
"Betah tinggal disini??? ".
Hani bicara sambil terus menikmati sarapan nya. Yang ia buat sendiri dan dengan terpaksa juga ia membuat dua porsi sarapan karena Leon malah masih stay di Apartemen nya hingga detik ini.
" Kalau lagi makan itu jangan dibiasakan bicara!!. Nanti keselek baru tahu rasa".
Jawab Leon dengan santainya. Malah ia tidak sedikitpun tersinggung akan ucapan yang dilontarkan oleh Hani.
"Ck... Kenapa serasa gue yang numpang disini ya?. Padahal ini Apartemen milik gue".
Hani mencibir dengan bibirnya yang mengerucut.Sedangkan Leon hanya sedikit menarik sudut bibirnya saja mendengar perkataan Hani. Dan terus menikmati nasi goreng buatan Hani.
Selesai sarapan bukannya langsung pulang Leon malah meminjam handuk pada Hani. Pria itu memang tidak tahu malu. Terang saja Hani selalu bersikap ketus padanya. Menghadapi sikap pria seperti Leon memang harus memiliki kesabaran yang ekstra. Karena di kasari ataupun di sindir Leon tidak akan paham. Ia malah semakin membuat kekesalan dan dongkol hati orang saja.
"Nih, pake aja handuk gue!!! ".Hani menyodorkan handuknya yang berwarna pink pada Leon.
" Kagak ada warna yang lain lagi apa, biru kek, putih kek?. Masa loe cuma punya satu handuk doang? ".
Leon benar benar menguji kesabaran Hani. Hingga gadis itu menatap nya dengan sangat kesal. " Kalau gak mau yasudah. Gitu aja pake repot. Pulang noh kerumah elu biar bisa bebas pilih handuk!. Atau loe bisa pergi ke Mall di seberang jalan sana!. Borong semua handuk di setiap tokonya!!! ".
Hani berucap sambil berkacak pinggang. Mirip seperti emak emak yang sedang memberi siraman rohani pada anak anaknya.
" Loe itu belum jadi emak emak aja mulutnya udah cerewet banget sih. Gimana kalau udah jadi emak beneran?. Bisa bisa satu komplek rame sama suara elu doang".
Ledek Leon sambil menyambar handuk dj bahu Hani. Lalu melangkah masuk ke arah kamar Hani.
"Hei stop!!!. Loe mau kemana??? ".Sentak Hani menatap kesal kearah Leon.
" Mau mandi lah. Emang mau ngapain lagi?. Badan gue udah gerah nih".Jawab Leon santai. Tanpa memperdulikan raut wajah Hani yang sudah merah padam karena menahan amarah nya.
"Mandi aja di kamar tamu!!!. Ngapain malah masuk ke kamar gue? ".
" Ogah, mending mandi di kamar calon istri gue aja yang lebih wangi. Hitung hitung bisa cium bau badan loe dari aroma sabun yang loe pake".Seru Leon sambil terkekeh geli.
"LEON.... " Pekik Hani dengan suara menggelegar tapi Leon malah langsung masuk kedalam kamar Hani dan menutup pintunya dengan cepat.
"Oh... Ya Ampun....Lama lama aku bisa ikutan gila juga jika terus terusan di dekatnya".
Hani lagi lagi menepuk jidad nya mumet. Dua hari ini ia benar benar dibuat kesal akan ulah pria satu itu. Yang seenaknya sendiri, bahkan tidak tahu malunya numpang tidur, numpang sarapan dan juga numpang mandi di Apartemen nya.
Untung saja tadi Hani sudah mandi duluan. Kalau tidak mungkin ia akan jauh lebih pening lagi. Menghadapi pria lenjeh dan juga super pede seperti Leon.
Daripada terus terusan darah tinggi akan ulah Leon yang masih saja betah berada di Apartemen nya. Hani lebih memilih untuk membersihkan apartemen nya. Sambil menunggu pria itu selesai mandi. Dan niat Hani setelah Leon sudah rampung dengan ritual mandinya. Ia akan langsung mengusir Leon untuk pergi dari Apartemen nya.
Hani merasa tidak enak dengan tetangga sebelah nya. Mungkin mereka akan berpikir macam macam. Jika mereka melihat Leon yang ternyata sudah semalaman di dalam Apartemen nya. Dan apalagi disana hanya mereka berdua saja.
Hani tidak mau para tetangga nya malah menilainya seperti wanita tidak benar. Karena berani mengurung pria di dalam apartemen nya.
"Udah selesai mandinya??? ".Leon pun langsung menganggukkan kepalanya jujur.
" Bagus, buruan bereskan semua barang loe dan segera pergi sebelum para tetangga gue tahu, kalau semaleman loe ada di dalam apartemen gue!!! ".Perintah Hani tegas.
" Biarin aja mereka tahu!!!. Lagian apa susahnya tinggal jawab kalah gue ini tunangan loe!!!. Kenapa mesti bingung? ".
Leon benar benar membuat tensi darah Hani naik. Lagi lagi kepala migran kembali. Hingga Hani memijit pelipisnya geram. Ia juga sudah kehabisan cara untuk membuat Leon paham akan ucapannya. Tapi yang ada Leon selalu bisa menyangkal semua ucapannya.
" Gue itu bete di asrama mulu. Makanya gue betah disini karena ada loe yang nemanin gue. Jadi gue bisa ada temen ngobrol nya".
Ucap Leon dengan senyum yang mengembang di bibir ny. Sejenak Hani terdiam membisu tanpa pergerakan sama sekali. Bahkan alat vacum Cleaner yang ada ditangannya hanya bergerak mundur maju cantik saja.
"Woy... Malah melamun. Kesambet baru tahu rasa Loe".Ledek Leon sambil terkekeh puas ketika tahu jika saat ini Hani menahan rasa kesalnya.