Married Accident

Married Accident
Kenyataan



Saat ini mata Calista melotot sempurna. Karena di meja sudah penuh tertata banyak menu makanan. Dan semua itu hasil masakan Barra suaminya semua.


" Wah, aku jadi penasaran seperti apa rasanya". Calista mulai mengambil sendok dan yang pertama Calista cicipi adalah jjamppong.


Makanan ini merupakan olahan mie yang dipadukan dengan seafood dan kuah merah bercita rasa pedas. Warnanya yang berani mampu menggugah selera, sekaligus meningkatkan nafsu makan.


" Hem... aku berasa ada di restoran yang ada di Korea sesungguhnya ". Ucap Calista dengan lantang. Kemudian ia mulai mengambil mangkuk kecil dan mulai mencicipi makanan yang lainnya.


Menu kedua yang Calista cicipi adalah Sundubu jjiagae .Makanan khas Korea dengan cita rasa pedas ini terbuat dari seafood, tofu, telur, dan sayur. Sundubu jjiagae memiliki kuah bercita rasa pedas. Seperti makanan Korea lainnya, rasa pedas yang muncul di makanan ini berasal dari gochujang atau pasta cabai khas Korea dan gochugaru atau cabai bubuk. Menu ini cocok untuk dinikmati saat musim hujan, karena bisa memberikan sensasi hangat di tubuh.


Calista tak mampu berkata kata lagi. Ia sungguh tidak menyangka suaminya bisa masak selezat ini. Bahkan Calista yang merupakan seorang Chef saja sangat takjub.


" Tunggu!! ".Calista menghentikan gerakan tangan Barra yang ingin menyendok menu yang sama dengan Calista. Membuat Barra mengerutkan keningnya.


" Semua ini sangat pedas. Apa kau yakin bisa memakannya? . Nanti kalau kamu sakit perut bagaimana?. Kan aku juga yang repot". Sambung Calista ragu.


" Kau pikir aku masak semua ini hanya untuk kau sendiri?. Aku juga lapar dan ingin memakan nya ". Jawab Barra masih saja tetap ketus.


Calista mencebik kesal. Suaminya itu benar benar kanebo kering. Tidak ada manis manisnya sedikit pun. Tapi, di balik sikap ketus dan datarnya Barra. Calista tahu jika Barra juga sangat perduli padanya. Bahkan pria sering terbangun malam saat ia gelisah tidak bisa tidur.


Belum lagi hari ini Barra sudah mengorbankan waktu nya. Hanya untuk membuat nya senang. Bahkan, Barra juga ikutan repot masak segala hanya untuk membuatkan makanan dengan hasil tangannya sendiri.


" Sejak kapan kau pandai masak seperti ini??? ".


" Kalau sedang makan jangan banyak bicara!!. Nikmati saja makanannya! ".


Calista langsung memilih diam. Ia hampir saja lupa jika Barra tetaplah Barra. Sedetik saja ia bisa bersikap hangat itu sudah bisa di jadikan syarat. Dan kalau bisa itu langsung di abaddikan saja. Karena termasuk moment langkah.


🌿🌿🌿🌿🌿


Habis makan siang dengan hasil masakan Barra Sendiri. Yang ternyata di restoran miliknya juga. Barra awalnya ingin kembali ke perusahaan. Namun, saat melihat istrinya malah tertidur pulas di sampingnya. Barra memutuskan langsung pulang saja ke mension nya.


Barra pun mengulurkan tangannya. Menyentuh perut Calista yang masih datar itu. Bahkan senyum di bibirnya pun terbit. Ada perasaan bahagia tersendiri dalam hatinya. Karena ia bisa memiliki seorang anak juga. Dari rahim istri sahnya.


" Papi akan selalu ada di samping kalian. Papi harap kalian berdua akan tetap bisa menerima Celine, meskipun kalian akan tahu jika Celine bukan darah daging Papi". Ucap Barra lirih. Lalu ia pun mendaratkan kecupan di kening istrinya. Dan mengecup bibir seksi Calista dengan sedikit lama.


" I love you Calista Serly Widyatama ". Barra mengucapkan nya tanpa ragu sedikit pun. Kata cinta yang tak pernah ia lontarkan pada wanita manapun juga termasuk mantan istrinya.


Bahkan saat Calista memintanya untuk menyatakan Cintanya. Barra tak pernah mengubrisnya sama sekali. Setelah mengatakan itu Barra bangkit dari ranjang. Ingin pergi keluar kamar. Tapi tangannya langsung di tarik oleh Calista.


" Apa barusan kau sedang menyatakan perasaan padaku??? ".


" Kau pura pura tidur sejak tadi??? ".Barra langsung menoleh dan malah balik bertanya.


" Ulangi!!!. Aku ingin mendengar nya sekali lagi!!! ". Rengek Calista yang saat ini sudah duduk di atas ranjang menatap wajah Barra dengan tatapan memohonnya.


" Tidak ada siaran ulang ". Jawab Barra yang sudah kembali datar dan ketus.


" Istirahat lah lagi!!. Aku akan keruangan kerja ku ". Ucap Barra lagi sebelum Calista kembali membuka mulutnya. Barra malah lebih dulu melangkah kakinya ke luar kamar.


" Barra, aku belum selesai bicara".Teriak Calista yang tak di hiraukan oleh Barra.


" Apa maksud perkataan Barra barusan. Benarkah jika Celine bukan... ". Calista bangkit dari ranjangnya dan berniat mengejar suaminya. Tapi kakinya malah tersangkut selimut hingga membuatnya jatuh.


Brakkkk...


" Awww... ".


" Sayang.... ".


TBC