Married Accident

Married Accident
Siang Yang Panjang



"Sayang aku bisa jelaskan semuanya".Naures langsung menatap wajah istrinya bahkan Naures sudah menggenggam tangan yuni dengan memohon.


Naures takut jika yuni akan marah besar padanya. Setelah kedatangan citra yang tak pernah disangkanya itu. Padahal sudah lama Naures memblokir akses apapun dengan citra. Sejak ia sudah menikahi yuni di jogja waktu itu.


Bahkan setahu Naures jika Citra pun bersama keluarganya sudah pindah ke luar Negeri. Tapi, hal tak diduga oleh Naures sekarang Citra malah kembali lagi ke Indonesia.


"Sayang, apa kau mulai meragukan cintaku???? ".Tanya Naures lagi. Karena yuni hanya diam membisu tanpa mengeluarkan suara apapun .


" Sayang, please aku akan jelaskan semuanya padamu. Tapi aku mohon jangan diamkan aku seperti ini".Mohon Naures karena yuni hanya menatapnya tanpa ekspresi.


Tapi diluar dugaan Naures yuni malah langsung tersenyum padanya. "Sayang, kamu itu sangat lucu sekali kalau lagi memohon seperti itu".Yuni makin terkekeh melihat raut wajah suaminya.


Naures langsung mengerutkan keningnya. Akan sikap istrinya saat ini. " Sayang, apa kamu marah padaku??? ".Tanya Naures memastikan nya.


Yuni menggeleng kan kepala nya sambil tersenyum. " Untuk apa aku harus marah dengan kakak???".Sahut Yuni santai.


"Tapi tadi...


" Sayang, aku percaya padamu. Dan aku tidak akan pernah meragukan cinta suamiku sendiri. Walaupun nanti akan banyak wanita yang mengaku sebagai kekasihmu lagi aku tidak akan percaya begitu saja. Karena aku tahu cinta suamiku hanya untuk istrinya yaitu aku".Tutur yuni sambil terus menampilkan senyumnya.


"Sayang.... "


Naures langsung membawa yuni kedalam pelukan nya. Mengecup pucuk kepala istrinya, seakan Naures takut kehilangan istrinya. Naures juga menunjukkan cinta dan ketulusannya pada sang istri.


Yuni pun tak kalah manjanya ia malah mempererat pegangan tangannya untuk membelit pinggang suaminya erat. Sambil mengulum senyumnya licik.


"Terima kasih sayang. Kamu udah percaya denganku. Aku janji hal seperti ini tidak akan terulang kembali".Ucap Naures sambil terus memeluk tubuh istrinya. Sedangkan Yuni hanya menganggukkan kepalanya saja.


"Dan jika wanita itu masih berani mengusik hidup kita. Akan kupastikan hidup mereka tidak akan tenang".Batin Naures geram.


Sedangkan Citra yang masih berdiri didepan pintu Apartemen Naures. Terlihat semakin emosi saja melihat Naures yang memeluk istrinya itu. Karena pintu Apartemen Naures tidak tertutup rapat.


" Sialan tuh cewek ternyata tidak mudah untuk di bohongi. Gue harus cari cara lain agar Naures mau balik lagi ke gue".Gumannya sambil mengepalkan tangannya. Lalu ia melangkah pergi meninggalkan Apartemen yang dihuni oleh Yuni dan juga Naures.


Yuni mengintip dari cela bahu suaminya dan lalu ia tersenyum senang saat tidak melihat lagi Citra didepan pintu apartemen nya. Lalu yuni melonggarkan pelukan nya pada suaminya.


"Aku lapar kak".Rengek Yuni manja membuat Naures gemas akan tingkah istrinya itu.


" Ayo kita makan, aku juga sudah sangat lapar nih".Jawab Naures sambil merangkul pinggang istrinya menuju meja makan.


🌿🌿🌿🌿🌿


Selesai makan siang bersama dengan istrinya. Kini Naures memperhatikan istrinya yang sedang mencuci piring bekas mereka makan siang tadi.


" Kak... iiihhh... Geli ah".Lirih Yuni sambil menggeliat karena ulah suaminya itu.


"Habisnya kamu begitu menggoda sayang kalau lagi begini".Jawab Naures yang terus saja menciumi tekuk leher istrinya.


Yuni pun akhirnya membalikkan tubuhnya setelah ia selesai mencuci piring terakhirnya. Lalu kini tatapan keduanya beradu. Saling pandang dalam diam dengan Naures yang mulai tersenyum nakal.


"Jangan macam macam kak, masih siang!!! ".Yuni sudah mewanti wanti suaminya agar tidak menyuruhnya untuk olahraga siang ini.


" Justru karena masih siang sayang bisa lebih banyak waktunya".Sahut Naures dengan mengedipkan satu matanya.


"Kak.... " Pekik Yuni terkejut saat Naures malah menggendong tubuhnya dan mendudukkan nya di atas meja bar yang ada didapur itu.


"Mau mencobanya disini hm??? ".Goda Naures sambil tersenyum mesum.


"Kenapa bertanya???. Meskipun aku menolak tetap saja kakak akan melakukannya".Jawab Yuni


" Hahaa... Kau memang istriku sayang ".Pujinya dan langsung menyambar bibir ranum istrinya dengan rakus dan semakin lama semakin menuntut.


Bahkan Naures juga sudah mulai menyingkap dress yang dipakai oleh yuni. Agar ia juga bisa meng absen setiap inci kulit tubuh istrinya.


" Emmppp.... Eehh... ".


Saat Jari suaminya sudah memainkan ujung bukit sintal miliknya dengan gerakan pelan namun sangat membuat geli. Bahkan tubuh yuni semakin merinding dibuatnya.


"Sayang, kenapa ini semakin padat saja???. Sepertinya ukurannya sedikit besar".Celoteh Naures sambil terus memainkan arean favoritnya.


Yuni yang kesal karena suaminya terus saja mengoceh. Dengan beraninya yuni malah menarik kerah kemeja suaminya. Hingga ia bisa dengan mudahnya menyambar bibir sensual Naures. Bahkan kini kedua kaki yuni sudah membelit di pinggang suaminya.


Naures menjeda ciuman panas itu dengan memegangi kepala istrinya. "Kau sudah berani ganas sayang".Bisik Naures sambil tersenyum mesum.


Dan dengan gerakan perlahan Naures pun mulai membuka penutup belalainya. Hingga yuni bisa melihat benda tumpul itu yang sudah on fire sempurna.


" Akh... "


Hanya suara itu yang bisa Yuni keluarkan saat Naures mulai memasuki nya. Tak bisa dipungkiri yuni selalu menikmati hujaman tubuh ini. Ia mencengkram erat punggung siaminya hingga kukunya membekas di kulit suaminya.


"Jangan ditahan sayang!!! ".


Bisik Naures sambil terus memompa dan memacu gerak tubuhnya. Hingga keringat keduanya mulai bercucuran. Membasahi kulit tubuh mereka berdua.


Dan siang ini adalah siang yang panjang untuk Naures dan Yuni. Adegan mengunjungi baby akhrinya tersalurkan juga. Bahkan Naures tidak hanya satu kali saja melakukan nya. Mereka juga mengulangnya saat sudah didalam kamar mandi. Beruntungnya penghuni apartemen itu hanya mereka berdua saja.