Married Accident

Married Accident
Bosan



Ceklek...


"Papi, kenapa lama sekali buka pintunya??? ". Cecar Celine yang juga kesal karena ia sudah sangat lama berdiri di depan pintu kamar kedua orang tuanya.


" Kan Papi sudah bilang. Jika Papi sedang bekerja sayang". Jawab pria dewasa itu santai dan kini membuka pintu kamar nya lebar lebar. Agar putrinya itu bisa masuk dengan leluasa.


"Mami belum selesai mandinya??? ".


" Mungkin satu sampai dua jam lagi".Jawab Barra kembali". Ada apa sayang??? ". Barra pun kembali menoleh karena putri nya ternyata tetap berdiri di depan pintu tanpa berniat masuk sedikitpun.


" Hem, Celine boleh mandi bareng Mami pi??? ". Tanya Celine dengan wajah berbinarnya.


Belum juga Barra menjawab Celine sudah ngacir duluan. Dan melangkah menuju arah kamar mandi. Membuat Barra pasrah saja karena pintu kamar mandi juga benar benar tidak dikunci oleh istrinya.


" Gagal lagi deh". Lirih Barra pelan sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Sedangkan di dalam sana Calista tampak terkejut saat ia malah melihat wajah putri sambungnya. Bukan suaminya, Padahal tadi Barra sendiri yang bilang ingin menyusulnya mandi.


"Mami cari siapa??. Papi ya? ". Tebak Celine yang sudah mulai tahu kebiasan Mami nya.


Calista hanya nyengir kuda saja, Ia sangat malu ketahuan oleh Celine sedang menunggu kedatangan Papinya. Tak berselang lama Barra pun ikut menyusul masuk kedalam kamar mandi dengan wajah yang sedikit panik.


Tapi begitu melihat istrinya yang sudah masuk kedalam bathtub dan di penuhi bisa sabun. Barra langsung lega. " Celine lain kali saja ya mandi bareng Mami!!. Soalnya Mami sedang demam jadi tidak bisa lama lama mandinya". Bujuk Barra dengan berbohong pada putrinya.


" Demam??". Ulang Celine bingung. Barra menganggukkan kepalanya kaku. Sedangkan Calista sudah menatap tajam pada suaminya yang berani bilang jika dirinya sedang demam.


"Kenapa Mami malah berendam kalau sedang demam??? ".


Gleg...


" Ini kan air hangat sayang. Jadi,biar sengatan lebah di tubuh Mami sedikit hilang bisah dan racunnya". Sindir Calista melirik suaminya itu.


Celine mulai manggut manggut karena paham. Sebab, kemarin ia lihat sendiri tubuh Mami nya sudah belang belang seperti kulit zebra.


Barra pun lega akhirnya putrinya mau keluar kamar mandi. Dengan kebohongan yang mereka buat. Semua itu karena Barra tidak mau putrinya melihat lebih jelas lagi. Akan perbuatan mesumnya pada istrinya tersebut.


🌿🌿🌿🌿🌿


Malam harinya Barra dan Calista sudah berada di meja makan. Calista menatap makanan seperti tidak mau untuk menyentuhnya. Entah kenapa ia merasa tidak selera sama sekali.


"Kenapa??? ". Tanya Barra heran. Biasany istrinya itu sangat cepat sekali kalau di suruh makan. Karena Calista adalah tipe yang tidak pilih pilih makanan. Semua ia bisa makan dengan lahab.


" Aku bosan. Bisa kah kita makan di luar saja??? ". Seru Calista mulai merengek menatap wajah suaminya.


" Iya pi, Celine juga bosan. Mau makan di luar juga". Imbuh Celine ikut mendukung Mami nya. Membuat Calista semakin mengembangkan senyumnya. Karena putrinya ternyata ada di pihaknya juga.


"Emang mau dimana??? ". Tanya Barra masih dengan wajah datarnya.


" Seafood". Jawab keduanya secara bersamaan membuat Barra terkejut karena istri dan putrinya sangatlah kompak dalam segala hal. Bahkan Celine selalu mengikuti gaya Mami nya.


Baik dari segi penampilan pun ia mau yang sama dengan Mami nya. Dan tentunya Calista dengan senang hati menuruti semua pemintaan Celine. Apalagi uangnya juga dari Barra. Jadi mereka bebas membeli apapun yang mereka mau.


"Bersiaplah kita pergi sekarang!!! ".


" Yeyy... Thank you Papi". Seru Celine dengan wajah berbinarnya dan senyum yang mengembang sempurna. Melihat tawa dan senyum Celine Barra sangat bahagia karena sudah lama ia tidak melihat senyum itu dari sang putri. Dan kini ia yakin jika Calista adalah ibu sambung yang tepat untuk Celine. Bahkan selama ada Calista Celine hampir tidak pernah lagi menanyakan ibu kandungny.


TBC