Married Accident

Married Accident
Para Sepupu



Hanya dengan satu tarikan nafas Barra sudah berhasil menjadikan Calista sebagai istri sahnya di mata hukum dan Agama. Bahkan proses ijab qobul keduanya berjalan lancar.


Kini keduanya tengah sungkeman dengan kedua orang tuanya dan para keluarga nya. Hanya saja minus keluarga Barra saja. Karena kedua orang tuanya juga sudah tiada. Hanya kerabat jauhnya yang sampai saat ini pun tidak tahu dimana mereka berada.


Bahkan saat Barra sedang kesulitan pun tidak ada sanak keluarga nya yang mau membantunya. Padahal dulu sewaktu kedua orang tua Barra masih hidup. Mereka sering datang dan meminta bantuan pada keluarga merek. Namun, sebaliknya saat Barra terpuruk dan hampir bangkrut. Mereka seperti hilang di telan bumi dan tak terlihat satupun batang hidungnya.


" Mami , Terimakasih sudah mau jadi Mami nya Celine". Ucap gadis kecil itu dengan sangat jujur dan tulus.


Calista pun sampai terenyuh mendengar penuturan Celine barusan. Meskipun sikapnya terlalu bar bar dan juga penyenyengan. Tapi Calista juga masih memiliki sifat empati yang tinggi.


"Terimakasih juga karena Celine sudah menerima Mami yang tidak sempurna ini. " Jawab Calista sambil tersenyum dan memeluk putri sambung nya itu.


Saat ini Barra bisa melihat jika Calista juga memiliki sifat keibuan terhadap anak anak. Semua itu tampak saat bagaimana ia berbicara dan juga cara Calista memperlakukan putrinya.


Bahkan sang putri malah langsung lengket sejak pertama kalinya ia mengajak Calista kerumahnya. Padahal selama ini Celine sangat sulit dekat dengan siapapun. Bahkan ada beberapa wanitanya yang ia sengaj pertemukan dengan putrinya. Tapi selalu saja mendapatkan tatapan sinis dari Celine.


Padahal sebelum Revan datang padanya untuk memintanya menjadi suami Calista. Barra juga sudah mulai berpikir untuk mencarikan ibu sambung untuk putri semata wayangnya. Oleh karana itulah, Barra mulai mengajak wanitanya yang ia kencani untuk berkenalan dengan Celine.


Sungguh permintaan yang konyol yang di ucapkan putrinya itu. Itu pun Barra ketahui baru semalam saat ia menemani putrinya untuk tidur. Dan Celine yang menceritakan semuanya.


Barra tak menyangka jika Celine segampang itu meminta seorang Calista menjadi maminya. padahal itu pertemuan yang tidak di sengaja juga. Hati anak anak memang tidak bisa dibohongi. Dan Barra pikir ini adalah sebuah takdir untuknya.


Selain kedua orang tua Calista sendiri yang memintanya untuk menikahi putrinya. Di lain sisi putrinya juga yang meminta Calista untuk menjadi maminya.


"Apa Celine bahagia??? ". Tanya Calista sambil tersenyum. Dan mengurai pelukannya.


" Sangat Mi". Jawab Celine tersenyum senang. " Apa Papi juga bahagia??? ". Pertanyaan Celine secara tiba tiba membuat Barra gugup dan Calista juga kini menatap kearahnya dengan tatapan penuh harap.


" Tentu saja Papi bahagia ". Jawab Barra tersenyum pada putrinya. Dan tanpa Calista sadari ia juga ikut menarik sudut bibirnya.


Setidaknya Calista tahu jika suaminya juga bahagia dengan pernikahan ini. Karena Calista juga mulai merasakan getaran aneh saat bersama Barra. Bukan karena ia telah tidur dan terpuaskan oleh Pria itu. Tapi, sepertinya apa yang ia rasakan saat ini tidak pernah ia rasakan pada pria manapun juga.