
"Kamu kenapa??? ".Naufal bertanya dengan santainya saat mereka sudah berada di dalam mobil. Setelah meninggal kan hotel dan juga setelah membuat gaduh hingga acara ulang tahun Tara hancur berantakan.
Febby menghela nafasnya kasar lalu menatap Naufal dengan tatapan penuh dengan banyak pertanyaan yang ada di dalam otaknya. " Bang, sebenarnya sekaya apa sih keluarga abang itu??? ".Tanya Febby dengan gambalngnya. Mungkin batin Febby daripada dia tidak bisa tidur dengan nyenyak gara gara kepo akan kekayaan keluarga Naufal. Jadi akan lebih baik dia bertanya dan di anggap matre oleh Naufal.
" Hahahha... "Naufal malah langsung tertawa mendengar pertanyaan konyol Febby. " Kamu pasti lapar. Belum makan apapun kan daritadi? ".Naufal malah mengalihkan pembicaraan. Membuat Febby langsung memanyunkan bibirnya kecewa karena pertanyaan nya tak ditanggapi apapun oleh pria itu.
" Kita cari tempat makan saja dulu!. Setelah itu baru aku akan jawab pertanyaan konyol kamu itu".Ucap Naufal sambil melirik sekilas kearah Febby. Tentu saja Febby langsung mengangguk cepat. Ia bahkan sudah tidak sabar lagi mendengar penjelasan Naufal.
Bukan karena Febby matre ataupun punya maksud tertentu dan bukan juga Febby ingin memanfaatkan kesempatan Karena baik Naufal maupun kedua orang tuanya begitu respect padanya. Tapi Febby hanya takut saja jika pada akhirnya dia malah di anggap sebagai lintah dan berlindung di bawah kekuasaan keluarga Erlangga.
Karena jujur saja jika ia boleh jujur saat ini. Febby sudah mulai nyaman dengan kedekatannya bersama Naufal. Tapi, Febby tidak punya keberanian untuk menunjukkannya. Meskipun ia selalu saja melihat Naufal yang sering menunjukkan sikap peduli dan perhatian serta selalu berusaha melindungi nya.
Febby hanya sadar diri siapa dia dan siapa Naufal. Febby ingin ia bisa sukses terlebih dahulu sebelum ia lebih dekat dengan Naufal dan juga keluarga besar Naufal. Karena Febby hanya berjaga jaga saja. Jika suatu saat nanti kedekatan nya dengan Naufal tidak berujung sesuai harapan. Setidaknya ia tidak begitu kecewa dan terluka karena begitu mencintai seseorang.
Dengan kata lain saat ini Febby berusaha untuk menjaga diri dan juga membatasi perasaan nya agar tidak terlalu baper saat bersama Naufal. Karena ia tidak ingin kecewa nantinya karena terlalu berharap lebih.
🌿🌿🌿🌿🌿
Naufal memarkirkan mobilnya di depan restoran mewah yang sangat terkenal di kota ini. Tapi Febby tidak banyak bicara setelah tadi ia bertanya pada Naufal tentang harta kekayaan pria itu.
Bahkan Febby hanya manut saat pintu mobil di bukakan oleh Naufal. Gaun yang tadi sempat robek sudah Naufal tutupi dengan jas miliknya.
"Ayo...!!! ".Naufal mengulurkan tangannya kembali ketika akan melangkah masuk ke dalam restoran. Tapi Febby hanya melirik sekilas lalu ingin berjalan lebih dulu. Namun langkahnya terhenti karena Naufal malah dengan santainya langsung menyambar tangannya. Dan menggenggamnya erat seakan takut akan kehilangan Febby.
" Yaa Allah, apa yang harus gue lakuin??. Jika seperti ini terus gue tidak bisa jamin kalau gue tidak semakin baper dan jatuh cinta beneran ". Batin Febby sambil menarik nafasnya kasar.
" Jangan di lepaskan kalau tidak ingin aku di lirik cewek lain!!! ".Bisik Naufal santai sambil melangkah masuk kedalam restoran.
Febby lupa jika Naufal adalah seorang polisi. Dan tugasnya di Bareskrim adalah bagian untuk mengintrogasi tersangka. Jadi, hampir semua anggota polisi itu memang di didik dan harus menguasai gerak gerik tersangka. Agar kasusnya dapat di pecahakan.
Jadi tidak usah kaget lagi jika Naufal bisa membaca pikiran seseorang dari melihat pergerakan nya saja. Bukan karena Naufal cenayang ataupun dukun. Tapi ke ahlian itu memang diharuskan bagi anggota polisi. Yang sudah mendapatkan pendidikan khusus dan juga kecerdikan mereka masing masing. Jika jelih itu harus, karena setiap anggota akan di tugaskan sesuai dengan keahlian mereka sendiri.
Naufal di sambut dengan sangat ramah ketika masuk kedalam restoran itu. Dan membuat Febby tidak begitu terkejut lagi. Apalagi saat pelayan resto menyebut Naufal dengan sebutan tuan muda. Sudah pasti mereka sangat mengenal pria itu.
"Apa tuan muda ingin bergabung bersama tuan muda Leon??? ".Tanya seorang pria paruh baya yang merupakan manager restoran itu.
Naufal menoleh kearah pria paruh baya itu sambil mengerutkan keningnya. " Apa Leon ada disini juga pak Udin??? ".Tanya Naufal sedikit terkejut. Karena Naufal tahu sudah lama Leon tidak menginjakkan kakinya ke restoran milik keluarganya ini.
Ya restoran ini adalah restoran milik Reno Ayahnya Leon. Dan selama ini Leon lebih memilih makan di restoran biasa dan tidak pernah menampakkan wajahnya di bisnis keluarga sejak ia bertengkar dengan kedua orang tuanya waktu itu. Bahkan Leon sekarang lebih memilih untuk tinggal di asrama daripada pulang kerumah orang tuanya.
" Iya tuan. Tuan muda Loen ada di ruang VIP sebelah sana!!! ".Pria paruh baya itu menunjuk kearah pintu ruangan VIP dengan nomor 102.
"Apa Leon datang dengan seseorang??? ".Tanya Naufal mulai curiga. Membuat Febby ikutan kepo karena ia juga sudah tahu bagaimana karakter seorang Leon sejak ia dekat dengan Naufal.
Pak manager itu sedikit mendekat kan tubuhnya kearah Naufal lalu berbisik. " Seorang gadis cantik tuan".
"Benarkah??? ".Tanya Naufal meyakinkan dan dijawab anggukan kepala oleh manejer itu.
Naufal langsung tersenyum licik dan langsung menarik tangan Febby untuk masuk kedalam ruangan VIP tersebut. Dan tidak memperdulikan lagi ucapan pak Manejer tadi.
TBC