
Velyn mengangap jika Jery adalah salah satu pria hidung belang. Yang memang sering memakai jasa wanita penghibur di club tersebut. Apalagi ketika Velyn mencium bau alkohol dari mulut Jery. Membuat Velyn tidak berpikir waras lagi.
Beruntung isi ruangan itu hanya ada mereka berdua. Dengan sedikit memberi tips pada seorang pria yang berjaga di luar pintu. Akhirnya Velyn mau melayani Jery yang sudah setengah mabuk karena pengaruh Alkohol tersebut.
Velyn hanya diam saja dan tak menolak saat Jery mulai menyambar bibirnya. Dan membuka semua kain yang menempel pada tubuh indahnya. Meskipun Velyn nampak sedikit gugup dan malu. Karena Jery terus menatapnya dengan tatapan lapar.
Bahkan tak hanya itu, Jery juga terus memberikan gigitan gigitan kecil pada leher dan juga bagian dadanya. Tapi, Velyn sempat tersentak kaget saat Jery malah menyebut nama Manda. Ketika ia mulai menerobos masuk pada inti tubuhnya.
Sakit, perih dan nyeri yang Velyn rasakan malam itu. Bukan hanya pada bagian inti tubuhnya saja. Melainkan pada hati nya juga. Siapa yang tak kecewa, jika dirinya yang di ajak *** ***. Tapi sang pria malah menyebut nama wanita lain.
Bahkan malam itu Jery melakukan nya dengan sedikit kasar. Jery tidak melakukan pemanasan sama sekali. Ia langsung menancapkan benda panjang berurat itu dengan dorongan kuat. Membuat Velyn menjerit menahan sakit yang teramat perih.
Beruntung suara dentuman musik mengalahkan suara teriakan Velyn. Bahkan Jery dengan tanpa hati dan perasaan. Memacu tubuhnya dengan penuh emosi. Seakan ia memang sengaja meluapkan kemarahannya pada Velyn.
Saat Jery terus memanggil dirinya dengan nama Manda. Velyn jadi ikut berpikir jika pria yang sedang memacu tubuhnya itu. Sedang ada masalah dengan wanita tersebut. Selama hampir empat puluh lima menit Jery menggempur tubuhnya. Tapi selama itu juga Jery dua kali melakukan pelepasannya. Dan sengaja membuangnya di dalam sana.
Velyn yang awalnya mengira tidak akan jadi masalah. Karena mereka hanya sekedar tumpahan awal baginya. Velyn pun langsung memunguti semua pakaian nya yang berserakan di bawah sofa.
Setelah memakai kembali pakaian nya dan merapikan kembali penampilan nya. Velyn kembali membenarkan celana panjang Jery. Tapi tubuh kejar Jery membuat Velyn kesulitan untuk merapikan penampilan pria itu. Velyn hanya bisa menaikan celananya saja. Dan Velyn memutuskan pergi sebelum ada orang yang melihat nya.
Namun, ketika Velyn sampai di parkiran club. Dan ingin mengambil kunci mobilnya.Velyn malah menemukan dompet dan ponsel Jery yang ikutan masuk kedalam tasnya.
Velyn masuk kembali ke dalam Club. Berniat mengembalikan dompet dan ponsel Jery. Tapi begitu ia sampai di dalam. Velyn melihat seorang pria sedang terlihat khawatir dengan keadaan Jery. Membuat Velyn mengurungkan niatnya. Velyn tidak mau membuat pria itu curiga terhadap nya. Karena dompet dan ponsel Jery ada di tangannya.
Akhirnya Velyn memutuskan untuk pergi dan pulang ke Apartemen nya kembali. Hingga keesokan harinya sebelum ia pulang ke rumah kakeknya. Velyn menyempatkan diri untuk mampir ke perusahaan Jery. Menitipkan semua barang barang Jery pada resepsionis.
Flasback Off...
Velyn mengulum senyumnya ketika melihat punggung Jery mulai menghilang dibalik pintu kamar.
"Semoga ini memang awal yang baik untuk hubungan kita mas".Lirih Velyn dengan helaan nafas pelannya.
Velyn menatap foto pernikahan nya dengan Jery yang ternyata sempat di abadikan. Dan entahlah siapa yang mengambil foto itu.
Tapi fotonya lumayan pas. Terlihat seperti pernikahan sesungguhnya. Meskipun wajah Jery tetap datar dan hanya tersenyum tipis. Tapi pandangan Velyn juga tertuju pada figuran yang ada di atas nakas. Yang di letakkan dengan posisi terbalik.
Velyn penasaran dengan foto itu. Membuat wanita itu langsung membenarkan posisi nya dengan bersender pada kepala ranjang. Ia mengerutkan keningnya heran. Karena foto itu adalah foto pernikahan Jery dan Manda. Tapi di Foto itu juga wajah Jery tak kalah datarnya dengan foto pernikahan mereka ketika dirumah sakit.
"Kenapa mas Jery selalu berpose yang sama seperti ini???. Seharusnya mereka bisa berfoto lebih mesra dari ini. Karena Mas Jery juga sangat mencintai Mba Manda. Tapi di foto ini kenapa mas Jery dan mba Manda terlihat menjaga jarak??. Seperti orang yang baru kenal saja".
Velyn terus bergumam. Tapi ia terlihat tersenyum saat melihat figuran foto pernikahan nya dengan foto pernikahan suaminya dengan mendiang istrinya.
Tanpa Velyn sadari sejak tadi Jery terus menatapnya dari rekaman CCTV.Yang ia sambungkan ke ponselnya. Jery awalnya sempat ragu saat melihat Velyn ingin mengambil foto pernikahan nya dengan Manda. Yang ia lupa untuk menyimpan nya.
Tapi melihat senyum Velyn yang terbit. Membuat Jery lega karena wanita itu sama sekali tidak cemburu karena ia masih saja memajang foto pernikahan nya dengan mendiang sang istri.
"Terimakasih sayang. Kau telah meninggal kan ku dengan wanita yang sama baik nya dengan mu. Aku harap kau juga tidak akan marah dan cemburu saat melihatku mulai mencintainya nanti".Guman Jery lirih.