Married Accident

Married Accident
Mengatur Waktu



Naufal masih saja menggandeng tangan Febby sampai mereka tiba di dalam restoran tersebut. Bahkan saking fokusnya Naufal pada sang kekasih. Sampai sampai ia tidak memperhatikan sekitarnya. Membuat Leon yang baru saja duduk di salah satu meja pengunjung. Kini pun hanya menggeleng kan kepalanya saja. Dimana saat ia melihat kedatangan Naufal dan Febby. Tapi sayangnya mereka tidak melihat dirinya yang duduk di salah satu meja yang tadi di lewati oleh Naufal. Bahkan Febby pun sampai tidak mengenalinya.


"Mbak, pesenan saya tolong nanti di bawakan saja ke meja sana ya!!!. Karena kami akan bergabung dengan teman saya!".Ucap Leon berbicara pada salah satu pelayan restoran.


" Baik Tuan".Sahut Pelayan itu paham dan langsung pamit pergi meninggalkan Leon untuk menjalankan perintah Leon tadi sebagai pelanggan tetap restoran itu.


"Loh mau kemana??? ".Hani yang baru kembali dari toilet pun nampak bingung karena Leon sudah berdiri dari tempat duduknya. Dan ia bahkan sudah meraih jaket serta kunci mobilnya.


" Kita hanya pindah meja saja ".Jawab Leon santai sambil mengambil tas Hani yang sejak tadi di letakkan di atas meja itu.


" Pindah? ".Ulang Hani sambil mengerutkan keningnya. Dan Leon hanya mengangguk kan kepalanya. " Kenapa harus pindah sih?. Disini juga sama saja oen".Sambung Hani belum paham.


Membuat Leon langsung menatap wajah Hani. Lalu ia mendekat ".Disini ada tempat buat kita ngebully sedikit".Ucap Leon sambil terkekeh sendiri.


Lagi lagi Hani malah semakin bingung akan tingkah Leon. Tapi Hani hanya menurut saat tangannya ditarik oleh Leon. Menuju kearah dalam dan Hani baru sadar saat ia melihat Naufal dan juga Febby sedang duduk di meja paling pojok dan sambil tangan yang saling genggam satu sama lainnya.


"Ehem... Ehem... ".Deheman Leon membuyarkan suasana romantis yang sempat berjalan antara Naufal dan juga Febby. Membuat Febby mendengus kesal ketika matanya tertuju pada Leon.


" Yaelah, dia lagi dia lagi".Gerutu Febby sambil mencebikkan bibirnya.


"Kenapa loe, wajahnya langsung di tekuk gitu?. Ngambek loe karena kemesraan nya di gangguin?. Atau emang lagi kurang sajen? ".Ledek Leon sambil terkekeh. Membuat Febby semakin kesal saja dibuatnya.


" Kita berdua ganggu kalian ya?. Kalau gitu kami pesen meja lain saja ya? ".Hani merasa tidak enak hati jika mengganggu Naufal dan Febby yang terlihat masih ingin berduaan.


" Nggak kok Han. Duduk saja disini gak papa!!!. Iya kan bang? ".Jawab Febby yang langsung tersenyum ramah pada Hani. Tapi kecut ketika melihat wajahnya Leon.


" Calon bini loe galak amat fal. Ngeri gue lihatnya".Ledek Leon lagi.


Sedangkan Leon menggantikan kursi yang tadi di duduki oleh Naufal. " Busyet... Panas amat bekas tempat duduk loe fal. Calon banyak anak nih kayaknya loe".Leon memang tak ada habisnya membuat suasana gaduh karena sikap dan kekonyolan nya itu.


"Banyak anak banyak rezeki dong".Sahut Febby sambil menatap Leon dengan tatapan garangnya.


Leon pun selalu kalah telak dengan Febby. Jadi, dia memilih untuk diam saja. Daripada harus perang mulut dengan doi nya Naufal. Yang ada kepalanya malah semakin berasap akan kata kata pedas gadis itu.


Beberapa menit kemudian semua pesanan mereka pun datang. Akhirnya malam ini bukan hanya makan berdua saja. Tapi berempat karena ada Leon dan juga Hani.


Hani dan Febby pun nampaknya sangat serius sekali mengobrol sambil menikmati makan malamnya. Membuat kedua pria itu hanya menjadi pendengar setia saja.


Mereka serasa di kacangin oleh pasangan mereka saat ini. Dan pada akhirnya Leon dan Naufal pun saling mengobrol juga. Dengan bahasan masalah pekerjaan mereka.


"Oh, jadi sekarang leo udah mulai aktif praktek ya Feb??? ".Anggukan kepala Febby membuat Hani malah semakin senang. " Berarti Yuni juga dong? ".Sambung Hani sambil tersenyum.


" Iya, tapi kami berdua beda tempat. Kalau gue di klinik xxx sedangkan Yuni di rumah sakit xxx. Jadi sekarang kami juga jarang ketemu".Febby nampak sedikit sedih karena hampir beberapa bulan ini mereka jarang bertemu. Dan hanya bertukar pesan saja setelah jam dinas praktek nya selesai.


"Gue juga udah lama nih gak kerumah Yuni. Padahal gue udah kangen banget sama si kembar. Pasti sekarang makin ngegemesin deh".Sahut Hani sambil membayangkan wajah gemoy nya Vina dan keena.


" Gimana kalau kita atur waktu aja!. Buat main kerumah Yuni, tapi harinya jangan benturan sama jam dinas praktek gue ya!!! ".Seru Febby sedikit memohon.


" Oke, boleh juga tuh usulnya".Sahut Leon yang mulai ikut nimbrung.


Dan setelah acara makan malam dadakan selesai. Meraka berempat mulai berbicara serius untuk mengatur waktu. Berkunjung kerumah Naures dan Yuni. Karena kesibukan masing masing meraka jadi jarang berkumpul dan bertemu. Apalagi Yuni juga di sibuk kan oleh urusan rumah tangganya dan juga kegiatan nya diluar.


TBC