Married Accident

Married Accident
Ulah Calon Besan



"Wah, gini ya rasanya masuk mall".Seru ibunya Febby ketika mulai memasuki pusat perbelanjaan mewah di kawasan Kota itu.


" Bu, jangan norak gitu deh!!. Malu tuh sama Bunda".Bisik Febby sambil berbisik pelan dengan ibunya.


"Kenapa harus malu?. Memang ibu kagak pernah ke Mall kok. Jujur itu lebih baik. Iya bu Kinan??? ".Ibunya Febby memang benar benar membuat Febby tepuk jidad. Ia tidak merasa malu ataupun gengsi. Bahkan ia nampak polos sekali saat meminta persetujuan Kinan.


" Iya Bu Nurma, Jujur itu lebih baik".Timpal Kinan sambil tersenyum. Febby pun hanya tersenyum kaku saking malunya dengan sikap ibunya.


Tapi disini juga Febby pun ikut bahagia karena ibunya yang urakan itu bisa tetap bersikap sopan. Dan bisa terlihat akrab dengan Kinan bundanya Naufal. Padahal mereka baru bertemu beberapa kali.


"Terimakasih Bunda!!! ".Ucap Febby tulus bahkan Febby sampai menghentikan langkah Kinan.


Kinan menyentuh lengan tangan Febby. Lalu ia pun tersenyum manis pada gadis itu. " Tidak usah berterima kasih sayang!. Bunda seneng kok kalau Ibu dan kamu bisa bahagia seperti ini. Lagian sebentar lagi kan kita akan jadi keluarga.Jadi jangan sungkan sayang!!! ".Jawab Kinan seraya tetap tersenyum manis.


" Bunda, Febby dan bang Naufal kan hanya berteman saja bunda. Lagian bang Naufal masih bisa mendapatkan gadis yang jauh lebih baik dari....


"Sayang, bagi Bunda kamu yang terbaik".Potong Kinan cepat. Lalu ia menyentuh punggung tangan Febby mengusapnya dengan lembut. " Belajarlah mencintai putra Bunda sayang!!!. Karena Naufal juga memiliki perasaan sama kamu".Sambung Kinan sambil tersenyum.


"Tapi Bunda Febby...


" Husst... jangan berpikir negatif sayang!!!. Bunda akan dukung hubungan kalian seribu persen!!! ".Potong Kinan lagi saat ia melihat keraguan di wajah Febby.


Akhirnya dengan sedikit ragu Febby menganggukkan kepala nya. Meskipun ia tahu sejak awal jika Naufal tidak pernah main main dengan apa yang telah ia ucapkan. Tapi karena Febby sadar diri akan perbedaan nya. Maka daripada ia kecewa setelah mencintai. Akan lebih baik Febby menghindari. Bukan tanpa sebab, karena Febby lebih memilih terluka di awal daripada tersakiti setelah mencintai.


Bagi Febby cukup ia bodoh satu kali karena mencintai pria yang salah. Bahkan cintanya hanya bertepuk sebelah tangan saja. Ia di manfaatkan hanya untuk mendongkrak nilai saja. Dan bodohnya dulu Febby malah senang mengerjakan semua tugas pria itu.


Ternyata cinta monyet itu lebih sadis daripada cinta orang dewasa. Jika cinta orang dewasa ada yang tersakiti karena perselingkuhan ataupun masalah ekonomi dan masalah sosial. Namun cinta monyet bisa lebih sadis karena di anggap sebagai alat untuk membuat diri seseorang populer di lingkungannya.


"Sayang, kamu kenapa??? ".Kinan menggoncang lengan Febby karena Febby terlihat melamun. Membuat Febby sedikit terkejut.


" Hei... Kalian berdua kenapa gak jalan jalan sih?. Ibu hampir saja tersesat karena cari kalian nih".Seru Ibunya Febby dari arah depan sambil ngos ngosan.


"Duh maaf Bu Nurma!!. Kami hampir saja melupakan ibu gara gara keasyikan ngobrol ".Kinan langsung merasa bersalah saat melihat ibunya Febby rupanya sudah berjalan jauh. Dan terlupakan oleh mereka.


" Udah Bunda nggak usah merasa bersalah begitu!. Ibu gak akan hilang kok disini".Sahut Febby dengan santainya.


"Eh.. ehh.. Dasar anak durjana kamu ya Feb. Kalau tadi ibu di culik gimana coba??? ".


" Yaelah Bu, siapa juga yang mau culik Ibu?. Penculik juga mikir kali mau culik ibu".Jawab Febby sedikit meledek.


"Ibu heran ya, dulu mungkin pas lahiran anak ibu ketuker sama kamu deh feb si rumah sakit".Ibunya masih saja tidak mau mengalah. Membuat Kinan hanya menggeleng kan kepala akan tingkah ibu dan anak ini. Gak di rumah gak di Mall dia duanya pasti ada saja hal yang jadi bahan ribut.


" Mulai drama lagi nih emak gue".Sindir Febby sambil menggaruk tekuk lehernya yang tidak gatal. "Kayak sinetron aja bu pake acara ketuker segala. Lebay".Sambung Febby ketus.


" Sudah sudah Bu Nurma!!!. Nanti aja ya ributnya di tunda dulu!!!.Mending sekarang saya temenin ibu buat beli sesuatu mau??? ".Saran Kinan melerai ibu dan anak itu yang ributnya gak habis habis.


" Beli apaan Bu Kinan??? ".Tanya Ibunya Febby penasaran.


" Em, terserah apapun yang ibu Nurma mau,beli saja!!!. Nanti biar saya yang bayar semuanya,anggap saja ini perkenalkan kita sebelum jadi besan!! ".Bisik Kinan sambil tersenyum. Membuat Febby curiga akan sikap ibunya.


" Hahahha... Ibu Kinan baik banget sih. Pake acara traktir traktiran segala".Seru Ibu nya Febby sambil tertawa.


Membuat mereka jadi pusat perhatian semua pengunjung karena tawa ibunya Febby menggema di. Dengan cepat Febby langsung menutup mulut ibunya dengan tangannya.


"Kecilin dikit Bu suaranya!!!. Malu lah dilihatin orang orang nih!!! ".Lirih Febby pelan. Dan ibunya Febby pun langsung nyengir kuda sambil mengedarkan pandang nya.


Benar saja apa kata Febby jika saat ini semua mata tertuju pada mereka. " Hehe... Maaf, Seingat ibu tadi kita lagi di pasar tempat ibu belanja sayuran. Taunya masih di Mall".Ucap Ibunya Febby sambil menutup mulutnya sendiri. Membuat Kinan ikutan terkekeh geli akan ulah calon besannya itu.