
Sudah hampir satu jam Yuni hanya duduk santai sambil menikmati cemilan seorang diri. Ia juga tadi sempat memanggil tari untuk menemani nya mengobrol. Tapi karena pengunjung semakin siang semakin ramai. Jadi Tari harus kembali kemeja kasir lagi.
Yuni bangkit dari tempat duduknya dan melangkah menuju ruang kerja suaminya. "Tari nanti kalau suami ku tanya, bilang saja aku ada di ruang kerja nya ya!!! ".
" Siap bu bos".Jawab Tari sambil memberikan hormatnya.
"Oh ya tolong antarkan jus strawberry ya ke ruang kerja suamiku!!! ".Yuni berucap sambil tersenyum.
" Ok Bu bos. Ada lagi??? ".Sahut Tari.
" Sementara cukup. Nanti kalau ada lagi yang ingin aku makan. Aku akan beritahu kamu saja Tari".Yuni malah terkesan menggoda tari.
"Hahah... Asyiap bu Bos. Aman".Teriak Tari sambil tersenyum.
Dan Yuni pun langsung masuk ke dalam ruangan kerja suaminya. Di dalam ruangan itu hanya ada sofa panjang yang bisa untuk tempat Yuni merebahakan tubuhnya jika lelah.
🌿🌿🌿🌿🌿
Sedangkan di kampus saat ini Naures baru saja keluar dari kelasnya. Dan beberapa menit lagi akan lanjut jam kuliah keduanya. Sekarang Naures memilih untuk pergi ke kantin kampus karena ingin beli minuman.
Tapi tak disangkanya ternyata di kantin ia malah melihat Citra. Yang kini sedang duduk di salah satu meja kantin bersama dengan dua orang temannya. Naures pun berjalan santai tanpa ingin melirik kearah citra sedikit pun. Ia langsung membeli air mineral lalu ia berniat kembali ke kelasnya.
Namun, langkahnya terhenti karena citra tiba tiba ada di belakang nya. Naures hanya memandang sekilas. Ia juga tidak mengatakan apapun.
"Res... Aku ingin bicara sebentar saja!!! ".Seru Citra saat Naures ingin kembali melangkah pergi.
" Tidak ada yang perlu kita bicarakan lagi. Karena di antara kita tidak pernah ada hubungan apapun ".Jawab Naures dingin.
Naures pun langsung melangkah.Meninggalkan Citra yang tidak bisa kembali berucap. Ia hanya diam membisu. Mungkin ia tersentak akan ucapan Naures.
" Res... Tunggu...!!! ".Citra ternyata tidak menyerah ia malah mengejar Naures.
" Apa aku salah jika aku memiliki rasa cinta ini res??? ".Lirih Citra sambil berkaca kaca. " Jawab res!!!. Apa aku salah mencintaimu??? ".
Naures menarik tanganya dari cekalan Citra. Lalu menatap wajah cinta dengan menarik satu sudut bibirnya. " Tidak ada yang salah dengan cinta. Apalagi perasaan mu. Tapi kau hanya salah meletakkan nya saja Citra".
"Aku ingatkan lagi padamu!!!. Dari dulu hingga sekarang kita tidak pernah menjalin hubungan apapun. Dan kita hanya pernah berkomunikasi saja. Itupun hanya beberapa kali Citra. Aku harap mulai sekarang kau jangan pernah muncul ataupun mengaku jika kita pernah berhubungan. Jika kau masih bersikeras untuk nekad karena obsesi mu itu. Maka jangan salah aku nantinya".Ucap Naures tegas. Entah ancaman ataupun perintah yang jelas Naures sudah berusaha menahan dirinya.
Tapi menurut Naures tipe wanita seperti Citra ini tidaklah bisa di ajak dengan cara lembut. Karena wanita seperti Citra pasti akan melakukan apapun demi ambisi gilanya itu.
Nyali Citra langsung down. Saat ia mendengar langsung kembali ancaman seorang Naures dengan nada dingin dan penegasan itu.
"Tapi res aku...
" Jangan lampaui batasan mu Citra. Jika tidak ingin melihat keluarga mu bertambah susah. Karena aku tahu apa yang kau rencanakan dibelakang ku".Potong Naures tegas. Dan sambil menarik sudut bibirnya meremehkan.
Citra benar benar dibuat bungkam seribu bahasa oleh Naures. Citra tidak menyangka jika Naures bisa mendapatkan informasi rencananya dibalik niatnya mendekati Naures kembali.
"Apa maksud kamu res???. Rencana???. Rencana Apa??? ".Elak Citra masih saja ingin berdalih.
" Cih.... Manusia manusia licik seperti kalian adalah bagai debu dan hama. Kalian datang hanya ingin mendapatkan tujuan kalian saja. Dan jangan harap aku akan mudah kau takluk kan citra".Jawab Naures penuh penekanan.
"Kau pikir aku ini bodoh hah???. " Naures menatap penuh amarah saat ini. Membuat citra semakin ciut saja dibuatnya. "Aku bukan pria hidung belang yang selama ini bisa kau goda dengan tubuh kotor mu itu".Bisik Naures memandang jijik kearah citra.
Deg...
Citra semakin terkejut lagi. Ia semakin aneh dan penasaran dari mana Naures mendapatkan informasi tentang dirinya selama ini.
"Jadi ku peringatan lagi padamu. Mulai sekarang lebih kau jauh jauh dariku begitu pun istriku. Jika aku menemukan masalah yang berhubungan denganmu. Maka siap siap saja kau akan kuhancurkan sampai kau tidak mau melihat matahari dengan sendirinya nya".Ancam Naures lagi.
TBC