya.


Mayra pun akhirnya menurut dan langsung pamit dengan Velyn. " Mayra pergi sekolah dulu Bunda". Mayra beranjak setelah mencium punggung tangan Velyn .


"Eh, tunggu. Mayra belum pamit sama dedek bayi". Seru Mayra yang saat ini kembali mendekati Velyn dan mengusap perut Bunda nya. Membuat Jery dan Velyn tersenyum akan tingkah Mayra.


Jery pun melakukan hal yang sama dengan sang putri. Yang tak kalah dari Mayra. Ia mengecup kening dan bibir istrinya setelah Mayra keluar lebih dulu dari kamar mereka.


"Aku pergi kerja dulu sayang. Baik baik dirumah!!! ". Velyn pun hanya menganggukkan kepalanya saja sembari tersenyum.


Lalu Jery pun ikut mengusap dan mengecup perut buncit istrinya. Berpamitan dengan baby boy sebelum berangkat bekerja.


" Jaga Bunda ya boy!!!. Jangan menyusahkan istri Papa".


Pug...


Velyn memukul pelan baju suaminya karena gemas akan kata kata suaminya itu. Tapi Jery hanya terkekeh-kekeh saja.


"Sepertinya nanti setelah kau lahir. Bunda akan menduakan Papa boy". Sindir Jery sembari mengulum senyuman nya.


" Karena Papa selalu mesum kalau dekat sama Bunda ya sayang ". Sahut Velyn menyindir balik kata kata suaminya.


Jery langsung manatap wajah istrinya dan mengecup bibir Velyn dengan gemasnya. " Bukankah Bunda juga menyukai Papa yang mesum ini?. Hm? ". Godanya membuat Velyn menggelengkan kepalanya cepat.


" Benarkah??? ".


" Tidak". Jawab Velyn sambil terkekeh.


"Papa ayo katanya mau berangkat!!. Kok malah godain Bunda terus sih".


Velyn langsung tertawa akan ucapan putrinya yang kini sudah menyembulkan kepalanya di pintu kamar mereka.


" Bunda katanya masih kangen sama Papa sayang. Gak mau di tinggal".


"Mas... ". Jery pun terkekeh melihat tatapan tajam istrinya. Sedangkan Mayra sudah kembali pergi memutuskan untuk turun lebih dulu daripada melihat aksi Papanya yang mesum itu, mungkin pikir Mayra.


SATU BAB DULU GENGS, HARAP MAKLUM SAJA


YANG PENTING TETAP UP GAK KOSONG MELOMPONG DAN TERABAIKAN, KONDISI MASIH RADA RADA GAK BERSAHABAT 🙏🙏🙏