Married Accident

Married Accident
Beraksi



Kediaman Jery...


Velyn dan Jery baru saja tiba dirumah mereka. Jangan lupakan putri cantiknya yaitu Mayra. Yang kini sudah memiliki teman sekaligus sepupu. Putri dari Barra suaminya Calista. Dimana Celine memilih untuk ikut pulang kerumah Jery bersama Mayra.


Jery menggandeng tangan istrinya setelah mereka turun dari mobil. Sedangkan Mayra dan Celine sudah lebih dulu masuk kedalam rumah. Tapi, begitu sampai di depan teras. Velyn dan Jery malah kembali kedatangan tamu yang tak di undang.


Velyn kembali menghela nafasnya. Saat melihat sosok perempuan turun dari mobilnya. Dan kini langsung menghampiri sepasang suami istri yang menatap wanita itu dengan tatap tidak sukanya.


" Pagi sepupu ku". Sapa Verren dengan tidak malunya. Ia cukup paham akan ekspresi wajah Velyn dan juga Jery. Tapi wanita itu tidak perduli, karena dia juga mempunyai misi tertentu datang kerumah itu.


"Mau apalagi kamu kesini pagi pagi begini??? ". Pertayaan Velyn terdengar sangat ketus. Bahkan Verren pun sempat terkejut saat pertama ia berkunjung. Velyn yang mereka kenal adalah sosok wanita yang lemah lembut dan juga tak pernah berkata kasar sedikitpun. Ia juga selalu mengalah pada sepupunya.


Tapi, Velyn sekarang setelah sekian lama mereka tidak pernah bertemu. Sosok Velyn telah berubah. Ia bahkan tak segan untuk terus memojokkan Verren. Dan sudah berani berkata kata ketus padanya.


"Velyn ayolah. Aku bahkan seolah tidak mengenali sepupuku lagi". Sahut Verren pura pura sendu. Membuat Velyn semakin muak saja.


Entah apa yang terjadi pada Velyn. Tapi nalurinya berkata jika Verren datang dengan suatu misi tertentu. Bahkan seolah Velyn merasa ada dorongan dari dirinya untuk tidak memberikan muka pada wanita yang ada di hadapan nya saat ini. Yang tak lain dan tak bukan adalah sepupu nya sendiri.


Dan lebih tepatnya sepupu yang datang jika ada maunya saja.


" Tidak ada juga yang mengundang mu kemari Verren". Velyn kembali ketus pada wanita itu. Membuat Verren semakin menahan kekesalannya sendiri.


"Kurangajar sekali kau Velyn. Tunggu saja nanti!!. Aku tidak akan membiarkan hidupmu bahagia sedikitpun". Batin Verren menyimpan amarahnya.


Entah apa yang membuat Verren begitu membenci Velyn. Seolah ia memang sejak dulu selalu sengaja membuat masalah dengan Velyn. Padahal Velyn merasa dirinya tidak pernah menyakiti ataupun menyinggung siapapun. Bahkan tante nya sendiri juga tidak menyukainya.


" Kami sedang sibuk. Jika kau datang hanya ingin membuat keonaran, pintu gerbang masih terbuka lebar untuk kau lewati pulang!!! ". Seru Jery dengan penuh penekanan.


"Ck... Panggil saja suamiku kakak ipar!!!. Tidak usah menyematkan kata koko segala!!! ". Sahut Velyn semakin ketus.


" Ayo sayang kita masuk!!. Aku ingin muntah lama lama disini". Sambung Velyn yang menarik tangan suaminya dan meninggal kan Verren begitu saja.


"Awas kau Ve". Verren mengepalkan kedua tangannya. Tapi ia malah ikutan masuk tanpa rasa malunya.


Mayra dan Celine yang sejak tadi mengintip dari jendela. Kini malah tersenyum penuh arti. Lalu kedua anak perempuan itu langsung menghampiri Verren. Menyapa nya dengan sangat sopan.


" Hai Tante ". Seru keduanya saat Verren baru akan melangkahkan kakinya masuk kedalam rumah. Sedang kan Jery dan Velyn sudah naik ke lantai atas. Tanpa menghiraukan Verren yang di cegat oleh Mayra dan juga Celine.


" Hei sayang... ". Verren pun memasang wajah ramahnya. Padahal ia sangat membenci anak anak. Semua yang di lakukan nya hanya kepalsuan belaka.


" Tante temani kita main yuk!!! ". Ajak Mayra sambil tersenyum polos.


" Iya ayo tante kita main!!! ". Sambung Celine ikut merengek.


Verren pun tersenyum kaku. Ia sebenarnya malas untuk melayani dua anak itu. Tapi, demi bertahan sedikit lama dirumah itu. Verren pun dengan berat hati menganggukkan kepalanya.


" Oke... Kita main apa nih??? ". Tanya Verren pura pura setuju.


" Hore... Ayo tante ikut kami!!! ". Mayra pun menarik tangan Verren begitu pun dengan Celine.


Mereka membawa Verren ke taman belakang dan entah apa yang akan di lakukan oleh mereka. Dengan membawa iblis berwajah manusia itu. Yang jelas kedua gadis kecil itu tidak akan membiarkan Verren betah dirumah ini.


TBC