
Beberapa hari telah berlalu sejak ketiga pria yang bersahabat sejak kecil itu saling support dan bahu membahu bersama. Bahkan kini Febby dan Naufal pun terlihat semakin akrab saja.
Kinan Bunda Naufal pun sering mengajak Febby untuk bertandang ke rumahnya. Kadang juga Febby di jemput oleh Bunda Kinan ke kampus nya hanya untuk menemani nya jalan jalan dan Shoping.
Tak hanya itu Kinan juga tak segan segan berkunjung kerumah Febby. Yang awalnya membuat ibunya Febby sedikit syock.Bagaimana tidak wanita cantik yang terlihat masih sangat muda itu. Di pikir adalah kakak nya Naufal oleh Ibunya Febby. Tapi saat Kinan mengenalkan diri sebagai Bunda nya Naufal. Membuat Ibunya Febby tersentak kaget.
Seperti saat ini, kebetulan hari ini adalah hari weekend. Jadi Febby kebiasaan kalau weekend ia gunakan untuk bangun sedikit siang. Ibunya sejak pagi sudah sibuk jualan seperti biasa di depan teras rumahnya. Yaitu jualan nasi uduk, Tapi Febby sedikit heran kenapa ibunya sama sekali tidak jadi alarm pagi ini. Biasnya ibunya pasti akan gedor gedor pintu kalau Febby belum bangun. Memintanya untuk membantu melayani pelanggan nasi uduk nya.
"Tumben banget mak erot kagak teriak teriak, Capek atau udah bosen kali ya".Guman Febby sambil beranjak dari ranjang tempat tidurnya.
Febby melirik jam yang ada di dinding yang masih menunjukkan pukul 07.00 wib. Dimana bisanya pada jam segini para pelanggan ibunya sedang rame rame nya. Bahkan Febby malah tidak bisa tidur nyenyak ketika tidak mendengar teriakan suara ibunya itu.
Dengan langkah sedikit gontai karena baru saja bangun tidur. Febby langsung membuka pintu kamarnya. Dan melangkah keluar untuk mencari keberadaan ibunya. Febby bahkan tidak memperhatikan penampilan nya sama sekali saat keluar kamar.
"Bu... Ibu... aku ma... " Febby langsung menggantung kata katanya dan kini malah ternganga saat matanya langsung bertemu pandang dengan mata Naufal.
"Mandi dulu sebelum keluar kamar!!!. Masa udah kayak singa gitu. Jelek tahu baru bangun tidur, bau iler lagi".Cibir Naufal sambil mengulum senyumnya.
Febby yang tersadar akan kehadiran Naufal di rumahnya dan sadar akan ledekan Naufal. Kini hanya terlihat gugup dan benar benar malu. Bahkan Febby langsung menyisir rambutnya dengan jari jarinya.
Tak benar akan penampilan nya Febby langsung melarikan diri dari hadapan Naufal yang masih saja duduk santai di ruang tamu rumahnya. Sedangkan Febby kini kembali masuk kedalam kamarnya. Dan langsung mengunci pintu kamarnya rapat rapat.
"Gue udah lihat muka asli loe. Jadi gak usah jaim lagi".Ledek Naufal kembali dengan sedikit berteriak.
"" Abang ngapain sih, pagi pagi udah kerumah aja?. Seharusnya abang itu telpon Febby dulu! ".Ucap Febby ketus dari balik pintu kamarnya.
" Bukan nya dari semalam aku udah kasih tahu. Kalau pagi ini aku dan Bunda mau ajakin kamu ke rumah Oma".Sahut Naufal santai.
Ceklek...
"Jadi abang kemari sama Bunda juga??? ".Tanya Febby sambil mengedarkan pandangannya menyusuri seluruh ruangan mencari keberadaan Kinan.
" Tidak... Bunda ada dirumah nungguin kita sejak tadi. Ayo sana buruan mandi!!. Kasian Bunda udah nungguin lama".Seru Naufal tanpa basa basi.
"Ck.... Enak saja main ngatur ngatur saja. Jadi suami saya belum".Cibir Febby ketus.
" Hei...Apa mesti gue nikahin loe sekarang biar loe nurut sama gue??? ".Ancam Naufal membuat Febby terkejut dan langsung menutup pintu kamarnya rapat rapat.
Ya sekarang Febby sudah mulai mengubah nama panggilan nya pada Naufal. Tentu saja itu awalnya atas perintah Kinan. Karena menurut Kinan akan lebih sopan dan enak di dengar jika Febby memanggil Naufal dengan sebutan abang. Sama seperti para sepupu nya.
Sedangkan dari arah dapur Ibunya Febby bersorak riang. Ia sangat bahagia jika pada akhirnya Febby dan Naufal bisa lanjut ke jenjang pernikahan. Karena selain Naufal baik dan sopan. Kedua orang tua Naufal juga nampak sangat ramah dan tidak pernah melihat kasta di antara mereka.
Walaupun ibu nya Febby tahu jika keluarga Naufal bukan dari keluarga sembarangan. Semua dapat Ibu Febby nilai ketika ia bertemu langsung dengan Kinan.Mulut ibu nya Febby boleh judes dan celametan bahkan kadang juga kasar. Tapi ketahuilah jika hati seorang ibu sangatlah lembut. Ia hanya tidak ingin putrinya salah langkah. Dan terjerumus ke jalan yang salah.
🌿🌿🌿🌿🌿
Ketika Febby dan Naufal semakin lengket saja meskipun terkadang banyaklah berantemnya. Di tempat lain lagi. Saat ini Hani yang baru beberapa hari tiba di Jakarta. Saat ini baru punya kesempatan untuk berniat berkunjung kerumah Yuni yang baru.
Sebelum nya Hani sudah mendapatkan alamat rumah Yuni dari Naures. Karena mereka bertemu di perusahaan dua hari yang lalu. Tapi Hani sengaja bilang ke Naures jika jangan bilang ke Yuni dulu kalau dia akan datang di waktu weekend nanti.
"Uh, udah gak sabar deh pengen ketemu Yuni".Guman Hani sambil mengembangkan senyumnya.
Saat ini ia sudah berada di dalam taksi. Menuju komplek perumahan elit . Dimana rumah Yuni dan Naures berada. Bahkan saat masuk komplek Hani harus menyertakan tanda pengenal terlebih dahulu saking ketatnya penjagaan di kawasan perumahan itu.
Beruntung nya Naures lebih dulu memberitahu pada pos penjagaan jika Hani datang langsung saja di persilahkan masuk. Karena Naures sudah memberikan foto Hani pada mereka.
TBC