
Kediaman Jery...
Jery yang baru saja tiba di rumahnya. Segera melangkahkan kakinya untuk masuk kedalam rumah mewah miliknya. Hari ini kerjaan nya begitu menumpuk di perusahaan. Sehingga ia harus pulang terlambat.
Velyn yang mendengar suara mesin mobil suaminya. Kini langsung menuruni anak tangga dengan menggendong baby Marchel. Sedangakan Mayra sudah ada di ruangan tamu sejak tadi bersama pengasuhnya.
" Assalamu'alaikum ".
" Waalaikumsalam ". Velyn tersenyum menyambut kedatangan suaminya. Dan ia juga langsung mencium punggung tangan Jery dengan takzim.
Rasa lelah Jery langsung hilang saat ia melihat senyum dari wanita yang ia cintai dan juga menatap wajah tampan sang putra. Yang saat ini juga ikut melengeh kearahnya.
" Maaf sayang, aku pulang telat! ".Ucap Jery meminta maaf pada istrinya. " Hari ini seharusnya bisa pulang larut malam. Tapi, aku juga harus memikirkan Evi. Putranya sedang pulang tidak mungkin aku tega menyuruh Evi untuk ikutan lembur juga".
" Iya mas gak papa. Oh ya, kenapa putra Evi tidak di tinggal di sini saja mas?. Hitung hitung biar Evi tenang kerjanya ". Velyn memberi saran pada suaminya.
" Besok aku katakan pada Evi sayang. Dimana Mayra??? ".
" Mayra disini Pa". Mayra langsung berlari menghampiri kedua orang tuanya. Dan langsung menyambut tangan sang Papa mencium punggung tangan itu dengan takzim. Sama hal nya dengan apa yang dilakukan oleh Velyn.
" Anak anak Papa sudah cantik dan tampan wangi lagi". Puji Jery menatap wajah Mayra dan juga Marchel secara bergantian.
Jery pun mulai mengambil alih Marchel dari gendongan istrinya. Sedangkan Velyn kini membawa tas kerja suaminya. Mereka menuju ke lantai atas. Di ikuti oleh Mayra juga.
🌿🌿🌿🌿🌿
" Mas mau langsung mandi?. Biar aku siapin air hangatnya". Ucap Velyn sembari meletakkan tas kerja suaminya ke atas meja samping lemari hiasnya.
" Terimakasih sayang". Velyn pun hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Lalu ia melangkah menuju arah kamar mandi.
Sedangkan Jery dan Mayra kini malah asyik dengan Baby Marchel. Yang memang Jery letakkan di atas tempat tidur empuknya itu. Baby Marchel juga malah ikutan tersenyum saat Mayra mulai menggoda nya.
Mayra pun ikut melihat kearah Camera ponsel Papanya. Dengan posisi baby Marchel yang ada di tengah tengah mereka berdua. Tak hanya satu kali saja Jery mengabadikan foto fotonya dengan kedua anak nya itu.
Hingga Velyn yang baru keluar dari kamar mandi tampak tersenyum senang. Sungguh ini adalah pemandangan yang membuat hatinya menghangat. Suami dan kedua anaknya tampak begitu dekat dan juga tertawa bersama.
" Bunda.. Ayo sini!!. Kita selfi juga!! ". Seru Mayra sambil menatap Velyn yang kini juga sedang menatap kearah mereka.
" Kemarilah sayang!!! ". Jery melambaikan tangannya . Ia juga menepuk tempat di sisinya.
Beberapa saat keluarga kecil yang tampak sedang berselfie ria. Dengan rasa kebahagiaan yang tak bisa Velyn ungkapan dengan kata lagi. Ia pun sangat bersyukur akhirnya ia bisa menikmati indahnya rumah tangga yang sangat harmonis seperti ini. Meskipun dulu tak pernah ia bayangan kan jika kehidupan nya setelah menikah akan menjadi sebahagian ini.
Tak ada hal lain yang Velyn inginkan lagi. Sebab, sekarang kehidupan nya jauh lebih menghangat. Karena ia hidup di tengah tengah keluarga besar Bagaskara yang memang selalu saling menyayangi satu sama lainnya.
" Udah mas, Buruan mandi!!. Nanti air nya keburu dingin loh". Velyn mengambil alih ponsel suaminya.
" Baiklah sayangku".
Cup...
Jery pun masih sempat mengecup pipi istrinya sebelum ia beranjak dari tempat tidur. Membuat Velyn melotot kearah Jery. Karena di sana juga ada Mayra dan Marchel. Tapi, Jery tidak malu sedikitpun pada kedua anak nya.
Velyn mulai membuka ponsel suaminya dan ternyata Wallpaper ponsel Jery adalah foto dirinya yang sedang tertidur. Dan itu tentunya sebuah foto yang di ambil Jery secara diam diam. Senyum Velyn terbit, tidak menyangka Jery bisa sesweet ini padanya.
" Bunda kenapa?. Kok senyum senyum sendiri?? ".Tanya Mayra bingung.
" Ah, tidak Papa sayang ". Jawab Velyn gugup.
TBC