Married Accident

Married Accident
Ikut Ke perusahaan



Keesokan harinya Calista sangat tumben pagi pagi sekali ia sudah bangun, Menyiapkan sarapan untuk suami dan putrinya. Perutnya yang sudah tampak membuncit karena ada dua baby di dalam rahimnya. Sepertinya tak membuat wanita itu malas malasan.


Calista tetap saja energik ceria dan makin konyol dan Bar bar. Para pelayan dan chef di mension tampak sedikit ngilu karena dengan bobot perut yang seperti itu Calista malah memasak sambil berjoget joget sembari menyanyi lagu dangdut.


Hanya dia... Dia... dia... dia... dia..


Hanya dia...


Yang ada di dalam, jantung hati... Tem...


Calista membungkam mulutnya saat ia menoleh ingin mengambil spatula. Dan malah melihat suaminya yang berdiri tepat di belakang tubuhnya dengan sorot mata tajam dan dingin. Calista yang sadar karena suami datarnya itu pasti marah saat melihat ia bergoyang goyang dengan lesnya dalam keadaan hamil begini.


" Hehehe, iya aku tahu aku salah. Lihatnya gak gitu juga kali pi. Serem amat". Seru Calista sembari nyengir kuda.


" Serahkan semuanya pada Chef!!. Dan kemarilah! ". Barra seolah tidak menerima penolakan . Tatapan begini dingin dan membuat Calista hanya bisa meletakkan spatulanya dan mulai melepaskan clemeknya.


Langkah nya mendekati suaminya. Yang malah langsung pergi saat ia sudah akan dekat dengannya. " Oh astaga. Papi kalian memang super duper menyebalkan sayang. Tapi, Mami begitu mencintai nya". Guman Calista seraya mengusap perut nya sendiri. Ia berbicara dan mengadu pada twins tentang Papinya.


" Celine mana? ". Tanya Calista saat ia sampai di meja makan tapi putri sambung nya malah tidak ada disan. Padahal biasanya Celine sudah lebih dulu duduk di kursinya.


" Celine sudah keluar bersama Joe. Mungkin sudah sarapan di luar". Bara menjawab saat dirinya sudah ikutan duduk di samping istrinya.


" What?". Calista tampak terkejut dan membelalakkan matanya. " Sejak kapan?. Kenapa Celine tidak pamit padaku? ".Tanya Calista sedikit heran.


" Karena kau sedang asyik mengoceh dan sambil menari menari tidak jelas sejak tadi". Bara masih saja kesal jika ingat Calista asyik bergoyang dan menjadi tatapan pelayan dan chef.


Bara sangat tidak suka goyangan istrinya dilihat oleh orang lain. Apalagi itu seorang pri. Dan Calista malah tidak sadar jika Bara marah karena itu. Bukan karena dirinya bernyanyi.


" Aku itu sedang nyanyi. bukan mengoceh. Oh astaga kenapa dia tidak tahu lagu yang aku nyanyikan tadi? ".Calista menepuk jidadnya sendiri. Merasa suaminya itu sangat kudet dan tak tahu jenis lagu dan musik yang lagi trend saat ini.


" Ayo cepat sarapan!. Karena hari ini kau harus ikut aku ke perusahaan! ". Ucap Bara tegas. Bahkan ia bicara sambil mulai mengambil sendok dan garpunya. Sama sekali tidak menatap istrinya.


" Aku tidak mau. Kau lihat sendiri aku sama sekali belum mandi. Masih bau bawang ". Calista menolak dengan cepat karena Mama mungkin ia keluar mension dengan penampilan masih kusut begini. Bahkan ia masih memakai piyama tidurnya.


Pelayan yang menata sarapan hasil masakan Nyonya nya, Saat ini hanya bisa menggeleng kan kepala nya saja. Mereka sangat paham, karena Calista selalu berpenampilan modis dan rapi. Mana mau ia keluar acak kadul seperti saat ini.


" Makanya habiskan sarapan mu dulu!. Setelah itu baru kau siap siap! . Aku bisa datang sedikit siang untuk menunggu mu mandi". Jawab Bara mulai bisa mentolerir sikap istrinya yang memang sangat manja dan urakan itu.