
"Kalian udah lama saling kenalnya??? ".
Velyn mengerutkan dahinya bingung atas pertanyaan Jery tiba tiba.Membuat Jery ikut melirik wajah Velyn ketika mereka masih melangkah menuju arah meja yang sudah Jery pesan.
" Itu si Intan. Apa kalian sudah lama saling kenalnya??? ".Tanya Jery baru membuat Velyn paham.
" Oh, Intan. Iya mas aku dan Intan kan dulu satu SMA. Kami juga sahabatan sejak duduk di kelas sembilan. Dia juga seorang pramugari di salah satu maskapai penerbangan. Cuma kami tidak satu team. Beda tujuan dan beda maskapai".Jawab Velyn jujur menjelaskan pada Jery suaminya.
Jery nampak terkejut mendengar penjelasan Velyn barusan. Bukan karena tentang Intan, melainkan tentang Velyn sendiri. Jery sama sekali tidak tahu jika wanita yang telah ia renggut masa depan nya di sebuah club malam berprofesi sebagia seorang pramugari.
"Apa kamu masih terikat kontrak dengan kerja dengan maskapai penerbangan itu??? ".Tanya Jery mulai sedikit perhatian.
Velyn menganggukkan kepalanya , Namun ia nampak tersenyum tipis. " Tapi aku sudah membayar denda nya mas karena aku yang mengajukan resign sebelum masa kontrak berakhir ".Velyn duduk di kursi yang sudah Jery tarik untuknya.
Lalu Jery juga menarik kembali salah satu kursi untuk putrinya. Kemudian ia juga ikutan duduk di samping istrinya.
" Berapa lama lagi seharusnya kontrak kamu selesai??? ".
" Satu tahun mas".Jawab Velyn jujur
"Kenapa kamu mesti resign sebelum kontrak kamu habis??? ".
Velyn menghela nafasnya pelan. Sambil mengambilkan nasi untuk suami dan juga Mayra. " Tidak mungkin aku tetap lanjutkan kontrak kerja sedangkan aku sedang hamil mas. Lagian akan lebih menyulitkan bagiku jika mereka tahu aku ha....
"Tidak usah di teruskan!!!".Jery memberi kode jika masih ada Mayra di hadapan mereka. Membuat Velyn sadar jika dirinya hampir saja keceplosan bicara di hadapan anak seusia Mayra.
" Maaf kan aku!!! ".Lirih Jery sembari meremas lembut punggung tangan kiri Velyn. Wanita itu hanya menautkan kedua keningnya bingung karena Jery tiba tiba meminta maaf padanya.
" Ayo makan!!!. Keburu dingin makanan nya. Habis ini kita jalan jalan!! ".Ucap Jery sambil tersenyum.
Bukannya tidak senang dengan perubahan sikap Jery saat ini. Yang lebih bersikap hangat dan pengertian padanya. Tapi, Velyn merasa jika Jery sebenarnya melakukan semua ini karena ada sesuatu hal. Dan entah apa itu yang tidak Velyn ketahui.
Velyn juga merasa senang jika Jery ingin memperbaiki hubungan mereka. Dan memulainya dari awal lagi seperti yang Jery katakan padanya. Karena Velyn juga tahu perasaan itu tidak bisa di paksakan.
Wanita itu jadi penasaran apa yang membuat Jery yang notabene nya adalah tipe pria keras kepala, dingin dan datar serta Arogant. Hanya dengan hitungan jam saja ia bisa berubah drastis seperti ini.
"Apa kamu mau menemaniku ke lokasi proyek sebentar!!! ".Tanya Jery lagi yang malah memintanya untuk menemaninya meninjau lokasi proyeknya.
" Apa tidak masalah mas aku ikut???".Velyn terlihat ragu karena ini juga pertama kalinya Jery ingin membawanya ikut bekerja.
"Kamu lupa jika aku ini bosnya??? ".Jery malah bertanya balik membuat Velyn hanya nyengir canggung sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
" Mayra boleh ikut papa kerja juga gak Bun??? ".Tanya Mayra yang mulai ikut nimbrung.
" Tentu saja sayang. Kalau Bunda ikut, Mayra juga boleh ikut!!! ".Malah Jery yang menjawab membuat Mayra bersorak senang. Sedangkan Velyn sudah tidak mempunyai alasan lagi untuk menolaknya.
Sebab, Melihat wajah cerai Mayra dan tersenyum bahagia seperti itu saja. Sudah membuat Velyn ikut senanh.Meskipun ia tidak bisa seperti ibu kandung bagi Mayra. Namun, setidaknya Velyn akan terus berusaha untuk jadi ibu yang baik buat Mayra.
Dari sini Velyn belajar banyak hal. Nyatanya menjadi seorang ibu tidak semudah yang di bayangkan.Banyak hal yang perlu di kuasai baik hal bagaimana cara mendidik anak agar lebih memahami baik buruknya dalam bersikap. Menjadikan diri sebagai contoh yang baik agar si anak juga ikut menerapkan nya dalam lingkungan.
Belum lagi harus siap siaga jika tiba tiba kondisi kesehatan anak menurun. Sebagai seorang ibu harus cepat tanggap. Semua itu dapat Velyn rasakan sekarang. Dari sini juga Velyn sedikit sadar mungkin Allah lebih sayang padanya dan juga janinnya.
Itulah sebabnya Allah mengambil kembali anak yang belum sempat ia lahirkan. Dan mungkin dengan cara dan jalan seperti ini. Velyn bisa fokus terlebih dahulu mengurus Mayra. Hingga ia kembali diberi kepercayaan oleh sang Maha pencipta untuk mendapatkan rezeki anak kembali nantinya.
TBC