Married Accident

Married Accident
Tatapan Mendamba



Esok harinya Velyn seperti biasa ketika pagi menjelang. Setelah sholat subuh ia pasti langsung pergi kedapur. Untuk mulai menyiapkan sarapan suami dan putrinya. Karena Velyn tidak beda jauh dengan Manda. Ia selalu menyiapkan makanan untuk suami dan putrinya sendiri. Meskipun ada art nya yang selalu siap melakukan pekerjaan tersebut.


Namun, Velyn hanya ingin suami dan anaknya makan dari hasil buatan tangannya sendiri. Sedangkan art nya hanya membantunya memotong sayuran dan menyiapkan semua bumbu. Sekedar membantu apa yang mesti disiapkan saja.


Jam di dinding baru menunjukkan pukul enam pagi. Tapi semalam Jery sudah bilang pada istrinya jika hari ini. Ia akan ada meninjau lokasi proyek barunya di luar kota. Tepatnya di kota Bandung. Oleh, sebab itu suaminya harus berangkat sedikit lebih pagi agar tidak terjebak macet saat diperjalanan.


Karena sejak istrinya hamil. Jery tidak pernah menginap jika pergi keluar kota. Meskipun terkadang harus pulang terlambat dan sampai dirumah sudah tengah malam ataupun menjelang subuh.


Setidaknya ia tetap pulang. Apalagi istrinya semakin besar usia kandungannya. Velyn sering mengalami nyeri pinggang serta kram. Karena efek ia juga pernah mengalami keguguran. Dan kehamilan nya yang kedua juga jaraknya tidak begitu lama.


Oleh, sebab itulah Jery imgin selalu mendampingi istrinya. Ia sudah cukup trauma akan semua yang menimpa Manda. Jadi, Sekarang Jery akan selalu siaga di samping istri dan anaknya. Meskipun tubuhnya harus tetap fit dan sehat.


"Pagi sayang".Sapa Jery yang langsung melingkarkan tangannya pada pinggang istrinya. Memeluk tubuh Velyn dari arah belakang.


Velyn yang sedang mengaduk nasi gorengnya hanya melirik sekilas sambil melengkungkan bibirnya membentuk senyum. Ia sudah mulai terbiasa di perlakukan seperti itu oleh Jery. Bahkan kalau dibilang setiap pagi juga salah.


"Pagi mas, Sana tunggu saja di meja makan!!. Sebentar lagi selesai kok, disini nanti mas bau bawang ".Tutur Velyn yang malah susah bergerak karena suaminya makin mengeratkan pelukannya.


" Tapi bau badan kamu bikin nyaman bun".Lirih Jeru yang semakin menghirup dalam dalam aroma tubuh istrinya. Meletakkan kepalanya di ceruk leher istrinya.


"Mas... iihhh geli tahu".Bulu kuduk Velyn kembali meremang karena Jery mulai menciumi tekuk leher dan mengabsen setiap inci kulit tubuh istrinya.


Sedangkan para art sudah menyingkir sejak Jery masuk kedalam dapur. Mereka tidak ingin menjadi racun nyamuk dan hanya menjadi saksi akan keromantisan majikannya itu.


" Nanti pulang dari luar kota kan bisa mas. Lagian kalau tadi mas ngajak main. Bisa bisa mas kesiangan lagi".Jawab Velyn membalikkan tubuhnya untuk menatap wajah tampan tapi suka mesum itu jika di dalam kamar.


"Mas gak janji hari ini bisa pulang tepat waktu sayang".


Velyn pun hanya tersenyum. Ia tahu pekerjaan suaminya itu seperti apa. Evi yang notabene nya seorang wanita yang semestinya harus tetap berada di rumah, mengurus anak nya. Tapi ia tetap harus kerja karena hanya dia tulang punggung . Demi sang putra Evi harus tetap bekerja karena dia dan suaminya telah berpisah sejak usia anaknya masih enam bulan.


Bahkan Evi tidak pernah mengeluh sedikitpun. Ia adalah contoh wanita tangguh dan sangat sabar bagi Velyn. Bahkan Velyn baru mengetahui semua itu belum lama ini. Jadi, wajar saja jika Evi terpaksa harus mengambil cuti ketika putranya sakit dan sempat di rawat di rumah sakit beberapa bulan yang lalu.


Evi pun tidak menyekolahkan anaknya di Jakarta. Putranya saat ini masih tinggal di asrama sebuah pesantren di Malang. Karena Evi juga ingin mendidik putranya agar menjadi anak yang sholeh. Tidak seperti sang Ayah yang tidak bertanggung jawab sama sekali sampai saat ini.


Bahkan Evi saja tidak perduli. Mantan suaminya masih ingat atau tidak dengan putranya. Karena setahu Evi mantan suaminya saat ini sudah kembali menikah dan sudah memiliki anak yang bahkan usianya tidak jauh beda dengan putranya sendiri.


"Tidak papa mas. Yang penting mas masih pulang dan tidak kurang satu apapun. Itu sudah membuatku tenang mas".Jawab Velyn tersenyum manis pada suaminya.


" Aku mencintaimu sayang".Ucap Jery tulus.


"Dan aku jauh lebih mencintaimu mas".Balas Velyn tersenyum.


Tatapan mendamba dan penuh cinta kini sudah sering terlihat dalam tatapan suaminya itu. Tidak seperti dulu yang hanya terlihat cuek dan nyaris tak perduli.


TBC