Married Accident

Married Accident
Mampus Gue



Tok... tok...


"Siapa yah malam malam begini datang bertamu??? ".


" Nggak tau bu, Sebentar Ayah lihat dulu".Pak Anwar langsung turun dari ranjangnya hanya memakai kain sarung saja. Dan di ikuti oleh ibunya Febby dari belakang.


"Siapa sih Bu, ngetuk pintunya kasat banget??? ".Tanya Febby yang juga terbangun gara gara suara ketukan pintu rumahnya dari arah luar.


" Mana ibu tahu ini juga baru mau dilihat".Sahut ibunya Febby yang juga ikutan kesal.


Akhirnya Febby dan ibunya ikut melangkah ke arah ruang tamu dan ingin melihat siapa yang mengetuk pintu rumah nya di jam segini.


Ceklek....


Saat pintu rumah terbuka mulut febby langsung menganga sempurna dan matanya langsung melotot tak percaya dengan apa yang dilihatnya saat ini.


"Kak Naures... " Lirih Febby terkejut bukan main.


"Aduh gusti pangeran darimana ini??? ".Guman Ibunya Febby yang terpesona akan ketampanan Naures.


Sedangkan Pak Anwar dibuat bingung. Dan pada akhirnya langsung bertanya pada sosok pemuda tampan yang saat ini malah langsung menatap kearah putrinya.


" Maaf nak mau cari siapa ya malam malam begini??? ".Tanya Pak Anwar sopan.


" Febby Pak".Sahut Naures jujur.


Deg...


Tubuh Febby langsung menegang akan jawaban Naures. "Mati gue".Guman Febby mulai sadar akan kedatangan Naures ke rumahnya malam malam begini.


" Maaf nak memangnya ada perlu apa, Mencari anak gadis saya??? ".Pak Anwar masih saja terlihat sopan.


" Udah pak di ajak masuk saja dulu!!!. Nggak enak sama tetangga".Ibunya Febby terlihat ramah. Membuat Febby jengah akan sikap ibunya itu. Karena biasanya ibunya itu sangat garang dan ceplas ceplos tak karuan.


"Giliran lihat cowok ganteng aja langsung luluh".Ledek Febby menyinggung ibunya. Yang langsung mendapatkan cubitan di lengan oleh ibunya.


" Aw... Sakit bu".Pekik Febby sambil memegangi lengannya bekas cubitan ibunya tadi.


" Maaf Pak, bu saya tidak punya banyak waktu lagi. Saya kesini hanya ingin bertanya sama Febby tentang istri saya".Ucap Naures jujur sambil menatap kearah Febby. Sedangkan yang ditatap hanya bisa menundukkan kepalanya saja.


Kedua orang tua Febby sempat terkejut saat Naures bilang istri. "Istri??? ".Ulang Pak Anwar dan ibunya Febby serentak.


" Iya Pak, bu... Saya hanya ingin bertanya sama Febby, kemana dia mengantar istri saya pergi malam ini??? ".Seru Naures tanpa basa basi lagi.


" Hadeh, mampus dah gue. Yuni yuni elo sih pake acara minta anterin gue segala. Jadi brabe kan urusannya. Bisa bisa besok pagi gue udah jadi Ayam geprek nih di bejek bejek Nyokap gue".Batin Febby ketar ketir. Apalagi ia dapat melihat tatapan tajam ibunya yang sudah siap menguleknya hidup hidup.


"Febby... Ayo jawab!!!. Apa benar kamu bawa kabur istri orang??? ".Ibu Febby kini mulai angkat bicara. Bahkan ia mengguncang bahu putrinya.


" Febby jawab jujur kemana kamu bawa yuni???. Karena Yuni sedang hamil besar dan tinggal menunggu lahiran saja. Saya mohon beritahu saya dimana dia sekarang!!! ".Seru Naures khawatir.


" Febby... "Pak Anwar juga mulai menatap putrinya yang masih saja bungkam.


Dengan sedikit gugup dan cemas akhirnya Febby memberitahu Naures dimana Yuni saat ini. Karena tadi Yuni memintanya untuk di antarkan olehnya. Febby tidak bisa bohong dan mengelak karena ada ibu dan juga Ayahnya. Apalagi tatapan ibunya yang membuat Febby semakin ketar ketir.


Setelah mendapatkan info tentang dimana Yuni berada. Naures langsung pamit sopan pada kedua orang tua Febby. Dan ia pun segera pergi melajukan mobilnya ke tempat istrinya menginap.


Tapi di kediaman pak Anwar. Setelah Naures pergi tadi Febby langsung di cecar banyak pertanyaan oleh ibu rempong nya itu.


"Ibu, Febby bukan bawa kabur istri orang. Tapi Febby cuma bantu Yuni aja buat kabur dari Apartemen suaminya. Udah gitu doang".Jelas Febby pada ibunya.


" Kamu tahu kalau sampai terjadi apa apa sama kandungan Yuni gimana???. Siapa yang mau tanggung jawab, hah???".Ibu Febby terus saja marah marah. "Kamu itu calon dokter tapi malah urakan gitu. Pantas saja gak ada laki laki yang mau sama kamu feb".Cerocos ibunya panjang lebar.


Febby hanya tutup telinga saja. Karena kalau dilayani ibunya terus saja ngoceh sampai pagi.


" Sudah bu, Febby hanya tolongin temennya aja. Lagian Yuni juga ada di tempat yang nyaman".Pak Anwar membela putrinya.


"Ayah sih selalu manjain anak gemblong ini.Untung suaminya Yuni baik. Kalau dia nuntut Febby dan melaporkan Febby ke kantor polisi gimana yah???. Febby bisa di anggap nyulik istri orang gimana coba??? ".Ibunya Febby mulai ngadi ngadi.


Membuat Febby ingin sekali terkekeh tapi ia tahan agar ibunya tidak semakin ngomel tak karuan. " Bu, suami Yuni itu emang orang baik. Papa nya aja pensiun perwira polisi ".Celetuk Febby malah jujur.


" Apa??? ".Pekik ibunya Febby sampai sampai Febby dan Ayahnya menutup telinga mereka berdua. Saking cemprengnya suara ibunya itu.