
Yuni dan Naures keluar dari kamar setelah mereka berpenampilan segar dan rapi. Keduanya saling bergandengan tangan. Dan berjalan ke arah ruang keluarga untuk melihat kedua putrinya.
"Tuan, Nyonya".Sapa Pengaruh si kembar sambil bangkit dari tempat duduknya.
"Sus,si kembar tolong di gantiin ya bajunya!!. Soalnya saya mau ajak mereka ke kampus. Sekalian suster juga ikut ya! ".Ucap Yuni memberitahu pengasuh si kembar. Yang tak lain dan tak bukan juga seorang perawat.
" Sayang, yakin mau bawa si kembar ke kampus?. Kenapa gak titip kerumah mami aja? ".Naures ikut memberi saran pada istrinya. Karena takut belajar istrinya jadi gak fokus nantinya.
" Yah, hari ini hanya satu mata kuliah dan itu pun biasanya gak akan lama. Cuma Satu jam lebih lah".Jawab Yuni menjelaskan. "Lagian si kembar bisa menunggu di kantin sama suster".
" Yaudah deh, nanti pulangnya langsung telpon saja!!. Biar pak eno yang jemput".
"Siap suamiku".Jawab Yuni sambil memberi hormatnya pada suaminya itu.
Naures hanya tersenyum sambil mengusuk rambut panjang istrinya yang kini di jepit setengah bagian ke belakang.
Penampilan Yuni masih terlibat sederhana, namun sangat anggun dan berkelas. Memang sejak dulu Yuni tidak pernah merubah penampilan nya. Meskipun dia sudah memiliki suami yang banyak harta. Tapi Yuni tetaplah Yuni, hidup sederhana adalah ciri khas nya sejak dulu. Karena itulah yang di ajarkan oleh kedua orang tuanya.
Yuni juga tetap ramah pada siapapun. Dia tidak pernah membanding bandingkan teman temannya. Dan selalu menghormati orang tua. Bahkan Yuni selalu aktif menjadi donatur panti asuhan serta donatur tetap di kampus nya. Semua itu berkat dukungan dari suaminya juga.
Yuni selalu bisa menyisihkan uang bulanannya. Untuk sedekah rutin. Bahkan Yuni sangat bisa mengatur keuangan. Ia bukan pelit tapi Yuni rasa semua yang ia butuhkan sudah tercukupi. Dan uang bulanan dari suaminya itu sangat berlebihan. Membuatnya bisa menyisihkan untuk orang yang jauh lebih membutuhkan lagi.
🌿🌿🌿🌿🌿
"Sayang, segera telpon kalau jam kampus sudah usai!!! ".Teriak Naures dari dalam mobil. Setelah Yuni turun dengan membawa perlengkapan si kembar.
Sedangkan si kembar sudah berada di dalam stroller nya bersama dua baby sitter nya.
" Iya yah, udah sana buruan berangkat!!. Nanti meetingnya telat lagi loh".Seru Yuni mengingatkan suaminya.
"Kiss nya mana??? ".Rengek Naures sambil mengulum senyumnya.
" Sayang... Mesum iiihh".Sahut Yuni menggelengkan kepalanya.
Naures langsung terkekeh dan melambaikan tangannya pada istrinya. Membuat Yuni ikut membalas lambaian tangan Naures. Dan kini mobil Naures mulai hilang dari padang nya.
"Cie... cieee... Calon pengantin nih".Goda Yuni sambil terkekeh. Dan jelas Febby hanya menatap tajam kearah Yuni. Sedangkan Naufal nampak datar sambil membuka helm nya.
" Gue ke kantor dulu ya. Nanti pulang nya minta anterin Yuni saja!. Soalnya gue gak bisa jemput ada giat di kantor siang ini".Ucap Naufal sambil mengambil helm nya yang di sodorkan oleh Febby.
"Hem, siapa juga yang minta jemput".Ketus Febby sambil ingin melangkah pergi.
Tapi tangannya keburu di cekal oleh Naufal. " Apalagi??? ".Seru Febby sambil memanyunkan bibirnya. Membuat Yuni kembali terkekeh melihat kelakuan sahabat nya satu itu.
" Inget loh kata Bunda tadi apa???".Naufal nampak menaikkan satu alisnya. Dan membuat Febby menghela nafasnya kasar. "Jangan judes judes sama calon suami sendiri!!! ".Sambung Naures sambil mengulum senyummya.
" Ish... "Febby melengos sambil mencebikkan bibirnya.
Dan setelah mengucapkan itu Naufal langsung pamit pada Febby dan juga Yuni.
" Yun, gue cabut duluan ya, titip Febby!!! ".Ucap Naufal yang membuat Febby semakin kesal saja akan sikap Naufal padanya.
" Oke, Febby aman sama gue fal. Loe tenang aja".Sahut Yuni sambil tersenyum. Membuat Naufal menganggukkan Kepala nya.
"Oh ya bilangin sama dia, tunggu gue dua tahun lagi!!! ".Seloroh Naufal sambil melajukan kembali motornya meninggalkan kampus.
"Hahah, siap".Jawab Yuni sedikit berteriak. Lalu Yuni beralih menatap Febby yang wajahnya nampak kesal. " Duh... duh... duh... Yang baru ketemu camer, kok wajahnya malah di tekuk sih??? ".Goda Yuni sambil terkekeh.
" Sialan loe Yun. Gue deg degan tahu, tiba tiba di ajak ke rumah ortunya. Mana rumahnya gede banget lagi lebih gede dari rumah loe malah".Cerocos Febby jujur.
"Kenapa???. Uncle Raka dan Aunty Kinan baik kan?".Tanya Yuni sambil mengajak Febby untuk masuk kedalam gedung kampus.
" Yun, mereka itu orang tajir yang langkah ya?. Heran gue, padahal biasanya orang kaya kan sombong sombong . Lah ini malah ramah banget sumpah. Gue pikir tadinya gue bakalan di usir sama ortunya kayak di sinetron gitu. Tapi malah sebaliknya, Masa gue langsung di tanya kapan siap di lamar ama anaknya sih".Febby mulai bercerita pada Yuni. Tentang pertemuan nya dengan kedua orang tua Naufal tadi pagi.
"Loe serius Feb??? ".Tanya Yuni sambil menahan tawanya. Padahal ia sudah tahu sebelum nya. Karena semalam setelah Naufal mengantarkan Febby pulang ia sempat di telpon oleh Kinan. Karena mereka tahu apa yang di lakukan oleh putra semata wayangnya itu.
Itulah sebabnya Naufal langsung dihubungi oleh Kinan untuk di ajak sarapan di rumah utama. Setelah dapat info kalau Naufal pagi pagi sekali sudah berada di rumah Febby.