Married Accident

Married Accident
Ledekan Istri



Calista terus memandang ke arah teras mension nya. Dan melihat Melly seperti sedang beradu mulut dengan Bara. Namun, Bara tetap saja terlihat santai tidak seperti Melly yang seolah tampak begitu kesal dan tersulut emosi. Selang beberapa menit Melly pun melangkah pergi dengan wajah penuh kekesalannya.


Saat melihat Melly melintas di depan mobil mewah yang di tumpangi Calista. Wanita itu malah dengan jahilnya menurunkan kaca mobilnya. " Bagaimana, dapat gak uangnya?. Kalau dikasih bagi bagi dong!. Mau nyicip uang hasil meras suami orang itu rasanya gimana ya? ".Ledek Calista dengan senyum jahilnya.


" Aku akan buat perhitungan dengan kalian semua. Tunggu saja!! ". Geram Melly dan langsung masuk kedalam taxi yang telah menunggu nya sejak tadi.


" Yaelah, tuh ondel ondel naik angkutan umum aja belagu. Gak sesuai sama make up nya yang tebel udah kek aspal jalan raya aja". Calista terkekeh sendiri melambaikan tangannya melihat mobil taxi yang di naiki Melly mulai melaju kearah luar gerbang mension nya.


" Udah puas ngatain orangnya? ".Tanya Bara saat ia sudah membuka pintu mobilnya dan duduk di jok sopir tepat di samping istrinya.


" Ternyata bener ya pi, kata orang Cinta itu buta dan tuli". Seru Calista santai bahkan ia sambil menatap suaminya.


" Kenapa? ".


" Buktinya dulu Papi malah cinta mati sama tuh ondel ondel. Penampilan nya aja udah kayak...astagfirullah". Calista langsung mengucap dan mengelus dadanya sendiri. Bahkan Calista sampai mengusap perut nya.


" Cukup habis di Papi ya nak. Jangan menurun pada kalian! ". Ucap Calista seolah memberikan nasehat nya pada baby twins di dalam sana.


" Sudah belum? ". Bara menatap istrinya dengan tatapan datarnya.


" Hahaha... Papi sensi sayang, kalau dikatakan begitu. Mungkin Papi dulu cintanya khilaf kali ya? ". Lanjut Calista tak henti hentinya mengatai Bara suaminya yang super kaku itu.


" Banyak omong kamu". Kesal Bara dan langsung melajukan mobilnya. Membuat Calista tertawa puas. Akhirnya suaminya yang kaku itu tidak bisa mengelak saat di pojokkan akan masa lalunya itu.


" Siapa bilang aku mencintai nya dulu? ".Guman Bara dalam hatinya. Ia pun menggeleng kan kepalanya.


🌿🌿🌿🌿🌿


Joe hanya bisa tersenyum saat melihat Celine bisa tersenyum ceria kembali. Tidak seperti beberapa tahun terakhir. Dimana gadis kecil itu tampak dingin dan jarang bicara.


" Semoga kalian selalu dalam kebahagiaan ". Batin Joe dengan doa tulusnya.


Brakkk....


" Aww... ".


Joe tampak kesal karena belakang mobilnya terbentur sesuatu. Dan dia sempat melihat dari kaca spion samping kanannya. Jika ada motor yang jatuh di belakang mobilnya.


Joe langsung turun dari mobilnya kembali. Untuk melihat keadaan mobilnya. Begitu ia turun dan melangkah terlihat seorang perempuan sedang kesulitan untuk bangun. Karena kakinya tertindih oleh motornya sendiri.


" Makanya hati hati Nona kalau pakai kendaraan!!. Susah sendiri kan". Ucap Joe sembari mambantu menegakkan motor matic wanita itu. Membuat Wanita itu langsung bangkit dan menatap Joe sedikit kesal.


" Seharusnya anda yang hati hati kalau bawa kendaraan!. Lihat spion makanya kalau mau mundur! ". Wanita itu tak kalah ketusnya dari Joe. Membuat Joe langsung menautkan kedua alisnya. Baru kali ini ia di bentak oleh seorang wanita.


" Awas minggir!!. Jangan halangi jalannya!. Saya mau lewat". Seru Wanita itu masih saja kesal dan ketus. Ia pun mulai menghidupkan kembali motornya dan masuk kedalam sekolah Mayra.


" Sial... Sudah di tolongi mengucapkan terima kasih juga tidak". Guman Joe ikutan kesal.


" Hais... ". Joe menatap tak percaya jika mobilnya juga ikutan lecet dan si pelaku malah sudah kabur duluan. Joe hanya bisa menghela nafasnya kasar dan menggaruk tekuknya yang tidak gatal.


" Awas saja kau, siang ini kau harus ganti rugi biaya perbaikannya ". Ucap Joe tersenyum licik dan kembali masuk kedalam mobilnya lagi.


TBC