
Tapi janjinya adalah surga jika mampu melewati nya dan menjalaninya dengan hati yang ikhlas dan juga suami harus mampu bersikap adil. Memang sulit untuk melakukan keadilan bagi suami. Namun, setidaknya ia bisa mengimbangi.
Dan ini juga sebenarnya berbeda kasus dengan Manda dan Jery. Manda tahu jika usianya tidak akan lama lagi. Ia hanya tinggal menunggu waktunya saja. Untuk menghadap sang khaliq. Dan kini keinginan Manda hanya satu. Yaitu bisa melihat suami dan anaknya bahagia meskipun tanpa dirinya.
Jery lebih memilih duduk di depan ruangan istrinya. Sambil mengusap wajahnya kasar. Suami mana yang tega melakukan hal konyol seperti itu. Walaupun ia tahu keadaan sang istri saat ini.
"Kalau loe butuh temen bicara. Gue siap jadi pendengar setia loe!!! ".Brian menepuk punggung Jery pelan. Karena Jery nampak tertunduk sambil menutup wajahnya dengan kedua tangan nya.
" Sejak kapan loe ada disini??? ".Tanya Jery datar.
" Seperti nya sejak mendengar permintaan Manda tadi".Jawab Brian jujur.
Brian tahu apa yang ada dalam pikiran Jery. Karena Brian pun tahu jika Jery sangat mencintai istrinya. Namun, Brian lebih tidak tega lagi untuk menyampaikan apa yang ingin ia bicarakan pada Jery. Melihat bagaimana terpuruknya dan juga kalutnya Jery saat ini. Membuat Brian mengurungkan niatnya untuk mengatakan kejujuran yang ia baru dapatkan informasi nya.
"Apa gue harus nuruti permintaan konyol Manda ??? ".Lirih Jery pelan. Ia begitu emosi saat ingat permintaan istrinya. Dan sayangnya kata kata itu selalu Manda ucapkan berkali kali.
" Apa loe udah nemuin wanita yang akan loe ajak nikah???. Dan akan loe jadikan istri kedua loe??? ".Tanya balik Brian mulai penasaran.
Gelengan kepala Jery membuat Brian ikut merasa lega. Setidaknya sekarang belum ada calon wanita yang akan Jery nikahi di depan istrinya. Tapi, lidah Brian juga begitu keluh untuk mengatakan kejujuran ini.
" Pikirkan dulu yang benar dan diskusikan semua ini dengan keluarga loe dulu Bro!!!. Karena semua ini menyangkut masa depan loe dan Mayra!!! ".
Lagi lagi Brian memberikan nasehatnya. Sembari menepuk bahu sahabatnya. Hingga dering ponsel miliknya berbunyi.
" Iya sayang, sebentar lagi aku jemput. Ini sudah mau jalan".
Jery sedikit mengernyitkan dahinya mendengar Brian menjawab telpon nya. "Siapa??. Apa Adel sudah mau ikut tinggal di Jakarta??? ".
Pertanyaan Jery membuat Brian sedikit gugup. Tapi ia akhirnya pun menganggukkan kepalanya ragu. " Adel hanya ingin liburan saja. Mana mau dia tinggal disini. Adel tidak akan menyerah dengan meninggal kan karirnya disana Bro".Brian terkekeh.
πΏπΏπΏπΏπΏ
Sehabis selesai sholat maghrib berjama'ah dengan istrinya. Jery membantu Manda melepaskan mukenanya. Tadi sore juga Jery membantu sang istri untuk mengelap tubuhnya. Semua itu mulai terbiasa Jery lakukan setiap harinya.
"Mas lebih baik makan dulu saja!!".Ucap Manda lembut. Karena suaminya saat ini lebih terlihat lebih kurus. Kurang istirahat lelah pikiran dan juga lelah bekerja.
Jery hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum. Jery mendaratkan kecupan singkat pada kening dan bibir pucat istrinya. Sebelum ia beranjak menuju sofa.
Karena tadi Maminya sudah mengirim makanan untuknya malam ini. Sedangkan Mayra juga masih tinggal dirumah Maminya sampai sekarang. Manda meraih ponselnya ketika suaminya sedang mulai menyantap makanan nya.
"Baca apa???. Kok senyum senyum gitu??? ".Tanya Jery mulai penasaran melihat senyum manis istrinya. Meskipun wajah Manda terlihat pucat tapi aura alami manda tetap terpancar karena ia selalu menjaga wudhunya.
" Oh ini mas, Adel baru aja chat katanya ia ngirim bingkisan untukku, karena dia belum bisa besuk dan terbang ke Jakarta ".Sahut Manda jujur.
Jery sempat terkejut karena tadi sore Brian bilang. Jika istrinya sedang liburan dan baru tiba di Bandara. Tapi, apa yang dikatakan Manda barusan membuat Jery mencurigai sahabatnya itu.
" Apa yang loe sembunyikan dari gue Brian??? ".Batin Jery menggelengkan kepalanya.
Jery mulai bertanya tanya sendiri. Tentang kemungkinan kemungkinan hal yang ada dalam pikirannya. Jika Brian sedang bermain dibelakang istrinya. Semua kejanggalan itu juga Jery rasakan sejak Brian memutuskan untuk kembali ke Jakarta. Dan mengurus perusahaan keluarga nya disini.
Padahal di Swiss perusahaan Brian tak kalah besarnya dengan di Indonesia. Tapi Jery tidak mau berburuk sangka dulu, sebelum ia mengetahui kebenarannya dari dugaannya. Karena setahu Jery Brian juga sangat mencintai istri dan anaknya.
Jery juga tidak mau bertambah pusing karna masalah sahabatnya dulu. Karena masalah hidupnya jauh lebih rumit saat ini. Bahkan makan saja Jery selalu tidak enak. Apalagi akhir akhir ini ia juga kesulitan memejamkan matanya meskipun hanya beberapa menit saja.
TBC
UNTUK CERITA BRIAN AKAN ADA NOVEL TERSENDIRI YA GENGS DENGAN JUDUL"GAIRAH WANITA SIMPANAN". YANG AKAN SEGERA RILIS SECEPATNYA π€π€π€