Married Accident

Married Accident
Dia



Setelah makan siang Joe kembali masuk ke ruang kerjanya. Sedangkan Rinda membereskan peralatan bekas mereka makan siang. Dan membersihkan meja makan kembali. Gadis itu tampak terbiasa menggunakan alat alat dapur.


" Selesai juga". Gumannya menatap semua perabotan dapur yang sudah kembali rapi dan bersih bahkan sudah kembali di tempat semula.


Gadis itu melangkah keluar dari dapur. Dan memilih untuk duduk di ruang tamu sembari menyalakan televisi. Karena di dalam Apartemen Joe tidak ada ruang keluarga, hanya ada ruang tamu yang sekaligus ruang santainya juga.


Jam di dinding sudah menunjukkan pukul tiga sore. Bunyi bel Apartemen membuat Joe yang masih berada di dalam ruangan kerjanya harus terpaksa beranjak dari kursi kebesaran ny. Karena suara bel sejak tadi masih saja berbunyi.


" Sedanga apa dia?. Sampai sampai tidak mendengar suara bel ". Joe sedikit heran karena ia pikir kan ada Rinda di luar kenapa tak kunjung dibuka saja pintu Apartemen nya. Dan Rinda juga tak memanggil dirinya saat ada yang menekan bel apartemen nya sampai beberapa kali.


Joe mengelengkan kepalanya saat begitu keluar . Ternyata suara televisi volume nya sedikit tinggi. ". Wajar saj jika dia tidak dengar". Saat ia juga melihat Rinda yang ternyata sudah terlelap di sofa empuk itu dengan memeluk remot televisinya.


Joe pun langsung melangkah menuju arah pintu. Karena itu pasti asisten rumah tangga nya. Yang memang selalu datang saat sore hari untuk membersihkan Apartemen nya.


Ceklek...


Joe memicingkan matanya saat yang datang ternyata anak asisten rumah tangga nya . " Maaf tuan Joe, Ibu sedang tidak enak badan. Jadi, hari ini saya yang gantikan". Ucapnya saat Joe menatap nya dengan tatapan dingin.


Meskipun datar dan dingin tak jauh beda dengan atasannya itu. Joe juga adalah orang yang sangat dermawan, dan memiliki jiwa empati yang tinggi. Apalagi itu sudah menyangkut orang tua. Mungkin karena sejak kecil ia adalah seorang anak yatim piatu. Dan hidupnya bisa naik derajat seperti sekarang ini. Ini semua tak luput dari Bara sang atasannya.


Andai saja dulu ia tidak bertemu dengan Bara. Mungkin sampai saat ini pun, Joe akan tetap hidup miskin dan kelaparan di jalanan.


" Belum tuan, ibu bilang nanti saja. Lagian cuma demam saja dan hanya butuh istirahat kok". Jawab gadis muda yang usianya tak beda jauh dengan Rinda.


" Jangan anggap remeh penyakit!. Meskipun hanya demam saja, tapi harus segera di periksa ". Kata Joe lagi sembari membuka pintu Apartemen nya lebar. Agar gadis itu bisa langsung masuk kedalam Apartemen nya.


" Iya tuan". Gadis itu kembali menjawab serta menganggukkan kepalanya saja. Ia begitu senang saat Joe mengizinkan nya untuk masuk kedalam Apartemen nya. Padahal selama ini pria itu sama sekali belum pernah mengizinkannya untuk masuk. Saat beberapa kali ia ingin menggantikan ibunya untuk membersihkan Apartemen milik Joe.


Namun, kali ini Joe bahkan tidak menolaknya lagi. Dan langsung membiarkannya untuk masuk begitu saja. Terang saja ia senang bukan kepalang. Dengan begini batinnya ia bisa terus berlama lamaan dengan Joe di dalam Apartemen itu. Apalagi saat Joe kembali menutup pintu Apartemen nya. Setelah mereka masuk kedalam.


" Kamu boleh lakukan tugasmu!. Tapi, ingat kerjanya pelan pelan!. Karena dia sedang tidur". Seru Joe membuat gadis itu bingung.